Cara Mudah “Mengunci” Komputer Dengan Flashdisk Ala Agen Rahasia

! seksimemek | Cara Mudah “Mengunci” Komputer Dengan Flashdisk Ala Agen Rahasia -Jika selama ini Anda “mengunci” komputer Anda hanya dengan menggunakan cara konvensional, yaitu dengan memberikan password untuk login mungkin Anda telah melewatkan cara lain untuk melindungi komputer Anda dari tangan yang tidak bertanggung jawab. Cara ini jauh lebih efektif daripada hanya sekedar password yang Anda pakai pada komputer.



Anda bisa memanfaatkan sebuah software gratis untuk Windows yang bernama Predator. Software Predator ini mengubah flashdisk Anda menjadi sebuah “kunci” yang akan menyebabkan komputer Anda terkunci saat flashdisk tersebut dicabut. Untuk membukanya Anda harus menancapkan flashdisk itu kembali. Sehingga Anda bisa melindungi data di komputer Anda dengan cara seperti yang dilakukan oleh agen-agen rahasia di film-film Hollywood. Setiap orang yang mencoba masuk ke komputer Anda tanpa menggunakan flashdisk yang telah menjadi kunci tersebut akan mendapat pesan error “”Access Denied”. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan setting pada aplikasi Predator.

Download aplikasi Predator di sini http://download.cnet.com/Predator-Free-Edition-32-bit/3000-2144_4-10915340.html, kemudian instal di komputer Anda.
Setelah itu buka aplikasi Predator kemudian masukkan flashdisk Anda. Tidak ada data di flashdisk yang akan dihapus atau diubah dengan cara apa pun oleh aplikasi ini, sehingga Anda bisa menggunakan flashdisk utama Anda. Ketika Anda memasukkan flashdisk akan muncul kotak dialog yang meminta Anda untuk memasukkan sebuah password, klik OK untuk melanjutkan.
Setelah masuk ke jendela Preferences, perhatikanlah beberapa pengaturan utama. Pertama yang harus Anda lakukan adalah memasukkan sebuah password yang benar-benar unik dan aman pada kotak “New password”. Karena jika Anda kehilangan flashdisk  yang digunakan sebagai kunci, Anda bisa menggunakan password tersebut untuk membuka komputer.
Jika Anda menginginkan agar aplikasi Predator selalu meminta password setiap kali Anda memasukkan flashdisk untuk membuka kunci, silahkan centang pada pilihan “Always Required”. Terakhir di bagian bawah “Flash Drive” pastikan bahwa Anda memilih flashdisk yang benar. Setelah itu klik “Create key” kemudian OK.
Setelah itu aplikasi Predator akan keluar. Jika demikian klik ikon Predator yang ada di task bar untuk merestart aplikasi. Tunggu beberapa detik hingga ikon Predator berwarna hijau, itu menandakan bahwa Predator sudah berjalan di komputer Anda. Setiap 30 detik Predator akan mengecek apakah flashdisk kunci Anda masih tertancap di komputer, jika tidak komputer akan langsung terkunci.
Demikian cara mengunci komputer dengan flashdisk, semoga bisa membantu Anda untuk lebih mengamankan komputer dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Semoga Artikel Ini Bermanfaat.......

Cara Mudah Menggunakan Mouse dengan KeyBoard

! seksimemek | Bagaimana bila dalam kegiatan sehari -hari anda ber komputer ria tanpa menggunakan Mouse? Pastinya anda merasa hampa dan tidak bisa berbuat apa-apa. Hal yang paling berpengaruh adalah ketika memainkan Game. Mungkin tanpa Keyboard saja anda masih bisa mengetik menggunakan Editor seperti WYSIWYG. Tetapi beda dengan Mouse, Mouse adalah salah satu bagian terpenting dalam perangkat Komputer.

Mouse FIghter Logo

Mouse ini berguna untuk menaik-turunkan suatu halaman yang kita kunjungi dengan Browser, menutup jendela (close), menjalankan program dengan sekedar klik, menggambar  melalui software grafis dan masih banyak lagi hal menarik yang bisa di lakukan Mouse. Tapi tahukan anda bahwa keberadaan Mouse sekarang bisa di gantikan oleh Keyboard?

Sehingga peranan Mouse sekarang tidak seakurat dahulu. Bahkan dari beberapa sumber yang di dapat penulis (situs reuters), di beberapa tahun ke depan penemu akan menciptakan Mouse dengan tipe sensor Infra merah melalui jari. Sehingga nanti alat itu akan di kait kan ke jari-jari kita. Sama seperti sebuah cincin yang menempel di jari anda.


