Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Lebih Sedikit Bakar Kalori, Manusia Lebih Panjang Umur

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/lebih-sedikit-bakar-kalori-manusia-lebih-panjnag-umur.htmlseksimemek ~ Dalam penelitian terbaru para ilmuwan menemukan, manusia membakar kalori lebih sedikit dibanding hewan. Metabolisme yang cenderung lambat inilah yang kemungkinan menyebabkan manusia hidup lebih lama.
 
Berkaca dari hasil ini, ilmuwan sebetulnya ingin mengetahui dampak metabolisme pada kesehatan secara keseluruhan. Ilmuwan juga ingin mengetahui, bagaimana primata menggunakan energinya setiap hari.
 
Metabolisme sangat mempengaruhi pembakaran kalori dan penggunaan energi dalam kegiatan sehari-hari. Metabolisme jugalah yang membantu pembatasan gaya hidup seseorang tiap harinya. Orang dengan metabolisme cepat biasanya lebih mudah mengurangi berat badan. Sedangkan metabolisme lambat menyebabkan seseorang harus bekerja keras menurunkan berat badannya.   
 
Manusia dan primata lainnya umumnya memiliki metabolisme yang lebih lambat, dibanding hewan lain yang membakar lebih banyak energi pada kesehariannya. Akibatnya manusia dan primata memiliki tahapan dalam hidup yang lebih lama. Contohnya masa kecil yang lebih lama dan umur yang lebih panjang daripada spesies hewan lainnya. 
 
“Kondisi lingkungan kemungkinan membantu mengurangi pengeluaran energi pada manusia dan primata. Hal inilah yang menyebabkan tahapan hidup primata dan manusia lebih lambat, daripada hewan lainnya,” kata ahli antropologi dari University of Arizona, David Raichlen.
 
Riset yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences ini menemukan, manusia dan hewan primata hanya menggunakan setengah dari jumlah kalori yang diperkirakan. Menanggapi hasil ini, pimpinan riset dari Hunter College, New York, Herman Pontzer menyarankan, manusia harus rajin berolahraga demi tubuh yang lebih sehat.
 
“Berkaca dari hasil riset ini, maka manusia dengan gaya hidup paling aktif secara fisik masih perlu lari marathon setiap harinya. Aktivitas ini akan membatu rata-rata pengeluaran energi tiap harinya, dan menjaga tubuh tetap sehat,” kata Pontzer.
 
Yang menarik adalah, para periset mencatat primata dalam kurungan ternyata membakar kalori dalam jumlah nyaris sama dengan yang hidup liar. Kenyataan ini memunculkan anggapan, mungkin kegiatan fisik bukan cara satu-satunya dalam pembakaran energi harian, khususnya bagi primata.
 
Peneliti percaya riset ini akan memberi pengertian lebih baik pada metabolisme tubuh, sehingga bisa lebih mengerti berbagai masalah, misalnya obesitas dan penuaan.

“Manusia hidup lebih lama dan cenderung memiliki lebih banyak lemak tubuh. Dengan mengerti metabolisme tubuh dan membandingkannya dengan spesies terdekat, maka akan diketahui bagaimana tubuh berevolusi dan menjaganya tetap sehat,” kata Pontzer.

Sumber: http://health.kompas.com/read/2014/01/18/0911461/Lebih.Sedikit.Bakar.Kalori.Manusia.Hidup.Lebih.Lama

Dokter Umum diganti Dokter Primer, Setara Spesialis

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/ke-depan-dokter-umum-diganti-dokter-primer-setara-spesialis.htmlseksimemek ~Selama ini, dokter umum merupakan istilah yang digunakan untuk dokter dapat mengobati semua penyakit dan paling mudah dijumpai di layanan kesehatan primer seperti puskesmas ataupun klinik. Namun, dengan implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), istilah tersebut akan ditiadakan.

"Ke depannya tidak ada lagi dokter umum, melainkan diganti dengan dokter layanan primer," ujar Manajer Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Pradana Soewondo dalam Quo Vadis Dokter Indonesia, Sabtu (11/1/2014) di Jakarta.

Kendati demikian, lanjut dia, dokter layanan primer tidaklah sama dengan dokter umum. Sebaliknya, dokter layanan primer memiliki tingkat kompentensi yang lebih tinggi dibanding dokter umum dan setara dengan dokter spesialis.

