Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Alat Penambang BitCoin Tercepat Ternyata Dari Indonesia

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/alat-penggali-bitcoin-tercepat-ternyata-dari-indonesia.htmlseksimemek ~ Bitcoin dihasilkan melalui pemecahan soal matematika yang melibatkan serangkaian perhitungan algoritma rumit di komputer. Tak sembarang komputer pula bisa dipakai untuk melakukan kegiatan yang disebut "menambang" Bitcoin ini. Bisa-bisa hanya menghabiskan listrik, sementara tidak satu pun Bitcoin dihasilkan.

Dikarenakan tingkat kesulitan mining Bitcoin yang semakin lama semakin meningkat, diperlukan semacam komputer khusus yang bisa menyelesaikan proses penambangan dengan lebih cepat dibanding desktop biasa. Komputer ini pun tak harus besar dan mahal. Ada pula yang berbentuk dongle USB seperti Redfury.

Redfury adalah USB penambang Bitcoin yang diklaim tercepat di dunia dengan daya komputasi sekitar 2,5 Gigahash (kemampuan menyelesaikan perhitungan matematika yang dijadikan tolok ukur kinerja miner Bitcoin). Orang-orang di belakangnya ternyata adalah para anggota Indonesian Bitcoin Community (IBC).

"Dulu, yang paling cepat adalah produk sejenis dari China dengan 0,3 Gigahash, tapi kini Redfury yang tertinggi," ujar Tiyo Triyanto dari IBC. Untuk memakainya, pengguna tinggal menghubungkan Redfury ke komputer melalui port USB, kemudian menjalankan program mining. "Komputernya tak harus kencang, cukup netbook atau yang sejenis agar hemat listrik," jelas Tiyo.

Seberapa cepat Redfury menambang Bitcoin? Untuk memberi gambaran, Tiyo mengonversi nilai mata uang virtual itu ke rupiah. "Apabila dijalankan selama sebulan penuh tanpa berhenti, maka Redfury bisa menghasilkan Bitcoin senilai Rp 300.000 dengan asumsi 1 Bitcoin (BTC) bernilai 800 dollar AS," paparnya.

Bitcoin memang bisa dipecah-pecah menjadi unit yang lebih kecil, misalnya 0,01 BTC yang dikenal sebagai "centibit", dan 0,001 BTC yang disebut "milibit". Hal tersebut diperlukan karena nilai Bitcoin yang bisa menyentuh angka ribuan dollar AS belakangan ini membuatnya kurang praktis untuk dipakai dalam transaksi bernilai kecil.

Adapun Redfury dihargai sekitar Rp 1,5 juta. Miner ini bisa diperoleh lewat sejumlah reseller dan forum jual beli online atau komunitas. Tiyo mengatakan bahwa batch pertama Redfury yang diproduksi sebanyak 3.000 unit untuk sekarang sudah habis terjual.

Rahasia kecepatan Redfury terletak pada chip ASIC (application-specific integrated circuit) yang khusus menangani urusan mining Bitcoin. ASIC, disebut Tiyo, memiliki kinerja yang lebih mumpuni dan lebih hemat listrik dibandingkan solusi penambangan Bitcoin lainnya.

"Sebelum ASIC, orang-orang menggunakan CPU, lalu rangkaian GPU berukuran besar, kemudian setelah itu FPGA. Kini, untuk memperoleh kinerja serupa cukup dengan ASIC yang kecil," jelas Tiyo.

Kendati memproduksi perangkat Bitcoin miner di Indonesia, dia mengaku bahwa sebagian besar pembeli Redfury datang dari luar negeri. "Mungkin hanya 10 persen pembeli dari Indonesia. Bitcoin memang lebih marak di luar dan belum begitu dikenal di sini."

Bitcoin sendiri sejak awal dirancang agar hanya bisa diproduksi dalam jumlah terbatas sebanyak 21 juta keping. Saat ini sudah sekitar setengah dari angka tersebut yang ditambang dan beredar. Seiring waktu, Bitcoin diprediksi sudah tak bisa "digali" lagi pada tahun 2140.

