Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Hobi “Selfie” dengan Wajah Bebek Tanda Gangguan Jiwa

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/hobi-selfie-dengan-wajah-bebek-tanda-gangguan-jiwa.htmlseksimemek ~ Saya setuju banget yang satu ini, banyak banget cewek-cewek yang foto gaya mulut bebek. Perkembangan teknologi tidak hanya berimbas pada hadirnya sejumlah gadget canggih dan pesatnya akses informasi, tetapi juga berpengaruh pada gaya hidup penggunanya, salah satunya adalah perilaku selfie, yakni perilaku seseorang yang gemar mengabadikan dirinya sendiri.

Pose andalan saat melakukan selfie adalah ekspresi wajah bebek atau lebih dikenal dengan sebutan duck face, yakni memanyunkan bibir secara sensual dan menyipitkan mata, tujuannya sih supaya terlihat menggemaskan dan imut. Tetapi ternyata, di balik kebiasaan yang umumnya dilakukan oleh perempuan ini, terungkap temuan yang menyebutkan bahwa bisa jadi orang yang melakukannya terganggu secara mental.

Menurut sebuah penelitian psikologi yang dirilis di sebuah situs Antiduckface.com secara lugas menyatakan bahwa orang yang mengambil fotonya sendiri dengan ekspresi wajah sengaja dibuat untuk mengecoh perhatian, seperti salah satunya memajukan bibir, kemungkinan besar memiliki gangguan jiwa.

Komentar serupa juga dituturkan oleh Dr Pamela Rutledge, Director Media Psychology Research Centre, seperti dikutip dari Mashable.com, “Berkaca dan memotret diri sendiri atau selfie adalah dua hal yang berbeda. Dengan mematut diri di depan kaca menimbulkan pergerakan yang nyata, sedangkan selfie lebih kepada imaji yang Anda ciptakan sendiri demi mendapatkan perhatian dari orang lain. Hal yang demikian menunjukkan seseorang yang kesepian, butuh pengakuan, selalu ingin menjadi pusat perhatian dan biasanya tidak terlalu pintar.”

Pose dengan ekspresi wajah bebek ini menunjukkan rendahnya kepercayaan diri dengan wajah natural dan takut tidak terlihat menarik. Memang benar, pose duck face dapat menyamarkan kekurangan wajah, tetapi bukan berarti Anda terlihat lebih memikat!

Bahkan kebiasaan berpose seperti wajah bebek, untuk kemudian diedit menggunakan filter yang biasanya langsung tersedia pada beberapa aplikasi media sosial, menurut Dr Pamela, merupakan pemicu terciptanya gaya hidup pencitraan, di mana sejumlah orang menciptakan tuntutan pada diri sendiri untuk mendapatkan penilaian terbaik dari publik terhadap mereka.

Bagi Anda yang gemar memotret diri sendiri dengan ekspresi bak wajah seekor bebek ini, tak perlu khawatir. Meskipun diklaim sebagai gangguan psikologis, tapi tidak memberikan dampak buruk pada diri Anda dan juga lingkungan sosial. Namun, setidaknya pertimbangkanlah sebagai alarm untuk menguranginya karena wajah yang tersenyum manis dan binar mata nan cerdas lebih sedap dipandang dibandingkan bibir yang dimonyongkan!

Sumber: http://female.kompas.com/read/2014/01/13/0746042/Perempuan.Hobi.Selfie.dengan.Wajah.Bebek.Memiliki.Gangguan.Jiwa

Jejaring Sosial Bikin Pria Rajin Bersolek?

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/jejaring-sosial-bikin-pria-rajin-bersolek.htmlseksimemek ~ Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial seperti Facebook dan Twitter, seolah mengharuskan masyarakat, baik pria maupun wanita, untuk lebih memperhatikan penampilannya.

Perkembangan teknologi telah menyebabkan pergeseran pandangan sehingga menghadirkan tren bahwa semua orang melihat dan menilai orang hanya dari halaman media sosial yang mereka miliki. Demikianlah seperti yang disebutkan Kantar Worldpanel, perusahaan riset pemasaran untuk produk fast moving consumer goods (FMCG) dalam rilisnya yang diterima redaksi Kompas.com, Kamis (12/9/2013).

Riset tersebut berlangsung selama Juli 2013, terhadap 5.680 rumah tangga di wilayah urban Indonesia. Dalam rilis disebutkan, sampel yang diambil merepresentasikan 26 juta rumah tangga di wilayah urban Indonesia. Hasil riset menunjukkan, jumlah pembelian produk perawatan khusus pria di daerah urban Indonesia naik 43 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini merupakan kenaikan signifikan dibanding kenaikan pembelian total produk perawatan (tidak termasuk untuk bayi), yang hanya sebesar 15 persen.

Adapun jumlah rumah tangga yang membeli produk perawatan khusus pria naik 13 persen dibanding tahun sebelumnya. Hampir 75 persen rumah tangga kelas atas pernah membeli produk perawatan khusus pria dalam setahun terakhir. Meski empat kali lebih mahal dari produk uniseks, pengeluaran untuk produk perawatan khusus pria pada rumah tangga kelas atas meningkat 13 persen.

Lalu, produk perawatan khusus pria yang banyak dibeli adalah deodoran (30 persen dari total produk perawatan khusus pria), pembersih wajah (16 persen), sabun cair (5 persen), dan sampo (2 persen). Sebagai informasi, riset Kantar Worldpanel untuk produk perawatan khusus pria ini melihat tren konsumsi produk perawatan tubuh pria dari tahun 2011 hingga sekarang.

Sumber: http://female.kompas.com/read/2013/09/13/0948212/.Social.Media.Bikin.Pria.Rajin.Bersolek.