Pradana menjelaskan, untuk mendapatkan kompetensi sebagai dokter layanan primer, dibutuhkan pendidikan lanjutan seperti halnya dokter spesialis. Namun, dengan mengharuskan setiap dokter yang memberi pelayanan di tingkat primer mengambil pendidikan lanjutan, sebelum praktik dokter membutuhkan waktu yang lebih panjang dari sebelumnya.

"Dari yang semula sejak tahap akademik hingga internship membutuhkan tujuh setengah hingga delapan tahun, dengan adanya pendidikan lanjutan mungkin akan lebih panjang lagi," kata Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI ini.

Karena itu, Pradana menekankan pentingnya pendidikan non-formal seperti sertifikasi dan pelatihan-pelatihan. Langkah ini bermanfaat untuk menambah jumlah dokter layanan primer dengan waktu yang relatif cepat, mengingat program JKN sudah berjalan.

Menurut dia, perlu dibuat revisi pendidikan dokter sehingga dalam jangka waktu lima hingga lima setengah tahun saja, tahap akademik, profesi, hingga internship bisa selesai dan dilanjutkan dengan pendidikan dokter layanan primer.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar di Bidang Kesehatan Masyarakat Sudarto Ronoatmodjo mengatakan, diperlukan pembentukan standar kompetensi pendidikan dokter layanan primer dengan segera. Pasalnya, tidak mungkin selamanya pendidikan dokter layanan primer hanya diperoleh melalui jalur non-formal.

"Di tahun 2014 sampai 2019 mungkin pendidikan dokter layanan primer bisa diperoleh melalui jalur non-formal. Namun, selebihnya perlu ada pendidikan formal dengan standar kompetensi yang jelas sehingga targetnya pada 2030 jumlah dokter layanan primer sudah cukup dengan kualitas yang baik," paparnya.

Sementara itu, kendati tingkat kompetensi dokter layanan primer setara dengan dokter spesialis, tetapi jenis kompetensi keduanya berbeda. Ketua Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia Sugito Wonodirekso menjelaskan, kompetensi dokter layanan primer meliputi kontak pertama dan langsung dengan pasien dapat mendiagnosis semua macam penyakit, gejala penyakit, usia, kelamin, dan ikut berperan dalam pencegahan penyakit secara umum.

Sedangkan dokter spesialis hanya menindak penyakit-penyakit tertentu yang sesuai dengan spesialisasinya. Dokter spesialis juga perlu kompeten dalam melakukan tindakan invasif terhadap pasien.

"Sebagai contoh, dokter layanan primer boleh saja mempelajari tentang jantung hingga tingkat molekuler, tetapi tetap tidak boleh melakukan tindakan kateterisasi. Yang berwenang melakukannya adalah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah," terangnya.

Sumber: 

MANGGIS EFEKTIF ATASI PENYAKIT DIABETES

MANFAAT MANGGIS - Anda yang sibuk setiap hari, berhati-hatilah. Anda biasanya sering lupa minum air sering lupa menjaga pola makan. Hal itu berisiko terkena penyakit diabetes. Apalagi, kalau Anda memiliki keturunan pengidap penyakit itu.

Tanda-tandanya adalah sering haus, sering kencing di malam hari, serta sering merasa lemas. Kadang-kadang berat badan naik, lalu tiba-tiba turun secara terus-menerus. Padahal, Anda tidak melakukan diet. Biasanya, hal itu disertai gangguan saraf tepi berupa kesemutan, gangguan penglihatan, gatal di sekitar kemaluan atau lipatan kulit, luka yang tak kunjung sembuh, gangguan ereksi pada pria, dan keputihan pada perempuan.

Untuk itu, lakukanlah pemeriksaan karena penyakit diabetes yang sudah masuk ke stadium lanjut amat membahayakan. Bahkan, tak sedikit penderita yang harus melakukan cuci darah hingga akhir hayat mereka. Penyakit diabetes terjadi karena pening katan kadar gula darah akibat kekurangan insulin. Pengobatan yang dapat membuat penyakit ini hilang belum ada. Anda hanya bisa mengelolanya.