Trik kali ini, kita akan coba menggantikan Mouse dengan Keyboard melalui Software pihak ke tiga tanpa biaya apapun alias gratis. Nama Softwarenya adalah Mouse Fighter. Aplikasi ini sendiri telah banyak memenangkan penghargaan karena cara penggunaannya yang sangat praktis. Adapun langkah-langkah menggunakannya adalah sebagai berikut:

Install dot net Framework terlebih dahulu, bisa di unduh di http://msdn.microsoft.com/en-us/netframework/default.
Kemudian Download  Mouse Fighter di situs http://www.mousefighter.com/download.

Download Mouse FIghter

Setelah selesai di Download, Install dan jalankan Aplikasinya. Pilih bahasa English jika tampilan pertama muncul.

english Leangue

Untuk memulai tekan Caps Lock, gambar di bawah ini menjelaskan penggunaan melalui Keyboard.


Tutorial di atas sangat praktis dan di rekomendasikan utnuk mereka suka mengetik. Dengan bantuan Software ini, para pengetik tidak akan lagi perlu susah-susah untuk meraih Mouse di kanan. Tinggal mengarah kan melalui Keyboard maka bisa menjadi alternatif Mouse. Kekurangan dari Software ini adalah pergerakan default nya yang terlalu sensitif. Tetapi secara keseluruhan, anda layak untuk mencobanya.
Semoga artikel ini bermanfaat...


Awasi Aktifitas Facebook Anak Anda dengan Minor Monitor

! seksimemek | Berbeda dengan penggunaan internet 10-15 tahun belakangan, penggunaan internet sekarang ini telah semakin berkembang pesat dan bahkan lebih meluas lagi seiring menjamurnya berbagai situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, friendster dan lain-lain. Terlebih dengan kemudahan akses yang ditawarkannya dengan berbagai perangkat yang ada, membuat keberadaan jejaring sosial tadi telah menjelma menjadi salah satu kebutuhan yang tak terbantahkan lagi pada mayoritas masyarakat saat ini.



Kalangan tertentu seperti halnya keluarga merupakan salah satu target dan faktor aset penggunaan yang paling banyak disoroti keberadaannya. Oleh karena itu, siap tidak siap, mau tidak mau kini peran dan tanggung jawab orang tua perlu dikedepankan dalam hal ini untuk secara aktif, cerdas dan cermat membaca setiap perubahan yang terjadi dalam keluarganya. Bahkan dengan kapasitas yang dimilikinya, niscaya para orang tua merupakan salah satu aspek yang paling efektif dalam menghalau pengaruh kurang baik yang ditimbulkan dari akses penggunaan internet tersebut terhadap seluruh anggota keluarga terutama para buah hatinya.


Walaupun sibuk seringkali menghadang, namun hendaknya tidak menyurutkan para orang tua dalam memberi perhatian kepada keluarganya. Jangan lantas gara-gara terlalu sibuk, si buah hati lepas kontrol dan menjadi korbannya akibat terlalu kurangnya perhatian dan monitoring yang dilakukan oleh para orang tuanya. Untuk itu, para orang tua harus secara aktif berupaya untuk mencari alternatif solusi yang terbaik dalam memantau aktifitas penggunaan internet tersebut.


Sementara menyinggung mengenai jejaring sosial yang ada, Anda atau siapa pun pasti mengetahui betul kalau jejaring sosial yang paling popular saat ini  tidak lain adalah Facebook. Ya, itulah facebook. Karena dengan Facebook, setiap orang dari berbagai kalangan dapat secara aktif tetap saling berhubungan satu sama lain dan menampilkan minat dengan segala aktifitas dan kesan-kesan yang disampaikannya. Dan hebatnya lagi, hampir semua orang pasti telah mengenal dan menyukai apa itu Facebook.


Namun yang patut disayangkan akhir-akhir ini, bahwasanya eksistensi Facebook boleh dibilang agak sedikit dipertaruhkan akibat sering dipojokan dengan banyaknya pemberitaan yang cenderung negatif. Dan dari kabar terakhir yang cukup menghebohkan, ternyata ada yang menggunakan Facebook sebagai ajang untuk memasang foto seksi, foto remaja mabuk, cyberbullying, dan bahkan pertengkaran yang berujung pada permusuhan hingga ke dunia nyata. Penyalahgunaan demi penyalahgunaan inilah kabarnya yang sedikit banyak telah membuat prihatin dan miris berbagai pihak termasuk para orang tua yang tidak mau buah hatinya terjerembab lebih jauh dengan pengaruh yang tidak baik itu.

