Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan

Rupanya Snowden Belajar Ilmu 'Hacker' di India

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/rupanya-snowden-belajar-ilmu-hacker-di-india.html
seksimemek ~ New Delhi - Hampir tiga tahun sebelum ia mengungkapkan program mata-mata National Security Agency, Edward Snowden diam-diam melakukan perjalanan ke New Delhi, India. Di sana, ia menghabiskan enam hari untuk mengikuti kursus peretasan dan pemrograman komputer dan pemrograman lain di sebuah lembaga pendidikan negeri itu.

Didampingi instruktur pribadi, Snowden, yang saat itu menjabat sebagai kontraktor untuk agen mata-mata NSA, mengambil kursus etika peretasan, di mana ia belajar teknik canggih untuk membobol sistem komputer dan mengeksploitasi kelemahan dalam software. Tujuan pendidikan itu adalah untuk melatih siswa untuk melindungi komputer dan isinya dari pencuri dan mata-mata.

Sebelum sampai ke materi utama, mereka belajar bagaimana untuk masuk ke dalam sebuah sistem komputer dan mencuri informasi. Snowden juga bertanya tentang metode reverse-engineer, cara yang paling populer di dunia untuk menyebarluaskan kejahatan online.

Snowden diketahui tidak mengungkapkan perjalanannya ke India kepada penyidik saat ia memperbaharui izin akses keamanan rahasia NSA pada tahun berikutnya. Izin itu diberikan hanya kepada orang-orang tertentu untuk bisa mengakses 1,7 juta file rahasia. File inilah yang kemudian dicurinya dan dikirimkan pada dua media, sebelum akhirnya dipublikasikan dan menimbulkan kegemparan.

Para pejabat intelijen AS menyalahkan perusahaan yang mempekerjakan Snowden. Kini, mempertanyakan seseorang pernah ke luar negeri dan apa yang mereka lakukan menjadi salah satu prosedur baku untuk mendeteksi apakah seseorang mata-mata mumpuni atau tidak.

Tapi Foreign Policy menyatakan perjalanan Snowden ke India seharusnya tidak menjadi misteri bagi pemerintah AS atau badan-badan intelijen negeri itu. "Snowden berada di negara itu dalam kapasitas sebagai kontraktor NSA yang dipekerjakan untuk membantu sebagai ahli teknis di kedutaan besar AS di New Delhi," kata seorang sumber.

Snowden juga mengatakan kepada instruktur komputernya bahwa ia bekerja untuk NSA. "Ia juga menyatakan berada di kota ini untuk sebuah urusan bisnis," kata Rohit Aggarwal, CEO dan pendiri sekolah teknologi informasi Koenig Solutions.

Namun hingga kini, apa pekerjaan yang dilakukan Snowden di kedutaan di New Delhi tidak pernah jelas. Sebelumnya, ia bekerja sebagai spesialis teknologi untuk Dell di fasilitas NSA di Jepang.

Kuat dugaan, ia melakukan pekerjaan mata-mata cyber di India. Pasalnya, bukan rahasia lagi personel intelijen AS sering ditempatkan di kedutaan mereka di luar negeri untuk tugas-tugas spesifik.

Dugaan ini dikuatkan oleh dokumen yang diungkapkan Snowden yang menggambarkan sebuah program yang disebut 'Stateroom', yang mengumpulkan komunikasi elektronik menggunakan peralatan yang berbasis di kedutaan besar AS di seluruh dunia. Dokumen-dokumen lain yang dirilis Snowden menunjukkan bahwa NSA mungkin telah memata-matai Kedutaan Besar India di Washington dan misi negara itu untuk PBB.

Juru bicara untuk NSA , CIA, dan Kantor Direktur Intelijen Nasional semua menolak memberikan komentar terkait berita ini.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/01/18/116546057/Ternyata-Snowden-Belajar-Ilmu-Hacker-di-India

BitCoin, Akankah Menjadi Mata Uang Masa Depan?

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/bitcoin-akankah-menjadi-mata-uang-masa-depan.htmlseksimemek ~ Hadirnya Bitcoin, mata uang digital yang cukup fluktuatif membuat jenis mata uang ini menjadi tren serta pilihan baru bagi transaksi di dunia internet.