Tindakannya meliputi penormalan kadar glukosa, lemak, dan insulin dalam darah, serta mengobati penyakit kronis lain dengan beberapa cara. Di antaranya, mengurangi kalori dan meningkatkan konsumsi vitamin, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan meningkatkan kepekaan terhadap insulin. Selain itu, mengonsumsi obat hipoglikemia oral untuk merangsang pankreas menghasilkan insulin dan mengurangi resistensi terhadap insulin serta menjalani terapi insulin.

Kalau sudah terjadi komplikasi, gang guan lain yang bisa muncul adalah nefropati diabetik, yaitu, gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Hal itu menimbulkan risiko kematian.

Sejumlah kandungan tanaman obat memiliki kelebihan dalam penanganan diabetes karena mampu membangun kembali jaringan yang rusak. Contohnya jelas banyak, di antaranya adalah senyawa xanthone, yang terdapat da lam kulit manggis. Berdasarkan hasil tes yang dilakukan seorang dokter di Jakarta terhadap tujuh penderita kencing manis selama 10 hari mengon sum si ekstrak kulit manggis, terbukti esktrak ini mampu menurunkan gula darah dari 205,0 menjadi 119,86 mg/dl.

Dapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis tersebut di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia seluruh Indonesia. Untuk mendapatkan xanthone itu, Anda bisa menemukannya dalam kapsul ekstrak kulit manggis bernama Garcia.

Flu Babi Sala Satu Alasan Mengapa Babi Di Haramkan

! seksimemek | Flu Babi Sala Satu Alasan Mengapa Babi Di Haramkan--Babi adalah salah satu di antara makanan-makanan yang Allah haramkan dalam Al Qur’an. Seorang Muslim sejati akan menunjukkan keteguhan dalam menaati perintah dan larangan Allah sekalipun ia tidak mengetahui hikmah di balik itu. Namun jika Allah menghendakinya, Dia juga dapat memperlihatkan kepada kita hikmah di balik sesuatu yang telah Dia haramkan. Peningkatan cepat baru-baru ini pada kasus flu babi, sebuah penyakit mematikan, adalah satu di antara alasan mengapa memakan babi adalah haram.

Flu babi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus “H1N1” dan dapat ditularkan dari orang ke orang melalui udara. Seperti halnya virus flu pada manusia, virus flu babi terus-menerus berubah dalam tubuh babi. Saluran pernapasan babi memiliki penerima (reseptor) yang peka terhadap virus-virus seperti flu babi, flu manusia dan flu burung. Karena alasan itu, babi memperbesar kemungkinan virus-virus baru muncul di saat semua jenis virus itu tertularkan secara bersamaan. Virus A/H1N1, sebuah gabungan dari virus flu manusia, babi dan burung, hanya muncul pada penerima-penerima (reseptor) yang terdapat dalam saluran pernapasan babi; dengan kata lain, babi berperan sebagai sarang bagi virus-virus untuk bergabung bersama (berpadu). Karena manusia tidak memiliki kekebalan alamiah terhadap virus tersebut dan karena penyebarannya sangatlah cepat, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa penyakit tersebut bakal menyebar di luar kendali sebagai sebuah wabah.

   
Salah satu sisi paling menakutkan dari penyakit tersebut adalah kesamaannya dengan “Flu Spanyol” yang membawa kematian lebih dari 50 juta orang antara bulan September 1918 dan Juni 1920. Virus AH1N1 adalah penyebab penyakit tersebut pada kedua kasus itu. Flu Spanyol juga awalnya ditularkan kepada manusia dari babi-babi di Amerika, dari situ flu tersebut menyebar ke seluruh penjuru dunia, menjadi salah satu wabah terburuk dalam sejarah. Karenanya, jika flu babi tidak bisa dikendalikan, terdapat bahaya bahwa flu babi akan menyebar ke seluruh dunia.    

Al Hadits Mengisyaratkan Bahwa Babi Akan Dimusnahkan di Zaman Akhir

Empat belas abad lalu, Nabi kita, Muhammad SAW, mengisyaratkan bahwa babi-babi akan dimusnahkan di Zaman Akhir:


Imam Mahdi (as) akan datang sebagai hakim adil … ia akan membunuh babi dan membagikan harta benda, tapi karena keberlimpahan mereka tak seorang pun akan menerimanya.