Demi menyikapi hal tersebut, para orang tua yang sibuk dan sering terganjal dalam memantau atau memonitoring aktifitas penggunaan facebook si buah hati, ada baiknya kalau mencoba altenatif solusi dengan menggunakan layanan Minor Monitor berikut. Perlu diketahui di sini, Minor Monitor adalah sebuah situs layanan gratis yang dapat membantu Anda dalam memantau segala aktivitas penggunaan Facebook terhadap buah hati Anda kapanpun dan di manapun berada. Khusus dirancang untuk memantau account Facebook, situs layanan Minor Monitor ini sarat dengan banyak pilihan yang berbeda untuk melacak segala aktifitas penggunaan Facebook. Pada dasarnya tidak ada yang perlu diinstal pada komputer Anda, dan Anda dapat langsung menggunakan situs layanan tersebut untuk memonitor si buah hati meski saat Anda sedang dalam perjalanan sekalipun. Atau dengan kata lain, situs layanan ini dapat dikatakan sebagai salah satu tool yang hebat dalam membantu menjaga keamanan si buah hati Anda di tengah pergaulan dunia modern seperti sekarang ini.


Berbeda dengan aplikasi atau layanan sejenis yang pernah ada sebelumnya, Minor Monitor telah melangkah lebih jauh dengan benar-benar melakukan monitoring menyeluruh dan detil terhadap apa saja yang terjadi pada si buah hati Anda di Facebook. Untuk itu, bagi Anda yang belum memiliki Account Minor Monitor, segeralah Anda melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Dalam proses pendaftaran tersebut, Anda akan diminta untuk membuat account pada situs layanan Minor Monitor dan selanjutnya memasukkan data identitas account Facebook buah hati Anda yang berisi alamat email beserta passwordnya.


Beberapa fitur opsi handal pada situs layanan Minor Monitor ini, diantara yaitu:
  • scanning wall (dinding) dan News Feed miliknya terhadap konten yang meragukan ataupun berbahaya
  • melacak keberadaan daftar semua teman yang ada di atasnya seperti berapa usianya dan informasi sejenis lainnya
  • memungkinkan Anda lebih memusatkan pada keberadaan foto yang buah hati Anda upload ke Facebook sehingga Anda dapat memeriksa, menilai dan memberi persetujuan atau bahkan menolaknya, dengan sebelumnya memperhatikan pertimbangan pantas atau tidaknya foto yang diupload tersebut.
  • memeriksa isi pesan dan postingan yang berkaitan dengan account Facebook buah hati Anda, sehingga Anda dapat menangkap kasus cyber-bullying atau ketidak senonohan di dalamnya
  • memfilter dan memeriksa konten yang tidak patut dalam membantu menjaga keamanan buah hati Anda dari pengaruh buruk yang dapat merusak
  • memberikan pemberitahuan kepada Anda melalui email ketika pesan tertentu atau kata kunci (keyword) yang ditemukan

Dengan keberadaan fitur yang ada tersebut, maka Anda akan dibawa melangkah lebih jauh terkait apa saja yang telah dilakukan buah hati Anda saat sedang online melalui account facebooknya. Hebatnya lagi, situs layanan ini akan secara default akan tetap terus memantau aktifitas selama 180 hari terakhir dari account Facebook buah hati Anda setiap kali Anda log in, sehingga dengan begitu akan memberikan informasi aktifitas facebook yang up to date.


Jika Anda tidak ingin pusing melihat data informasi aktifitas yang seabrek, maka ada baiknya kalau Anda memilah atau mengklasifikasikan terlebih dahulu berbagai fitur opsi yang berbeda-beda tersebut. Dibangun terlihat seperti sebuah kotak masuk email standar, interface utama Minor Monitor yang ada akan memastikan kalau Anda bisa merasa nyaman dalam memilah-milah sejumlah besar informasi yang dilacak. Sepanjang sisi kiri terdapat menu seperti, “Alarm” dan “Overview” yang akan memungkinkan Anda melihat daftar item yang mungkin perlu Anda perhatikan. Sedangkan di sebelah kanan menu terdapat konten halaman, yang menampilkan opsi berbeda atas tindakan terhadap item masing-masing, serta ringkasan informasi untuk seluruh account. Keberadaan dukungan opsi auto-fill pada halaman sign up adalah antarmuka sederhana yang mudah dan cocok digunakan untuk halaman monitoring.