Seperti yang dikutip dari newyorker.com, mata uang digital yang hadir pada Januari 2009 ini memiliki sistem yang jauh berbeda dari uang konvensional.

Bitcoin bisa dianalogikan dengan tambang emas (atau mineral berharga lainnya). Para penambang adalah mereka yang mendedikasikan sumberdaya komputer untuk memecahkan persoalan matematika melalui perhitungan yang "berat".

Penambang yang dimaksud pada awalnya mungkin hanya seseorang dengan komputer rumahan. Namun saat ini, di awal 2014, proses penambangan bitcoin dilakukan melalui perangkat yang dirancang khusus dan dilakukan secara kolektif (disebut Node).

Setiap 10 menit, sistem Bitcoin akan menganugerahkan sejumlah unit bitcoin (25, misalnya) pada salah satu node penambang ini.

Jumlah yang ditambang per 10 menit akan turun seiring waktu, hingga habis pada kurang lebih tahun 2140. Dengan jumlah total bitcoin yang bisa ditambang sebanyak 21 juta unit.

Bitcoin yang dihasilkan berfungsi layaknya mata uang konvensional dan diterima sebagai produk pembayaran untuk beragam transaksi online.

Berapa nilai satu bitcoin?
Mata uang yang bisa dikonversikan ke mata uang lain ini memulai debutnya dengan nilai satu bitcoin setara kurang dari 1 dollar AS dan terus menunjukkan nilai yang fluktuatif.

Situs seperti Preev.com menunjukkan secara sederhana berapa nilai satu unit bitcoin (1 BTC) dalam mata uang konvensional. Misalnya, pada 11 Januari 2014 pukul 21:30 WIB, nilainya adalah 911 dollar AS.

Bitcoin bisa digunakan untuk berbagai hal, misalnya untuk pembelian barang pada toko (baik online maupun fisik) yang menerimanya.

Lihat saja pada bitcoinstore.com pengguna dapat membeli barang elektronik termasuk kamera, instrumen musik, hingga komputer. Bahkan terdapat kasino bitcoin, seperti SatoshiBet.

Perkembangnya terlihat dengan semakin banyaknya merchant yang menerima pembayaran dengan bitcoin. Termasuk nama-nama besar seperti wordpress.com, namechap.com, serta reddit.com.

Desentralisasi
Pencetus Bitcoin adalah sosok bernama Satoshi Nakamoto. Diduga sosok ini adalah nama samaran yang bisa jadi digunakan oleh sekelompok orang. Identitas aslinya masih belum diketahui.

Nakamoto sejak awal merancang bitcoin sebagai sistem terdesentralisasi. Berbeda dengan uang konvensional, tak ada satu lembaga yang bisa melakukan kebijakan yang berdampak pada nilai mata uang ini. Sedangkan mata uang konvensional selalu memiliki sebuah otoritas sentral.

Bitcoin pun, terutama di masa-masa awalnya, jadi alternatif mereka yang tidak suka mempercayai pemerintah, bank pusat, atau institusi pihak ketiga untuk menjaga nilai dari mata uang dan menjamin transaksi pengguna.

Di Bitcoin, semua itu digantikan dengan menggunakan perhitungan matematika dan kriptografi.

Setiap transaksi di bitcoin akan diuji melalui sistem kriptografi yang tersebar di jaringan peer-to-peer. Diperkirakan, ada puluhan ribu sistem yang turut melakukan pengujian ini.

Bitcoin tidak bebas dari pencurian. Namun, setiap bitcoin yang dicuri akan tetap tercatat dalam sistem. Sehingga saat digunakan untuk bertransaksi pun akan, secara teori, selalu dilacak.

Sistem Bitcoin yang terdesentralisasi membuat banyak pihak menyebutnya sebagai internet untuk uang. Jika internet merevolusi cara komunikasi global, Bitcoin diyakini bisa mengubah cara dunia menggunakan uang.

Oleh karena itu, Bitcoin kerap digadang-gadang sebagai mata uang masa depan.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/01/11/2149541/Bitcoin.Mata.Uang.Masa.Depan.