(Al-Qawl al-Mukhtasar fi Alamat al-Mahdi al- Muntadhar, hal. 31)


Hadits ini menunjukkan bahwa akan ada pembunuhan massal babi-babi di masa Imam Mahdi  (as). Bahkan, negara-negara mungkin harus menempuh jalan pembunuhan massal babi-babi demi mencegah penyebaran flu babi jika hal itu menjadi wabah yang mengancam seluruh dunia. Mesir malahan sudah mulai membunuh babi-babi dalam rangka melindungi diri terhadap penyakit itu. Hadits Nabi kita SAW menyatakan bahwa adalah penting untuk membunuh babi-babi, sumber flu babi, sama seperti pihak berwenang mengeringkan rawa-rawa yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk-nyamuk, yang juga senantiasa menyebarkan penyakit.  

 domuzgirbi newyorktimes03may09

Sebagaimana telah disebutkan, saluran pernapasan babi memainkan peran utama dalam kemunculan penyakit berbahaya ini. Hal itu hanyalah satu di antara sejumlah alasan di balik pengharaman Allah memakan babi. Ada banyak hikmah lain di balik Allah mengharamkan penggunaan babi. Sebagiannya dapat disebutkan sebagai berikut:

Babi mengandung belerang dengan kadar tinggi

Karena babi mengandung belerang dengan kadar tinggi, ketika dimakan maka sejumlah besar belerang diserap tubuh. Jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi persendian ketika belerang menumpuk di dalam tulang rawan, otot dan saraf; pengapuran dan hernia. Ketika babi dimakan secara teratur, jaringan ikat lunak dari babi menggantikan tulang rawan keras di dalam tubuh. Akibatnya, tulang rawan menjadi tidak mampu menopang bobot badan, yang pada akhirnya membawa pada kelainan persendian.

 domuzgribi theroot03may09

Babi mengandung hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih

Hormon pertumbuhan dalam kadar berlebihan yang tercerna melalui daging babi mengakibatkan pembengkakan dan kelainan bentuk jaringan. Hal itu dapat menimbulkan penimbunan lemak secara tiba-tiba dan berlebihan. Orang yang memakan babi pada umumnya memiliki bahaya lebih besar mengidap kegemukan. Hal itu berkemungkinan mendorong pertumbuhan yang tidak wajar pada tulang hidung, rahang, tangan dan kaki. Hal paling berbahaya mengenai hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih adalah bahwa hal ini membuka jalan bagi munculnya kanker.

 domuzgribi ap

Memakan daging babi menyebabkan penyakit kulit

Zat yang dikenal sebagai “histamin” dan “imtidazol” pada daging babi menyebabkan gatal berlebihan. Zat-zat ini juga membuka jalan bagi penyakit-penyakit kulit menular seperti eksem, dermatitis dan neurodermatitis.  Zat-zat ini juga meningkatkan bahaya terjangkiti bisul, radang usus buntu, penyakit kantung empedu dan infeksi pembuluh darah nadi. Karenanya, para dokter menyarankan penderita penyakit jantung agar menghindari makan babi.

 bangkokpost2009

Memakan babi menyebarkan cacing trichina

Cacing-cacing trichina yang dicerna melalui daging babi memasuki peredaran darah melalui lambung dan usus dan menyebar ke seluruh tubuh. Cacin trichina terutama mendiami jaringan otot pada daerah rahang, lidah, leher, tenggorokan dan dada. Cacing ini menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot gerak mengunyah, berbicara dan menelan. Hal ini juga menimbulkan penyumbatan pembuluh darah balik (vena), meningitis dan infeksi otak. Kasus-kasus parah bahkan dapat berujung pada kematian. Sisi paling berbahaya penyakit ini adalah tidak adanya obat untuk menyembuhkannya. Berjangkitnya wabah cacing trichina telah diamati dari waktu ke waktu di Swedia, Inggris dan Polandia, walaupun sudah dilakukan pengawasan kesehatan hewan.

 bangkok

Babi sangatlah berlemak dan mengandung zat-zat beracun

Babi sangatlah berlemak. Ketika dicerna, lemak tersebut memasuki peredaran darah dan menyebabkan pengerasan pembuluh darah nadi, meningkatkan tekanan darah dan serangan jantung (coronary infarct). Selain itu, babi mengandung suatu racun yang dinamakan “Sutoxin.” Kelenjar getah bening dipaksa bekerja lebih keras untuk mengeluarkan racun ini dari tubuh. Hal ini ditandai dengan membengkaknya kelenjar getah bening, khususnya pada anak-anak. Jika penyakit ini berlanjut, semua kelenjar getah bening akan membengkak, suhu badan naik dan rasa sakit mulai terjadi.