Secara keseluruhan, keberadaan situs layanan Minor Monitor merupakan salah satu alternatif pilihan yang cerdas dalam memonitoring segala aktifitas Facebook buah hati Anda. Selain sebagai sebuah tool gratis yang efektif dengan tingkat dukungan developer yang tidak dapat dijumpai pada aplikasi/program gratisan umumnya, juga bisa menjaga dan melindungi buah hati Anda dari pengaruh buruk yang merusak.
Nah, bagaimana dengan Anda sendiri? Berminat mencobanya?
Semoga Artikel Ini Bermanfaat.......

Cara Mudah Copy Teks (Tulisan) Dalam Gmbar

! seksimemek | Cara Mudah Copy Teks (Tulisan) Dalam Gmbar--Ceritanya begini. kemarin ketika saya nyari sebuah artikel di web dan sempat browsing sana sini kebetulan saya nemu artikel yang saya cari tapi celakanya artikelnya dalam bentuk gambar. Dan mungkin sahabat juga pernah melihat gambar yang ada teks nya menarik dan mungkin kata2nya bisa sangat menarik,,, buat apa wong gambar secara akal teks yang ada di dalam gambar tidak mungkin bisa kita copy. tapi ternyata saya menemukan caranya untuk mengcopy teks dalam sebuah gambar. mau tahu caranya.
Ikuti Langkah Berikut ini....
Pertama sahabat harus Buka situs i2OCR Ini
Upload gambar yang anda ingin ambil teksnya
Pilih bahasa yang sesuai dengan teksnya (tersedia bahasa indonesia)
Klik 'Convert' Agar Lebih Jelas Lihat Gambar



Tunggu sampai prosesnya selesai
Nah sekarang sahabat bisa senang karena teks anda yang berupa gambar bisa di copy dengan mudah. silahkan tersenyum untuk kembali melanjutkan tugas dan pekerjaan anda. Semoga Artikel Ini Bermanfaat.......

Menuju Pernikahan Mawaddah dan Rahmah

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum: 21)

Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat

مِنْ أَنْفُسِكُمْ

“Dari jenis kalian.” Yakni dari Bani Adam yang menjadi pasangan kalian. (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Baghawi, Fathul Qadir)

لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا

“Agar kamu merasa tenang dan condong kepadanya.”

Sebab jika dari dua jenis yang berbeda, tentu tidak mendatangkan ketenangan bersamanya dan hatinya tidak condong kepadanya. (Tafsir Al-Alusi)

مَوَدَّةً

“Saling mencintai dan mengasihi.”

Melalui tali pernikahan, sebagian kalian condong kepada sebagian lainnya, yang sebelumnya kalian tidak saling mengenal, tidak saling mencintai dan mengasihi. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud mawaddah adalah kecintaan seorang suami kepada istrinya. Diriwayatkan dari Mujahid bahwa beliau menafsirkan mawaddah dengan makna bersetubuh. (Fathul Qadir karya Asy-Syaukani rahimahullah)

وَرَحْمَةً

“Dan kasih sayang.”

Adapula yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah perasaan kasih seorang lelaki kepada istrinya dari tertimpa keburukan. Diriwayatkan dari Mujahid rahimahullahu, beliau mengatakan: “Rahmah adalah anak.” (Fathul Qadir)

Penjelasan Makna Ayat

Al-’Allamah Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata: “ ‘Di antara tanda-tanda kekuasaan’ yang menunjukkan rahmat dan perhatian-Nya kepada hamba-hamba-Nya, hikmah-Nya yang sangat agung dan ilmu-Nya yang luas, adalah “Dia menciptakan kalian dari jenis kalian dengan berpasang-pasangan,” yang mereka serasi dengan kalian dan kalianpun serasi dengan mereka. Sesuai dengan bentuk kalian dan kalian sesuai dengan bentuk tubuh mereka. “Agar kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Allah jadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang” sebagai buah dari pernikahan tersebut. Dengan adanya istri, seseorang dapat bersenang-senang dan merasakan kenikmatan, mendapatkan manfaat dengan adanya anak-anak, mendidik mereka, serta merasakan ketenangan bersamanya. Sehingga kebanyakannya, engkau tidak mendapati sebuah kasih sayang dan rahmat yang menyerupai apa yang dirasakan antara suami dan istri. Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi kaum yang berpikir. Yang menggunakan pikirannya dan mentadabburi ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala serta berpindah dari satu ayat kepada yang lainnya.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman)