Bitcoin.org memberi peringatan bahwa proses mining memiliki pasar yang terbatas dan ketat persaingannya. Tidak semua pengguna melakukannya, dan ini bukanlah sebuah cara cepat untuk mendapatkan uang.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/01/20/0834070/.Penggali.Bitcoin.Tercepat.Berasal.dari.Indonesia

Kisah Orang Indonesia Yang Selamat Nyelinap di Roda Pesawat

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/kisah-orang-indonesia-yang-selamat-nyelinap-di-roda-pesawat.htmlseksimemek ~ Mulus mendarat. Rabu 18 Februari 1981 itu,  Kemayoran masih pagi. Pukul delapan lebih 30 menit. Empat puluh penumpang bersiap keluar dari tubuh pesawat Mandala itu. Lalu tiba-tiba heboh. Buang Budiyono, seorang petugas Apron Movement Control, menemukan kaki menjulur. Dari bagian belakang ruang roda pesawat.

Astaga! Semua terkejut. Para penumpung bergegas. Berkerumun di bagian belakang pesawat. Sang pilot, Kapten Guritno, juga ke situ. Sejumlah petugas mengeluarkan seorang pria dari ruang roda itu. Dia berpakaian lusuh. Tubuh lemas. Tapi dia masih bernafas. Lelaki ini selamat, dengan daftar penderitaan yang membuat kita meriang.

Kedua kaki luka berat. Nyaris busuk. Tubuhnya hitam legam seperti diserbu asap hitam. Tubuh itu dibaluri oli. Ada darah mengental yang membekas di celana. Juga luka bekas gigitan di salah satu pangkal paha. Lelaki itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta Pusat.

Besoknya, berita tentang pria bernyali “gila” itu ramai di media massa. Namanya Tarsono. Asal Semarang. Terbang ke Jakarta dengan cara nyaris bunuh diri. Menekuk tubuh di ruang roda pesawat. Semula dia mengaku sebagai petani. Dari sebuah kelurahan di Jawa Tengah.

Setelah ditelusuri alamat yang disodorkan itu palsu belaka. Setelah dicari-cari, polisi kemudian menyebutkan Tarsono adalah seorang gelandangan dari Pasar Bulu di Semarang.

Mustahil Tapi Nyata

Nyali gila Tarsono ramai dibicarakan orang banyak. Lengkap dengan daftar pertanyaan, yang mungkin cuma dia yang tahu jawabannya. Bagaimana dia masuk. Bagaimana nyawanya bisa selamat. Bagaimana bertahan hidup di ketinggian 12 ribu kaki tanpa perlindungan.  Selama sekitar 1,5 jam. Pesawat itu lepas landas dari  Bandara Ahmad Yani Semarang, pukul 7 pagi. Mendarat di Jakarta pukul 8 lebih 30 menit.

Ruang dia bersembunyi juga sungguh sempit. Sejumlah media massa saat itu menulis, ruang itu hanya berukuran sekitar satu meter kubik. Rongga roda yang menjadi “pintu masuk” ke ruang sempit itu juga cuma selebar 30 senti.

Lalu bagaimana dia masuk? Ini tentu pertanyaan banyak orang. Tarsono, begitu dugaan saat itu, masuk dengan cara menginjak backstay atau alat penyangga roda pesawat. Alat itu membentuk siku terhadap strut, yang juga berhubungan dengan roda.

Demi melewati rongga sepanjang penggaris normal yang pas dengan tubuhnya, ia berpegangan pada post dan hydraulic jack, yang berada di langit-langit saat roda dalam posisi mendarat.

Ketika pesawat melayang dan perlengkapan mekanis roda masuk, tubuh Tarsono yang setinggi 1,65 meter tertekuk. Ia berada dalam posisi “mati”. Kepalanya akan tertindih hydraulic jack dan pantatnya terhimpit pada dinding rangka pesawat. Tangannya mungkin berpegangan pada post.
“Waktu saya duduk tiba-tiba seperti ada yang mendorong. Rasanya seperti ditekuk,” begitu kisah Tarsono saat itu, sebagaimana ditulis sejumlah media massa.