Ini hanyalah secuil bagian hikmah di balik pengharaman Allah memakan babi. Allah juga menunjukkan kepada kita hikmah pengharaman ini dengan menciptakan flu babi di Zaman Akhir. Bagi orang beriman yang tulus, sekalipun tidak memahami mengapa Allah mengharamkan hal apa pun, kewajiban utamanya adalah menjaga batas yang telah ditetapkan-Nya. Namun dengan adanya wabah baru-baru ini Allah memberitahukan kepada kaum beriman satu bagian lagi dari hikmah itu.

 naturenews
losangelestimes
 Semoga Artikel Ini Bermanfaat.......

INILAH KISAH ORANG SUKU DANI PERTAMA YANG MENJADI "DOKTER"

BERITA POPULER - INILAH KISAH ORANG SUKU DANI PERTAMA YANG MENJADI "DOKTER".  Suku Dani di lembah Jayawijaya, Papua, harus bangga punya pahlawan seperti Meri Tabuni. Berkat ketekunan dan keuletan dia, kesehatan masyarakat di pedalaman itu terjaga. Meri tercatat sebagai tenaga medis pertama yang "lahir" di kalangan suku Dani.

Lobi gedung bioskop di kawasan M.H. Thamrin, Jakarta, pekan lalu terlihat penuh sesak. Ketika itu sedang dilakukan tapping penyerahan anugerah Pahlawan Indonesia Masa Kini oleh sebuah stasiun televisi swasta nasional.

Ada sepuluh kandidat peraih anugerah itu. Masing-masing dibuatkan stan atau booth di kompleks gedung itu. Salah satu yang ramai adalah stan milik Meri Tabuni, perawat atau mantri di Wamena, Jayawijaya, Papua. Tepatnya, perempuan 80 tahun itu tinggal di Tagime, distrik di lembah pegunungan Jayawijaya.

Kiprah kepahlawanan Meri memang menarik perhatian pengunjung. Sayangnya, dia tidak begitu lancar berbahasa Indonesia. Dia harus dibantu cucunya, Dolly Tabuni, untuk menjelaskan perjalanan hidupnya yang berliku.

Menurut Meri, dirinya mulai merintis menjadi tenaga medis di pelosok pedalaman Jayawijaya saat masih berusia 30 tahun. "Kala itu, saya menjadi pembantu di sebuah peribadatan milik misionaris Belanda," ungkapnya.

Di rumah misionaris tersebut, Meri bekerja serabutan membantu seluruh persiapan untuk peribadatan. Bahkan, dia juga bekerja di klinik kesehatan milik misionaris itu setelah selesai di rumah peribadatan.

Dari situlah Meri mulai belajar menjadi perawat, profesi yang langka di daerah lembah Jayawijaya tersebut.

"Nenek saya benar-benar tidak tahu apa-apa saat itu. Beliau kan buta huruf, tidak bersekolah," kata Dolly, cucu pertama di antara delapan cucu Meri.

Ketika mulai diajari menjadi tenaga medis itu, Meri hanya bisa menggunakan bahasa adat suku Dani dan sedikit-sedikit bahasa asing yang sering diucapkan para misionaris. Dia menggunakan prinsip hafalan untuk mengenali obat tertentu guna mengatasi penyakit tertentu.

Dengan tekun mengikuti pelatihan hingga praktik langsung menangani pasien, dia akhirnya bisa menjadi tenaga medis. Bahkan, lantaran menjadi satu-satunya tenaga medis di kalangan suku Dani, tugas Meri merangkap-rangkap tugas sebagai perawat, bidan, sekaligus dokter. Tentu sulit dibayangkan. Apalagi, saat itu Meri masih buta huruf.

Menjadi tenaga medis dengan tiga peran sekaligus tidak lantas membuat kehidupan Meri berkecukupan. Dia tetap "melarat". Apalagi, dia bekerja di klinik swasta milik lembaga keagamaan. Dia tidak mendapat gaji layaknya seorang pegawai negeri. Dia hanya memperoleh "gaji" dari pemberian keluarga pasien atau masyarakat yang "mengasihani" dirinya. Itu pun tidak berbentuk uang, melainkan umbi-umbian dan sayuran.