Al-’Allamah Asy-Syinqithi rahimahullahu berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam ayat yang mulia ini bahwa Ia memberi anugerah kepada anak cucu Adam berupa anugerah yang paling agung. Di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan mereka dari jenis dan bentuk mereka berpasang-pasangan. Kalau sekiranya Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan pasangan dari jenis lain, tentu tidak akan terjadi kasih sayang, perasaan cinta dan rahmat.” (Adhwa`ul Bayan, 3/213, dalam penafsiran Surat An-Nahl ayat 72)

Mawaddah dalam Rumah Tangga

Ayat ini menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya bahwa di antara hikmah adanya pernikahan antara seorang pria dengan wanita adalah agar dapat mewujudkan perasaan saling mencintai dan saling mengasihi di antara mereka. Hal ini baru dapat terwujud ketika seorang pria menikahi seorang wanita yang pencinta/penyayang terhadap suaminya, serta mewujudkan harapan suaminya dengan mendapatkan karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala berupa keturunan dari anak-anak yang shalih dan shalihah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلاً

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Al-Kahfi: 46)

Dan firman-Nya:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali ‘Imran: 14)

Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan anjuran kepada umatnya untuk menikahi seorang wanita yang dapat mewujudkan mawaddah dan rahmah dalam rumah tangganya. Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau berkata: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras dari tabattul (mencegah diri untuk menikah). Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ إِنِّي مُكَاثِرٌ اْلأَنْبِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Nikahilah wanita yang al-wadud dan al-walud, karena sesungguhnya aku berbangga di hadapan para nabi dengan jumlah umatku yang banyak pada hari kiamat.” (HR. Ahmad, 3/158, Ibnu Hibban dengan tartib Ibnu Bulban, 9/338, no. 4028, Al-Baihaqi, 7/81, Ath-Thabarani dalam Al-Ausath, 5/207. Dishahihkan Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa`, 6/195, no. 1783)

Juga diriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: ‘Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang memiliki kehormatan, kedudukan, dan harta. Hanya saja dia tidak dapat melahirkan (mandul), apakah boleh aku menikahinya?’ Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya. Lalu ia datang kedua kalinya, dan beliau mengucapkan kalimat yang sama. Ia mendatanginya pada kali yang ketiga, dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap mengucapkan kalimat yang sama. Lalu Ralulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nikahilah wanita yang al-wadud dan al-walud, karena sesungguhnya aku berbangga di hadapan para nabi dengan jumlah umatku yang banyak pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, Kitab An-Nikah, Bab Fi Tazwij Al-Abkar, no. 2050, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, 2/176, Ibnu Hibban, 9/363, no. 4056. Dishahihkan Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abu Dawud)

Yang dimaksud al-wadud adalah seorang wanita yang sangat pecinta/penyayang terhadap suaminya. Sedangkan makna al-walud adalah wanita yang banyak melahirkan anak. Disebutnya dua sifat wanita yang dijadikan sebagai istri ini adalah karena seorang wanita yang dapat melahirkan anak banyak namun tidak memiliki sifat cinta kepada suaminya, tidaklah menyebabkan kecintaan suaminya terhadapnya. Demikan pula sebaliknya, seorang wanita yang pecinta terhadap suami namun tidak dapat melahirkan anak, dia tidak pula dapat mewujudkan keinginan untuk memperbanyak jumlah umat ini dengan banyaknya orang yang melahirkan.

Dua sifat ini dapat diketahui dari seorang perawan dengan melihat kepada kerabatnya. Sebab, secara umum tabiat mereka saling menyerupai antara satu dengan yang lain. (lihat ‘Aunul Ma’bud, 6/33-34)

Diriwayatkan pula dari Ka’b bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِرِجَالِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: النَّبِيُّ فِي الْجَنَّةِ، وَالشَّهِيدُ فِي الْجَنَّةِ، وَالصِّدِّيقُ فِي الْجَنَّةِ، وَالْمَوْلُودُ فِي الْجَنَّةِ، وَالرَّجُلُ يَزُورُ أَخَاهُ فِي جَانِبِ الْمِصْرِ فِي الْجَنَّةِ، أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ قَالُوا: بَلَى يا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: الْوَدُودُ الْوَلُودُ الَّتِي إِنْ ظَلَمَتْ أَوْ ظُلِمَتْ قَالَتْ: هَذِهِ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ لاَ أَذُوقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى

“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang para lelaki penduduk surga?” Mereka menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nabi dalam surga, syahid (yang mati dalam peperangan) dalam surga, shiddiq (yang sangat jujur) dalam surga, anak yang dilahirkan (meninggal di masa kecilnya) dalam surga, seseorang yang mengunjungi saudaranya di sebuah kampung dalam surga. Maukah aku kabarkan kalian tentang wanita ahli surga?” Mereka menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Wanita yang wadud (pecinta kepada suaminya), wanita yang banyak melahirkan anak, (yang suka kembali kepada suaminya) yang jika dia menzalimi atau dizalimi, maka dia berkata: ‘Diriku ada dalam genggamanmu, aku tidak merasakan tidur hingga engkau ridha (kepadaku)’.” (HR. Ath-Thabarani, 19/140, dihasankan Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Al-Jami’, no. 2604)

Kaidah

Apa yang disebutkan di dalam ayat yang mulia tersebut berupa anjuran mencari pasangan hidup dan menghasilkan keturunan, tidak terlepas dari sebuah kaidah umum yang terdapat dalam agama ini yang mengatakan:

الشَّارِعُ لاَ يَأْمُرُ إِلاَّ بِمَا مَصْلَحَتُهُ خَالِصَةٌ أَوْ رَاجِحَةٌ وَلاَ يَنْهَى إِلاَّ عَمَّا مَفْسَدَتُهُ خَالِصَةٌ أَوْ رَاجِحَةٌ

“Syariat tidak memerintahkan kecuali kepada sesuatu yang kemaslahatannya murni atau lebih mendominasi, dan tidak melarang kecuali dari sesuatu yang kerusakannya murni atau lebih mendominasi.”

Kaidah ini dibangun di atas dalil-dalil dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. Di antara yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (An-Nahl: 90)

Maka tidak ada sesuatupun yang bersifat adil, perbuatan baik, dan menyambung hubungan dengan yang lain, melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkannya berdasarkan ayat ini. Juga, tidak satupun perbuatan keji, mungkar yang hubungannya dengan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan perbuatan zalim terhadap makhluk baik terhadap darah, harta, dan kehormatan mereka melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melarangnya.

Demikian pula firman-Nya:

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

“Katakanlah: ‘Rabbku menyuruh menjalankan keadilan.’ Dan (katakanlah): ‘Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya)’.” (Al-A’raf: 29)

Di dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengumpulkan pokok-pokok (ushul) dari perintah-perintah-Nya. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mengumpulkan pokok-pokok (ushul) dari hal-hal yang diharamkan dalam firman-Nya:

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَاْلإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

“Katakanlah: ‘Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui’.” (Al-A’raf: 33)

Demikian pula dengan pernikahan, di mana seorang muslim dan muslimah mendapatkan banyak kemaslahatan darinya, berupa pemeliharaan terhadap kehormatan, mencegah dari perbuatan zina, memelihara pandangan, melanjutkan generasi, dan berbagai faedah lainnya yang tidak tersamarkan bagi mereka yang telah melakukannya. Wallahu a’lam. Semoga Artikel Ini Bermanfaat.......

Akhlaq Untuk Si Buah Hati

! seksimemek | Akhlaq Untuk Si Buah Hati--Anak adalah buah hati setiap orang tua, dambaan disetiap keinginan orang tua serta penyejuk hati bagi keletihan jiwa orang tua. Anak tidak lahir begitu saja, anak terlahir dari buah cinta sepasang hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang merupakan amanat wajib untuk dijaga, diasuh dan dirawat dengan baik oleh orangtua.


Karena setiap amanat akan dimintai pertanggungjawaban sebagaimana hadist sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar yang berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga dan akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinannya, dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya dan akan dimintai tanggungjawabnya serta pembantu adalah penanggungjawab atas harta benda majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Pertanggung jawaban orang tua tersebut baik di dunia ataupun di akherat, namun tatkala anak sudah baligh maka mereka bertanggung jawab atas diri mereka sendiri. Salah satu contoh dari pertanggung jawaban tersebut adalah dengan memelihara diri dan keluarga dari api neraka:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

Dan hal ini dapat diwujudkan dengan memberi pendidikan kepada anak dengan pendidikan yang baik sesuai Al Qur’an dan As sunnah sebagai bekal perjalanan di dunia maupun di akherat. Sebagaimana perkataan Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu, “Didiklah anakmu karena kamu akan ditanya tentang tanggungjawabmu, apakah sudah kamu ajari anakmu, apakah sudah kamu didik anakmu dan kamu akan ditanya kebaikanmu kepadanya dan ketaatan anakmu kepadamu.”