Terbang dengan cara Tarsono ini tentulah  super sengsara. Ketika mesin pesawat menderu, suhu mesin bisa mencapai 730 derajat selsius. Dari pipa pembuangan pembakaran, suhunya 300 derajat selsius. Beruntung ada pembatas panas. Pembatas itu ada di antara ruang mesin dan ruang roda, sehingga panas bisa ditekan ke bawah bilangan 100 derajat selsius.

Begitu hendak lepas landas, putaran mesin turbin menunjukkan 15 ribu rpm. Angka itu menurun jadi 14 ribu rpm saat pesawat sudah dalam posisi melayang. Tapi suaranya tetap bisa membuat telinga kita sepi selamanya.

Jadi silahkan membayangkan  bagaimana Tarsono bertahan dalam kondisi itu. Seorang pilot senior yang diwawancara media saat itu, menjelaskan bahwa kemungkinan Tarsono sempat jatuh pingsan. Lantaran tubuhnya tertekan ruang yang begitu sempit, ia tak meluncur ke bumi. Ruang gerak Tarsono mungkin sedikit lega saat roda mulai terjulur.

Tapi roda menjulur itu baru terjadi di sekitar wilayah Bekasi, yang jaraknya tiga menit atau 8 mil dari Kemayoran. Selebihnya, dia meringkuk di ruang sempit penuh derita itu.

Kisah Dikejar anjing

Lalu mengapa dia nekat masuk ke situ. Sudah lama, begitu pengakuan Tarsono yang ditulis media massa saat itu, ingin menumpang pesawat ke Jakarta. Apa daya uang tak punya. Sebelum ke Semarang, ia tinggal bersama ayahnya di Jombang, Jawa Timur. Pernah menjadi pencari kayu dengan upah Rp300 per hari. Demi penghasilan lebih, dia lalu berangkat ke Semarang. Berangkat tanpa tujuan, akhirnya terdampar menjadi gelandangan.

Ingin menumpang pesawat ke Jakarta itu belum tentu menjadi alasan Tarsono nekat dengan nyali “gila” itu. Soalnya, kepada petugas medis yang memeriksa dia mengaku, bersembunyi di ruang roda pesawat karena dikejar anjing. Luka bekas gigitan di pangkal paha tadi, adalah bukti yang disodorkan Tarsono. “Rasanya seperti ada yang mengejar, mungkin anjing. Saya takut sekali,” begitu katanya.

Kapan dan bagaimana dia masuk? Nyaris belum ada jawaban pasti. Yang berkembang adalah dugaan. Tarsono diduga menyelinap ke ruang ronga pesawat sekitar pukul 5 pagi. Mungkin berbaur dengan para petugas yang mulai ramai. Tapi jika dugaan  ini benar, saat itu sekitar 10 petugas keamanan bersiaga. Bagaimana dia bisa lolos?

Lalu berkembang pula dugaan bahwa ia datang tengah malam saat pengamanan belum begitu ketat. Di bagian Tenggara pangkalan udara, ada persawahan dan kereta api. Memang dipisahkan kawat berduri, tapi jika bisa masuk dari situ, hanya butuh waktu sekitar satu menit mencapai pesawat.

Jika itu benar, maka yang menjadi teka-teki, mengapa petugas tidak melihat Tarsono saat mengecek kondisi pesawat. Lalu ada pula dugaan begini: mungkin ia baru masuk saat pesawat akan lepas landas. Jika dugaan itu benar,  itu artinya Tarsono hanya punya waktu sekitar satu menit untuk masuk dan 28 detik untuk melipat tubuh. Luar biasa memang.

Dugaan mana yang benar, memang belum terjawab. Sebab sejak mendarat  di Kemayoran itu Tarsono seperti hilang ingatan. Menurut polisi, bicaranya rada ngawur. Sehari setelah mendarat dengan selamat itu, ia dipulangkan ke Semarang. Dirawat di RSUD Dr Kariadi. Dan Selasa, 24 Februari 1981,  hasil pemeriksaan dokter menyebutkan Tarsono ternyata mengalami gangguan jiwa fungsional.