Kendati begitu, Meri tidak memedulikan. Dia tetap bersemangat membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatannya. "Yang penting, masyarakat senang dengan pelayanan nenek. Dan cepat sehat kembali," ujar Dolly.

Memang, lantaran kliniknya jadi laris didatangi pasien, Merisempat "dicemburui" para dukun adat. Sebab, sebelum ada Meri, setiap orang yang sakit selalu dibawa ke dukun. Termasuk orang yang hendak melahirkan.

Kehadiran Meri membuat intensitas praktik dukun di suku Dani menurun. Dia pun harus menjelaskan bahwa keberadaan dirinya tidak bermaksud ’’mematikan’’ job para dukun. Lama-kelamaan rasa cemburu itu hilang setelah para dukun tahu betapa tugas Meri berlainan dari kerja mereka.

"Nenek begitu telaten menjelaskan permasalahan ini, sehingga para dukun akhirnya bisa memahami," ungkap Dolly.

Hampir sebagian besar layanan kesehatan dilakukan Meri di rumah penduduk. Bukan di klinik milik misionaris yang kini sudah berubah menjadi puskesmas pembantu. Setiap ada warga yang sakit atau butuh pertolongan medis, Meri bergegas menuju rumah pasien dengan berjalan kaki. Kala itu belum ada kendaraan bermotor. Padahal, jalan yang ditempuh bisa sangat jauh.

Keberadaan Meri sebagai tenaga medis terlatih saat itu benarbenarmenjadi semacam oasis bagi penduduk setempat. Sebab, lokasi layanan kesehatan yang terdekat kala itu terletak di Kota Wamena yang jaraknya cukup jauh dari lembah Tagime. Ketika jalan sudah baik dan mulus saja dibutuhkan waktu 2,5 jam naik mobil untuk menuju Wamena.

"Saya tidak bisa membayangkan, dulu berapa lama perjalanan yang ditempuh nenek dari Tagime ke Wamena," ujarnya.

Selama puluhan tahun menjadi tenaga medis di desa terpencilJayawijaya, Meri mempunyai banyak kenangan tak terlupakan. Kenangan manis maupun pahit itu sering diceritakan kepada anak cucunya sampai sekarang. Salah satunya, saat terjadi konflik di Jayawijaya pada akhir 1970-an.

Menurut cerita Meri, saat Jayawijaya dilanda konflik antara separatis Papua Merdeka dan pasukan TNI, hampir seluruh penduduk menyelamatkan diri masuk hutan. Hanya orang-orang tertentu yang tidak mengungsi.

"Termasuk keluarga saya. Sebab, saya harus berjaga-jaga kalau ada warga yang terluka," katanya.

Dia pun ikut memobilisasi warga yang mengungsi di hutan untuk kembali ke rumah masing-masing begitu perang usai. Nah, saat itulah diketahui banyak warga yang terkena malaria. Meri pun menjadi orang yang sangat sibuk menangani pasien yang kondisinya memprihatinkan.

"Ilmu yang saya peroleh dari para misionaris betul-betul membantu saya menangani para pasien itu," tutur Meri.

Setelah mengabdi tanpa pamrih selama 27 tahun, Meri akhirnya diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada 1987. Dia pensiun pada 2009.

Pada akhir masa pengabdiannya sebagai pegawai pemerintah, Meri sudah tidak buta huruf. Menurut Dolly, neneknya sudah bisa membaca dan menulis, meski tidak selihai dirinya.

Walaupun sudah pensiun dan usianya sudah lanjut, Meri ternyata belum mau berhenti mengabdikan tenaganya untuk masyarakat. Di rumahnya, dia sampai sekarang tetap melayani konsultasi KB dan memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di desanya. Penyuluhan dilakukan di sela-sela aktivitas keagamaan di gereja. Materi penyuluhan yang gencar dikampanyekan, antara lain, bahaya HIV/AIDS.

Kini kiprah Meri dilanjutkan cucunya, Dolly, yang menjadi tenaga medis di puskesmas pembantu yang dulu menjadi tempat bekerja Meri. Dia dibantu tiga perawat. "Tapi, puskesmas kami belum ada dokternya," ujar Dolly.