Pendidikan tersebut banyak cabangnya satu diantaranya adalah pendidikan akhlak, akhlak anak yang baik dapat menyenangkan hati orang lain baik orangtua atau orang-orang di lingkungan. Bahkan akhlak yang sesederhana sekalipun misalnya memberikan wajah berseri saat bertemu dengan saudara muslim yang lain.

Disamping ikhtiar dengan pendidikan akhlak yang bagus hendaknya orangtua selalu mendo’akan anak-anaknya agar mereka tumbuh dengan naungan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala pula. Karena doa orangtua atas anaknya termasuk doa yang mustajab.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan, doa orang yang teraniaya, doa orang yang sedang bepergian dan doa orangtua atas anaknya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dihasankan oleh syaikh Al Albani dalam Shohih dan Dho’if Sunan Abu Daud hadist no. 1536)

Sebagaimana para nabi dan rosul dahulu yang selalu berdo’a kepada Allah untuk kebaikan anak cucu mereka.

Do’a Nabi Zakaria ‘alaihissalam sebagaimana firman Allah:

“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38)

Doa Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alaihimussalam: “Ya Rabb kami jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anakcucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau.” (QS. Al Baqoroh: 128)

Sungguh islam adalah agama yang sempurna hingga pendidikan anakpun diperhatikan dengan serius. Namun sangat disayangkan orangtua zaman sekarang jarang memperhatikan pendidikan akhlak bagi buah hatinya lantaran kesibukan mereka atau kejahilan (ketidakmengertian) mereka. Prinsip yang mereka pegang adalah Membahagiakan anak. Namun kebahagiaan yang semacam apa yang ingin diwujudkan oleh sebagian para orangtua tersebut?! Ada yang berpendapat bahagia tatkala anaknya bisa mendapatkan sekolah yang favorit dan menjadi bintang kelas, orang yang berpendapat seperti ini maka akan menggebu-gebu untuk mencarikan tempat les dimana-mana, hingga lupa menyisakan waktu untuk mengenalkan islam kepadanya. Adalagi pendapat bahwa kebahagiaan adalah tatkala si anak tidak kekurangan apapun didunia, orangtua tipe ini akan berambisi untuk mencari materi dan materi untuk memuaskan si anak tanpa disertai pendidikan akhlak bagaimana cara mengatur serta memanfaatkan harta yang baik. Dan ada pula sebagian yang lain bahwa kebahagiaan adalah buah dari keimanan kepada Allah dengan bentuk ketenangan dalam hati; bersabar tatkala mendapat musibah dan bersyukur tatkala mendapatkan nikmat. Namun jarang ditemukan orangtua yang sependapat dengan tipe ketiga ini. Kebanyakan diantara mereka sependapat dengan tipe 1 dan 2. Dan tatkala mereka tiada, mereka akan berlomba-lomba untuk mewasiatkan harta ini dan itu, padahal telah dicontohkan oleh lukman mengenai wasiat yang terbaik. Bukan sekedar harta atau perhiasan dunia melainkan sesuatu hal yang lebih berharga dari keduanya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman melalui lisan lukman:

“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezhaliman yang besar.’ Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orangtua ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang lemah yang bertambah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepadaKu dan kepada ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKu-lah kembalimu, maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Lukman berkata), ‘Hai anakku sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau dilangit atau didalam bumi niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjaln dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.’” (QS. Luqman: 13-19)

Tatkala anak tumbuh menjadi anak pembangkang, suka membantah kepada orangtua bahkan durhaka kepada orangtua, banyak diantara orangtua yang menyalahkan si anak, salah bergaullah, tidak bermorallah atau alasan-alasan yang lain. Bukan… bukan lantaran karena anak salah bergaul saja, si anak menjadi seperti itu namun hendaknya orangtua mawas diri terhadap pendidikan akhlak si anak. Sudahkah dibina sejak kecil? Sudahkah dia diajari untuk memilih lingkungan yang baik? Sudahkah dia tahu cara berbakti kepada orangtua? Atau sudahkah si anak tahu bagaimana beretika dalam kehidupan sehari-hari dari bangun tidur hingga tidur kembali? Jika jawabannya belum, maka pantaslah jika orangtua menuai dari buah yang telah mereka tanam sendiri. Seperti perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah,