Nyali Dua Remaja

Enam belas tahun setelah aksi edan Tarsono. Dua remaja ini ditemukan mengigil di ruang roda Garuda Airbus A300-B4. Terbang dari Medan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Manto Manurung dan Siswandi Nurdin Simatupang, sontak mengejutkan khayalak ramai. 

Pada Selasa 23 September 1997 itu, pesawat dengan 149 penumpang ini lepas landas pukul 7 lebih 30 menit. Mendarat di Jakarta pukul 9 lebih 47 menit. Dua jam lebih di langit.

Seperti kisah Tarsono, Manto dan Siswandi ditemukan pertama kali oleh petugas yang hendak memasang chock pada roda depan pesawat. Ada sebagian baju yang menyembul dari ruang roda depan itu. Setelah diperiksa, ternyata ada dua remaja tanggung melipat tubuh di sana.

Manto ditemukan dalam kondisi lemah. Kaki kanan remaja setinggi 1,5 meter itu cedera. Pergelangan tangan kiri terluka. Sedang Siswandi, yang tingginya 1,65 meter seperti Tarsono, lebih bugar. Hanya tangan kanan sedikit lecet.

Salah satu dari mereka baru berhasil dikeluarkan pukul 10 lebih 30 menit. Ruang roda yang begitu sempit menyulitkan para petugas.

Banyak orang tercengang. Bagaimana dua remaja itu bisa selamat. Mereka bisa saja tergencet roda,  yang saat masuk ke ruang penyimpanan berputar dan amat panas. Mereka juga harus bertahan dengan suhu minus 50 derajat selsius selama pesawat melayang di ketinggian 30 ribu kaki.

Apalagi, ruang persembunyian itu tidak bertekanan seperti kabin penumpang. Dibanding kasus Tarsono, ruang roda tempat Manto dan Siswandi melipat tubuh memang sedikit lebih luas. Ruang itu juga jauh lebih dingin. Itu sebabnya mereka mengigil. Salah satunya bahkan pingsan.

Modal nekat

Tidak seperti Tarsono,  yang melantur dan mengaku  dikejar anjing,  Manto dan Siswandi memang sudah merencanakan aksi ini. Rencana itu tercetus pukul 10 malam, pada Senin 22 September 1997. Mereka mematangkan rencana “gila” ini di kamar kos Siswandi.

Setelah dirasa cukup matang, mereka bergegas ke bandara Polonia. Hari masih gelap. Pukul 3 pagi. Menyelinap lewat parit. Lokasinya tak jauh dari landasan pacu. Dari parit itulah mereka mengendap ke ruang roda pesawat.

Semula mereka berempat. Namun, dua temannya lebih rasional. Memutuskan tinggal. Hanya Manto dan Siswandi yang main “seruduk”.

Menurut Pujobroto, Pelaksana Harian Dinas Hubungan Bisnis Garuda Indonesia Airlines keduanya bertahan di “tempat persembunyian” selama kurang lebih 4,5 jam. Pukul 4 lebih 30 menit, teknisi memeriksa pesawat dan menyatakannya dalam kondisi baik. Tiga jam kemudian pesawat lepas landas.

Siswandi berkisah bahwa dia sempat sesak napas saat pesawat melayang di langit. Mungkin karena kekurangan oksigen. Lalu dia tertidur.  “Tidurnya ya jongkok,” katanya, sebagaimana ditulis media massa saat itu. Sementara Manto, masih terus membuka mata.

Saat ditemukan, mereka sama sekali tak membawa kartu identitas. Beruntung Siswandi tak selemah Manto.  Sehingga masih bisa menyebutkan nama sekolah dan alamat orang tuanya di Batangkuis, Deliserdang. Siswandi mengaku, nekat terbang dengan cara berbahaya ini  karena sering bolos sekolah dan takut dikeluarkan.

Menurut kedua orang tuanya, Siswandi memang bandel. Setelah tamat SMTP akhir tahun 1996, ia sempat dimasukkan pesantren di Garut, Jawa Barat. Namun hanya lima bulan, karena Siswandi kemudian kabur entah ke mana. Kabarnya, ia pernah menjadi kernet truk.