ADAKAH EFEK SAMPING DARI BAGEL HEAD TERADAP TUBUH?

BETWIN188 AGEN SBOBET TERPERCAYA
BERITA POPULER - ADAKAH EFEK SAMPING DARI BAGEL HEAD TERADAP TUBUH? Sejak kemunculannya, tren modifikasi tubuh ekstrem bagel head menuai pro dan kontra. Sebenarnya, apakah metode tersebut berbahaya? Hal itulah yang membuat Omar A. Ibrahimi, dokter kulit dari Connecticut Skin Institute di New York, Amerika Serikat, angkat bicara.

Tubuh memang dengan aman bisa menyerap larutan garam yang disuntikkan di bawah kulit. Dokter menggunakannya sebagai bentuk anestesi lokal. ”Tetapi, larutan garam dengan konsentrasi tinggi bisa membebani kemampuan tubuh untuk memprosesnya,” kata Ibrahimi.

Jika tidak diperhatikan, efek terburuk yang mungkin muncul adalah dehidrasi ekstrem pada manusia. Kalau itu terjadi, bisa-bisa pembuluh darah pecah yang berujung kematian.

Selain itu, jangan lupa perhatikan kesterilannya. ”Kalau larutan garam tidak steril, banyak risiko infeksi bakteri atau jamur,” imbuh Ibrahimi. Sebagian besar bakteri yang umum ditemukan dalam air steril bisa dibunuh oleh sistem kekebalan tubuh. Tetapi, ketika sudah masuk ke dalam saluran pencernaan, bakteri itu memiliki kesempatan lebih tinggi untuk menyerang tubuh.

Ibrahimi juga menjelaskan, pembentukan kepala menjadi bagel yang dilakukan terusmenerus bisa membahayakan tingkat elastisitas kulit kepala itu sendiri. ”Bahkan, bisa mengerut,” ujarnya. Wah, kasian dong. Kita masih muda coy, masak mau punya jidat berkerut kayak manula umur 60-an?

Duduk di Depan Komputer Lebih Dari 5 Jam Beresiko Cepat Mati

Duduk di Depan Komputer Lebih Dari 5 Jam Beresiko Cepat Mati. Menurut penelitian, menghabiskan waktu lebih dari 5 jam per hari di depan komputer bisa merusak jantung dan menjurus ke kematian lebih cepat. Penyebabnya adalah posisi duduk, terutama duduk bersandar, yang merupakan posisi umum saat orang bekerja dengan komputer, bermain game, ataupun menonton televisi.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Emmanuel Stamatakis, peneliti dari University College London, Inggris. Ia melakukan penelitian terhadap lebih dari 4.500 orang berusia di atas 35 tahun dan hasilnya dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology.

Temuan ini menambah bukti-bukti yang terus terkumpul seputar bahayanya berlama-lama duduk. Padahal, kecenderungan yang terjadi saat ini adalah orang semakin banyak yang duduk di depan komputer saat bekerja di kantor.

“Orang yang menghabiskan waktu lebih dari 4 jam berturut-turut per hari di depan komputer memiliki peluang 125 persen lebih tinggi akan mengalami kematian terkait penyakit jantung dibanding mereka yang hanya menghabiskan waktu kurang dari 2 jam di depan layar,” kata Stamatakis, seperti dikutip dari Examiner, 20 April 2011.

Stamatakis menyebutkan, dari penelitian, mereka juga menemukan bahwa 48 persen orang yang menghabiskan waktu 4 jam di depan komputer berturut-turut juga berpeluang mengalami kematian lebih cepat akibat faktor lain di luar jantung.

Lebih lanjut, mereka yang menghabiskan lebih dari 5 jam di depan komputer per hari, risiko mati lebih cepatnya naik secara signifikan.

Sebelumnya, diperkirakan bahwa mereka yang menghabiskan waktu terlalu banyak di depan komputer, atau juga di depan televisi, merupakan orang yang malas berolahraga dan menyebabkan munculnya penyakit. Namun, dari data yang didapat, tidak demikian.

“Orang yang berolahraga secara reguler di waktu luang mereka juga memiliki peluang untuk mati lebih cepat,” kata Stamatakis.