“Hendaknya anak dijauhkan dari berlebihan dalam makanan, berbicara, tidur dan berbaur dengan perbuatan dosa, sebab kerugian akan didapat dari hal-hal itu dan menjadi penyebab hilangnya kebaikan dunia dan akhirat. Anak harus dijauhkan dari bahaya syahwat perut dan kemaluan sebab jika anak sudah dipengaruhi oleh kotoran syahwat maka akan rusak dan hancur. Berapa anak tercinta menjadi rusak akibat keteledoran dalam pendidikan dan pembinaan bahkan orangtua membantu mereka terjerat dalam syahwat dengan anggapan hal itu sebagai ungkapan perhatian dan rasa kasih sayang kepada anak padahal sejatinya telah menghinakan dan membinasakan anak sehingga orangtua tidak mengambil manfaat daria anak dan tidak meraih keuntungan dari anak baik didunia maupun diakhirat. Apabila engkau perhatikan dengan seksama maka kebanyakan anak rusak berpangkal dari orangtua.”

Mungkin saat si anak masih kecil belum akan terasa dampak dari arti pentingnya akhlak bagi orangtua namun saat dewasa kelak maka akan sangat terasa bahkan sangat menyakitkan bagi kedua orangtua. Dan perlu ditekankan bahwa akhlak yang baik dari seorang anak adalah harta yang lebih berharga daripada sekedar harta yang kini sedang para orangtua obsesikan.

Sebelum terlambat mulailah saat ini menanamkan akhlak tersebut, dari hal yang sederhana:

1. Dengan memberi contoh mengucapkan salam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Dan maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu jika kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai? Tebarkan salam diantara kalian.” (HR. Muslim)

2. Memperhatikan etika dalam makan.

Dari umar bin Abu Salamah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepadaku,

“Sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah dari makanan yang paling dekat denganmu.” (Muttafaqun ‘alaih)

3. Mengajarkan rasa kebersamaan dengan saudara muslim yang lain, misalnya dengan menjenguk orang sakit.

Dari Abu Hurairoh radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima; menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, menghadiri undangan dan mendoakan orang yang bersin.” (Muttafaqun ‘alaihi)

4. Mengajarkan kejujuran.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Peganglah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukan kepada surga. Seseorang selalu jujur dan memelihara kejujuran hingga tercatat di sisi Allah termasuk orang yang jujur. Dan hindarilah dusta karena kedustaan menunjukkan kepada kejahatan dan kejahatan menunjukkan kepada neraka. Seseorang selalu berdusta dan terbiasa berbuat dusta hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari Muslim)

Akhlak yang baik dari seorang anak akan melahirkan generasi yang baik pula, generasi pemuda yang taat kepada Allah, berbakti kepada kedua orangtua dan memperhatikan hak-hak bagi saudara muslim yang lain. Wallohu a’lam bishowab. Semoga Artikel Ini Bermanfaat.......

Arti Sebuah Cinta !!!

! seksimemek | Arti Sebuah Cinta !!!--Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.

Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA

Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.

Demikianlah bila kebodohan telah melanda kehidupan dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur. Dalam keadaan seperti ini, setan tampil mengibarkan benderanya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan bagi pembolehan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya, Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali ‘Imran: 14)

Dalam haditsnya dari shahabat Tsauban, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasaalam bersabda: “Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit?’ Rasulullah berkata: ‘Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab : ‘Cinta dunia dan takut mati.’ (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan: “Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah subhanahu wa ta’ala memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”

Definisi Cinta

Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin, 3/9)

Hakikat Cinta

Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.

Cinta kepada Allah

Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata: ”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:

“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)

Mereka (sebagian salaf) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam, faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaii wassalam maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.”

Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. bersabda Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik :

“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:

1. Membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.

2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.

3. Terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.

4. Mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.

5. Hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.

6. Menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.

7. Tunduknya hati di hadapan Allah

8. Berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).

9. Duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.

10. Menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah . (Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)I

Cinta adalah Ibadah

Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah Subhanahu wa taala berfirman:

“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)

“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)

“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)

adalah hadits Anas yang telahrAdapun dalil dari hadits Rasulullah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”

Macam-macam cinta

Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:

1. Cinta ibadah.

Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.

2. Cinta syirik.

Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)

3. Cinta maksiat.

Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman:

“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)

4. Cinta tabiat.

Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang Idibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah berfirman:

“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf ; 8 )

Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.” (Majmu’ Fatawa, 1/95)

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di menyatakan ” Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.” (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)

Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.

1. Bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.

2. Bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.

3. Bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.

Wallahu a’lam.
Semoga Artikel Ini Bermanfaat.......
Sumber