Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Mainan Laser Berisiko Butakan Mata

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/mainan-laser-berisiko-butakan-mata.htmlseksimemek ~Sebuah laporan yang dimuat di JAMA Ophthalmology mengungkap kasus bahaya laser pada anak. Laser berkekuatan tinggi yang diperdagangkan dengan bebas punya dampak serius membutakan mata.

Tim dokter dari Duke University Medical Center di Durham, Carolina Utara melaporkan seorang anak berusia sembilan datang ke rumah sakit setelah dibutakan oleh orang dewasa akibat laser genggam.

"Hingga dia tiba, tidak ada yang menyadari ada cedera serius dan kami melihat pendarahan," kata salah satu dokter penulis laporan, Cynthia Toth.

Laser berdaya besar menembus lensa mata anak tersebut dan memecahkan pembuluh darah di bagian belakang matanya.

"Laser tersebut berukuran besar dan dijual sebagai mainan, namun itu adalah senjata yang berbahaya. Anda bisa menyalakan api dari daya laser tersebut," terang Toth.

Toth adalah profesor ophthalmologi dan teknik biomedis di Duke. Dia juga berpengalaman memelajari laser.

Laser berdaya besar tersebut terbuat dari komponen bongkaran proyektor home theater dan dibeli secara online.

Menurut  Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, laser merupakan radiasi elektromagnetik berkekuatan tinggi yang digunakan di berbagai produk mulai pemutar musik, printer hingga alat operasi mata. FDA mengatur penggunaan laser, seperti produk elektronik pemancar radiasi lainnya, dan membagi produk tersebut dalam beberapa kategori dan sub-kategori.

Laser kategori 3a di antaranya produk yang digunakan sebagai pointer saat presentasi. Laser ini berkekuatan maksimal lima 5 miliwatt (mW) pada spektrum cahaya dan berada di bawah peraturan FDA. Sementara laser kategori 4 biasa digunakan di industri dan kebutuhan medis. Laser tipe ini termasuk berbahaya yang membawa efek langsung.

Laser yang digunakan anak dalam laporan tersebut adalah kategori 4. Laser tersebut berdaya 1.250 mW.

Penglihatan anak tersebut perlahan pulih setelah dua bulan. Namun, orang lain yang mengalami kasus serupa tidak semuanya selamat.

Dalam beberapa bulan terakhir, laporan mengenai cedera mata diterbitkan dalam jurnal lain, kata Toth. Pada satu kasus, laser membakar bagian belakang mata secara menyeluruh.

"Saya mengira laser dengan daya lebih tinggi kini semakin mudah tersedia dibandingkan di masa sebelumnya. Jadi, saya tidak heran jika terjadi peningkatan jumlah cedera," sambung Toth.

Stacy Pineles, asisten profesor ophthalmologi dan spesialis retina di Stein Eye Institute di University of California, Los Angeles mengatakan besarnya kerusakan mata bergantung kekuatan laser.

"Laser bergelombang pendek yang banyak tersedia saat ini lebih mudah diserap retina dan bisa menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen," terang Pineles.

Menurutnya sudah waktunya bagi produsen laser untuk menciptakan laser dengan perlindungan maksimal. Sedangkan menurut Toth, yang terpenting adalah tidak membiarkan anak-anak bermain laser tipe apa pun.

"Bahkan laser yang diklaim aman pun bisa berbahaya," katanya seraya menambahkan, jika muncul keluhan akibat penggunaan laser sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Sumber: http://health.kompas.com/read/2014/01/15/1740281/Mainan.Laser.Berisiko.Butakan.Mata

Ilmuwan Mengungkap Penyebab Lupa Ingatan Masa Kecil

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/ilmuwan-mengungkap-penyebab-lupa-ingatan-masa-kecil.htmlseksimemek ~ Sudah menjadi hal lumrah bahwa orang dewasa sulit mengingat peristiwa yang terjadi di awal tahun pertama kehidupan mereka. Kini, ilmuwan berhasil menemukan kapan tepatnya ingatan masa kecil ini memudar dan hilang selamanya.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah Memory, fenomena amnesia masa kanak-kanak cenderung terjadi di sekitar usia 7 tahun. Para ilmuwan menemukan bahwa sebagian besar anak usia 3 tahun mampu mengingat banyak hal yang terjadi kepada mereka selama lebih dari satu tahun terakhir. Memori ini dapat bertahan sementara saat usia mereka memasuki 5 dan 6 tahun. 

Namun, ingatan ini menurun dengan cepat saat anak-anak memasuki usia lebih dari 7 tahun. Kebanyakan anak-anak usia 8 atau 9 hanya mampu mengingat 35 persen pengalaman mereka saat masih di bawah usia 3 tahun.

Para psikolog yang terlibat dalam penelitian mengatakan, hal tersebut terjadi karena pada usia ini cara seseorang membentuk memori mulai berubah.

Dalam penelitian tersebut, Profesor Patricia Bauer dari Emory college of Arts and Science dan rekan-rekannya mempelajari 83 anak-anak selama beberapa tahun. Di usia 3 tahun, anak-anak tersebut mendatangi laboratorium dan menceritakan enam pengalaman unik di masa lalu. Misalnya kemping, liburan ke kebun binatang, hari pertama di sekolah, dan ulang tahun. 

Setelah itu, anak-anak ini kembali ke laboratorium saat berusia 5-9 tahun untuk membahas pengalaman yang sama dan diminta mengingat kembali detail yang sebelumnya mereka ingat.

Hasilnya, jumlah anak-anak usia 5-7 tahun yang mampu mengingat pengalaman mereka saat masih kecil mencapai 63-72 persen. Namun, jumlah ini menurun begitu anak-anak memasuki usia 8 dan 9 tahun dengan persentase 35 persen dan 36 persen. (one)

Sumber: http://us.life.viva.co.id/news/read/472565-terungkap--usia-ketika-ingatan-masa-kecil-memudar

Menahan Emosi Saat Memarahi Anak

Menahan Emosi Saat Memarahi Anak

Terkadang, anak-anak bisa melakukan hal-hal yang membuat orang tuanya marah. Kenakalan anak sangat wajar terjadi, apalagi di usia menginjak bangku taman kanan-kanak atau sekolah dasar. Rasa marah atau kesal karena kenakalan anak memang tidak dilarang. Tapi, jangan meluapkannya dengan membentak atau memarahi anak dengan nada tinggi dan kasar, bahkan kekerasan fisik sekalipun. Ada beberapa strategi untuk mengatasi kemarahan pada anak :

Baca selengkapnya »