Awal tahun 1997, ia kembali pulang dan mengaku salah. Siswandi yang siap melanjutkan sekolah, didaftarkan ke tempat studi pilihannya sendiri: SMU Negeri 1 Deliserdang. Tak disangka, di sana ia tetap sering bolos. Dan akhirnya nekat ke Jakarta, dengan cara mengaduk nyali.

Sumber: http://us.sorot.news.viva.co.id/news/read/474114-nyali-gila-dari-langit

Survei: Jutaan Anak Usia SD Kecanduan 'Gadget'

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/survei-jutaan-anak-usia-sd-kecanduan-gadget.html
seksimemek ~ Orang tua mulai khawatir anak-anak mereka mengalami kecanduan gadget. Penelitian yang telah dipublikasikan Uswitch.com menunjukkan, lebih dari seperempat anak-anak di seluruh dunia memiliki komputer genggam sebelum usia mereka genap delapan tahun.

Ahli telekomunikasi dari Uswitch.com, Ernest Doku mengatakan sekitar dua juta anak di bawah delapan tahun telah memiliki tablet. Orang tua pun merasa khawatir lantaran anak-anak merasa tidak lengkap jika tidak memainkan gadget. Orang tua juga mulai cemas akan kehilangan kontrol terhadap apa yang dilihat, ditonton atau dimainkan anak melalui gadget yang digunakan.

Berdasarkan hasil survei, satu dari tiga anak bahkan mulai menggunakan smartphone ketika berumur tiga tahun. Satu dari 10 anak menikmati gadget dalam usia yang lebih muda yakni dua tahun. Fenomena ini menunjukkan, jutaan anak mengalami kecanduan gadget.

Para peneliti mewawancarai 571 orang tua yang memiliki anak usia di bawah 16 tahun. Para orang tua memandang kebiasaan hi-tech tersebut sebagai tanda telah terobsesi dengan teknologi.

Seperempat responden mengatakan anak-anak mereka merasa 'hilang' tanpa adanya teknologi. Lebih dari seperempat responden juga mengaku akan menghabiskan lebih banyak uang untuk alokasi gadget dibandingkan tahun lalu.

Doku mengatakan orang tua perlu mengawasi apa saja yang dimainkan oleh si anak melalui gadget. Karena penggunaan gadget yang berlebihan berpotensi mencekik pengeluaran lantaran banyaknya aplikasi game online yang berbayar alias tidak gratis.

Tahun lalu, seorang gadis delapan tahiun menghabiskan empat ribu poundsterling ketika bermain online melaluigameiPad ayahnya. Raksasa teknologi Apple, pemilik merek iPad setidaknya telah mendapatkan 32,5 miliar poundsterling untuk pembelian aplikasi.

Sumber: http://berita.plasa.msn.com/teknologi/republika/survei-jutaan-anak-usia-sd-kecanduan-gadget

Makanan Indonesia yang Digemari di Maroko

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/makanan-indonesia-yang-digemari-di-maroko.html
seksimemek ~Demo memasak Indomie yang dilakukan mahasiswa Indonesia dalam pameran kebudayaan yang diadakan Universitas Hassan II yang terletak di kota Casablanca, Maroko, berhasil menarik perhatian mahasiswa.

Indomie yang merupakan merek makanan cepat saji yang digemari mahasiswa itu pun habis dibagi-bagikan kepada mahasiswa.

Tidak hanya mi instan, Indonesia juga memperkenalkan beberapa makanan khas daerah seperti cilok, bakwan, es buah banyumasan, piscok, arem-arem.

Stand Indonesia mendapat sambutan yang meriah dengan banyaknya pengunjung dan ingin mencicipi makanan khas Indonesia yang disediakan.

Selain itu beberapa hasil kerajinan Indonesia seperti baju batik, tas batik, gantungan kunci batik, mukena, tas laptop batik dan lainnya.

Seperti diungkap Koordinator Departemen Media Informasi PPI Maroko, Burhan Ali, pameran kebudayaan yang berlangsung selama dua hari itu juga diikuti berbagai negara di antaranya Malaysia, Turki dan Maroko sebagai tuan rumah.