Peneliti meyakini bahwa penyebabnya memang adalah duduk yang terlalu lama. Posisi tersebut diketahui menyebabkan penurunan 90 persen lipoprotein lipase dan enzim jantung yang sehat. Pembengkakan dan masalah metabolisme yang disebabkan oleh ketidakatifan dalam waktu panjang juga menjadi sumber permasalahan.

Akan tetapi, ada solusi bagi mereka yang terpaksa harus bekerja di depan komputer sepanjang hari. “Anda harus bangun setiap 20 menit dan berjalan kaki sejenak,” kata Stamatakis. “Itu akan menurunkan masalah-masalah tersebut dan mungkin akan meningkatkan peluang Anda untuk hidup lebih lama,” ucapnya.

Kebiasaan Yang Membuat Tubuh Tampak Lebih Tua

Kebiasaan Yang Membuat Tubuh Tampak Lebih Tua. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa merokok dan minuman beralkohol berefek negatif bagi kesehatan. Namun tidak banyak orang mengetahui apa saja hal-hal yang tampaknya sepele namun berdampak besar terhadap kesehatan. Berikut ini beberapa jenis kebiasaan yang membuat tubuh tampak lebih tua tanpa kita sadari.

1. Melihat dengan menyipitkan mata
Seringkali kita mengamati sesuatu yang menarik dengan berjinjit dan menyipitkan mata. Sebenarnya, kebiasaan ini menjadikan kerutan di sekitar mata semakin jelas.

Untuk meningkatkan elatisitas kulit sekitar mata, gunakan krim kolagen, lalu urut daerah sekitar mata dengan arah kanan-kiri dan atas-bawah. Lakukan beberapa kali sehari. Pastikan juga Anda memakai kacamata hitam saat berada di luar ruangan atau pakailah kacamata jika memiliki gangguan penglihatan.

2. Memakai bodi scrub
Secara rutin kita memang harus membuang sel-sel kulit mati agar kulit terlihat lebih bercahaya. Tetapi jangan menggosok tubuh terlalu keras atau terlalu sering. Luluran dengan scrub lebih dari sekali dalam seminggu, bisa menyebabkan kerusakan lapisan kulit dan melemahkan fungsi alami kulit sebagai pelindung. Terlalu keras dan terlalu sering melulur tubuh, juga bisa menimbulkan luka dan infeksi jaringan kulit. Pada akhirnya, kulit akan rentan terhadap proses penuaan.

Bagi pemilik kulit sensitif atau alergi, hindari lulur berbahan buah dan gel. Setelah melulur tubuh, jangan lupa gunakan pelembab. Produk yang mengandung minyak zaitun dan lidah buaya sangat dianjurkan bagi kulit kering. Bagi kulit berminyak, gunakan produk bebas minyak, atau produk dengan kandungan asam hyaluronic yang cocok untuk kulit berminyak.

3. Minum menggunakan sedotan
Walaupun terlihat seksi, minum menggunakan sedotan tidak baik bagi kesehatan kulit. Gesekan antara kulit bibir dengan sedotan menimbulkan kerutan di sekitar mulut yang sangat sukar dihilangkan saat facial atau pengencangan.

4. Merokok
Menyelipkan rokok di sela-sela bibir bisa menimbulkan kerutan pada bibir. Para perokok biasanya akan terlihat lebih tua daripada orang yang tidak merokok, bukan hanya karena penuaan kulit, tetapi akibat kerutan sehingga menimbulkan efek menua.

5. Postur tubuh
Selain menjaga kesehatan kulit, penampilan kita juga sangat dipengaruhi postur tubuh. Punggung yang bungkuk, bahu yang jatuh dan dada yang turun akan membuat gadis 20 tahun terlihat sangat tidak menarik.

6. Kebiasaan mengunyah
Kebiasaan mengunyah permen karet atau makanan ringan bukan hanya berbahaya pada luka lambung, tetapi juga menyebabkan kerutan dan penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah akan meningkat dan adanya penonjolan pembuluh darah.

Apabila ingin mengunyah permen karet, lebih baik mencoba meditasi berikut. Coba rileks dan duduk nyaman, lalu letakkan tangan di lutut dengan telapak terbuka. Tarik napas panjang lewat hidung lalu keluarkan melalui mulut, lakukan berulang-ulang.