Keikutsertaan mahasiswa Indonesia dalam pameran tersebut merupakan untuk pertama kalinya sejak diadakan beberapa tahun yang lalu.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/05/03/m3f4ai-wah-ini-dia-makanan-indonesia-yang-digemari-di-maroko

Dokter Umum diganti Dokter Primer, Setara Spesialis

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/ke-depan-dokter-umum-diganti-dokter-primer-setara-spesialis.htmlseksimemek ~Selama ini, dokter umum merupakan istilah yang digunakan untuk dokter dapat mengobati semua penyakit dan paling mudah dijumpai di layanan kesehatan primer seperti puskesmas ataupun klinik. Namun, dengan implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), istilah tersebut akan ditiadakan.

"Ke depannya tidak ada lagi dokter umum, melainkan diganti dengan dokter layanan primer," ujar Manajer Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Pradana Soewondo dalam Quo Vadis Dokter Indonesia, Sabtu (11/1/2014) di Jakarta.

Kendati demikian, lanjut dia, dokter layanan primer tidaklah sama dengan dokter umum. Sebaliknya, dokter layanan primer memiliki tingkat kompentensi yang lebih tinggi dibanding dokter umum dan setara dengan dokter spesialis.

Pradana menjelaskan, untuk mendapatkan kompetensi sebagai dokter layanan primer, dibutuhkan pendidikan lanjutan seperti halnya dokter spesialis. Namun, dengan mengharuskan setiap dokter yang memberi pelayanan di tingkat primer mengambil pendidikan lanjutan, sebelum praktik dokter membutuhkan waktu yang lebih panjang dari sebelumnya.

"Dari yang semula sejak tahap akademik hingga internship membutuhkan tujuh setengah hingga delapan tahun, dengan adanya pendidikan lanjutan mungkin akan lebih panjang lagi," kata Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI ini.

Karena itu, Pradana menekankan pentingnya pendidikan non-formal seperti sertifikasi dan pelatihan-pelatihan. Langkah ini bermanfaat untuk menambah jumlah dokter layanan primer dengan waktu yang relatif cepat, mengingat program JKN sudah berjalan.

Menurut dia, perlu dibuat revisi pendidikan dokter sehingga dalam jangka waktu lima hingga lima setengah tahun saja, tahap akademik, profesi, hingga internship bisa selesai dan dilanjutkan dengan pendidikan dokter layanan primer.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar di Bidang Kesehatan Masyarakat Sudarto Ronoatmodjo mengatakan, diperlukan pembentukan standar kompetensi pendidikan dokter layanan primer dengan segera. Pasalnya, tidak mungkin selamanya pendidikan dokter layanan primer hanya diperoleh melalui jalur non-formal.

"Di tahun 2014 sampai 2019 mungkin pendidikan dokter layanan primer bisa diperoleh melalui jalur non-formal. Namun, selebihnya perlu ada pendidikan formal dengan standar kompetensi yang jelas sehingga targetnya pada 2030 jumlah dokter layanan primer sudah cukup dengan kualitas yang baik," paparnya.

Sementara itu, kendati tingkat kompetensi dokter layanan primer setara dengan dokter spesialis, tetapi jenis kompetensi keduanya berbeda. Ketua Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia Sugito Wonodirekso menjelaskan, kompetensi dokter layanan primer meliputi kontak pertama dan langsung dengan pasien dapat mendiagnosis semua macam penyakit, gejala penyakit, usia, kelamin, dan ikut berperan dalam pencegahan penyakit secara umum.

Sedangkan dokter spesialis hanya menindak penyakit-penyakit tertentu yang sesuai dengan spesialisasinya. Dokter spesialis juga perlu kompeten dalam melakukan tindakan invasif terhadap pasien.

"Sebagai contoh, dokter layanan primer boleh saja mempelajari tentang jantung hingga tingkat molekuler, tetapi tetap tidak boleh melakukan tindakan kateterisasi. Yang berwenang melakukannya adalah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah," terangnya.

Sumber: