Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Adelaide, Kota di Australia Yang Jadi Kota Terpanas di Dunia

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/adelaide-kota-di-australia-yang-jadi.kota-terpanas-di-dunia.html
seksimemek ~ Memang masih belum dapat dikatakan sebagai tempat terpanas di bumi, namun apabila kategorinya menjadi sebuah kota, maka Adelaide saat ini dapat disebut sebagai kota terpanas di planet ini.

Dalam beberapa hari ini, suhu di Australia meningkat drastis. Panasnya suhu tersebut bahkan dikatakan melebihi rekor panas pada tahun 2009 silam. Dari berbagai tempat, daerah dan kota di Australia yang terterjang hawa panas, Adelaide adalah kota terpanas di antaranya.
http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/adelaide-kota-di-australia-yang-jadi.kota-terpanas-di-dunia.html
Dikutip dari Daily Mail (17/01), dilaporkan bahwa suhu sekarang ini mencapai 46,4 derajat Celcius di daerah tersebut. Bahkan, karena hawa panas itu, lebih dari 100 titik api di padang rumput dan hutan Australia bermunculan.

Terjangan hawa panas tersebut ditambah lagi tidak adanya hujan yang turun setetes pun di daerah itu. Sekitar 90 orang harus masuk rumah sakit karena tidak kuat menahan hawa panas itu dan 1 orang dinyatakan meninggal dunia karenanya.

Kabar terbaru menjelaskan bahwa suhu di Adelaide sudah sedikit turun walaupun panasnya masih tetap terasa.

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/adelaide-jadi-kota-terpanas-di-dunia.html

Wah Ada Jurang Raksasa Sedalam 3 Km di Bawah Es Antartika

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/wah-ada-jurang-raksasa-sedalam-3-km-di-antartika.htmlseksimemek ~ Di bawah lapisan es Antartika tersembunyi jurang yang dalamnya mencapai 3 kilometer, lebih dalam dan lebih besar dari Grand Canyon.
 
Jurang itu ditemukan oleh ilmuwan Inggris yang memetakan Ellsworth Subglacial Highlands, sebuah wilayah pegunungan di bawah lapisan es Antartika bagian barat.
 
Tim ilmuwan Inggris, yakni dari Glaciology Centre Bristol University dan British Antartics Survey, menemukan jurang dalam itu dengan bantuan teknologi penetrasi radar dan satelit.
 
Observasi selama tiga musim dan analisis hasil observasi menunjukkan adanya jurang sedalam 3 kilometer, sepanjang 298 kilometer serta lebar 24 kilometer.
 
"Bagi saya, ini menunjukkan betapa masih kecil area di permukaan planet kita yang diketahui," kata Neil Ross dari Newcastle University, pimpinan tim studi.
 
"Penemuan dan eksplorasi lansekap yang tersembunyi dan sebelumnya tak diketahui masih mungkin dan sangat menarik, bahkan sampai sekarang," imbuhnya seperti dikutip IB Times, Selasa (14/1/2014).
 
Menurut Ross, jurang itu terbentuk ketika Antartika memisahkan diri dari daratan Bumi yang lain sekitar 80 juta tahun yang lalu.
 
Ketika daratan yang memisah itu mencapai kutub, suhu turun drastis, tercipta gletser dan akhirnya lansekap seperti jurang ini terbentuk dan selanjutnya tertutup es.
 
Observasi yang membuahkan penemuan ini merupakan upaya pertama untuk melihat wilayah Antartika yang tersembunyi oleh lapisan es.
 
Meskipun demikian, penemuan jurang dalam di bawah lapisan es bukan yang pertama kalinya. Tahun 2013 lalu, ilmuwan menemukan jurang raksasa di bawah lapisan es Greenland.

Sumber: http://sains.kompas.com/read/2014/01/16/1512540/Jurang.Raksasa.Sedalam.3.Km.Ditemukan.di.Bawah.Es.Antartika

KEREN Banget! Danau Berusia 2000 Tahun di Gurun Pasir

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/keren-banget-danau-berusia-2000-tahun-di-gurun-pasir.html
seksimemek ~ Inilah fenomena alam yang unik di Dunhuang, China. Di sana terdapat Danau Bulan Sabit yang berupa oasis di tengah Gurun Gobi yang luas. Bentuknya benar-benar mirip bulan sabit. Hebatnya lagi, umur danau ini 2.000 tahun!

Dunhuang berada di Provinsi Gansu, China. Daya tarik dari kota ini adalah Gurun Gobi yang luas dan traveler bisa jelajahi dengan mobil jeep atau menunggangi unta. Di tengah gurunnya tersebutlah berada Yueyaquan yang disebut masyarakat setempat, yang berarti Danau Bulan Sabit.

Dilongok dari Daily Mail, Kamis (16/1/2014) Danau Bulan Sabit ini letaknya 6 km di sebelah selatan Dunhuang. Danau yang terbentuk dari oasis ini pun diyakini sudah berumur lebih dari 2.000 tahun dan terbentuk secara alami!

Dulunya, diperkirakan Danau Bulan Sabit ini ukurannya lebih luas. Selama tiga dekade terakhir, danau ini diperkirakan surut akibat cuaca yang panas dan perubahan iklim. Ukurannya pun makin mengecil.

Tahun 1960, kedalaman airnya mencapai 5 meter dengan rata-rata berkurang satu meter pada tahunnya. Pemerintah China pun bergerak cepat untuk menyelamatkan danau yang unik ini dan membuatnya menjadi daya tarik turis. Akhirnya pemerintah setempat menambah volume air ke dalam danaunya sejak tahun 2006 silam. Beruntung, hingga kini Danau Sabit masih ada hingga sekarang.

Danau Bulan Sabit ini memiliki bentuk melengkung dan benar-benar mirip bulan sabit yang biasa Anda lihat saat malam hari. Panjangnya sekitar 218 meter dari barat ke timur. Lebarnya 54 meter dari utara ke selatan.

Pemandangan danau ini sungguh keren. Anda bisa naik bukit pasir yang mengelilinginya untuk melihat bentuk bulan sabit dari ketinggian. Anda pun bisa melihatnya dari dekat, asal tak melewati pagar pembatas.

Di sebelah Danau Bulan Sabit terdapat bangunan kuil dengan pagoda. Di sana pula terdapat toko suvenir yang bisa Anda singgahi. Selain memandangi atau memotret Danau Bulan Sabit, biasanya turis yang datang ke sana menjelajahi bukit-bukit pasir dengan unta.

Bagi Anda yang berminat ke sana, siapkan stamina yang fit. Suhu yang panas dijamin bakal bikin banjir keringat dan tubuh mudah cepat lelah. Terang saja, daerah Gurun Gobi merupakan daerah yang kering dan curah hujan yang sedikit, bahkan bisa tidak hujan selama satu tahun. Meski begitu, siap-siap terkesima melihat Danau Bulan Sabit di sana!





Sumber: http://travel.detik.com/read/2014/01/16/184418/2469405/1520/keren-danau-2000-tahun-di-tengah-gurun-pasir-china?v9922021381

AS Membeku, Apa Dampak ke Iklim Indonesia?

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/as-membeku-apa-dampak-ke-iklim-indonesia.htmlseksimemek ~ Badan Meterologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) mengatakan suhu ekstrem yang terjadi di wilayah Kanada dan Amerika bagian Utara dalam beberapa hari terakhir tak akan berdampak bagi cuaca di Indonesia. Suhu ekstrem di AS itu disebutkan merupakan bagian dari variabilitas iklim.

"Sejauh ini belum ada hubungan langsung terhadap aktivitas cuaca dan iklim di wilayah Indonesia," jelas Widada Sulistya, Deputi Bidang Klimatologi BMKG di Cricis Centre, Kantor BMKG, Jakarta, Jumat 10 Januari 2014.

Dia mengatakan, suhu ekstrem yang dapat memberi pengaruh langsung pada cuaca dan iklim di Indonesia adalah suhu ekstrem dari wilayah terdekat, misalnya Australia atau kawasan daratan Indo China Selatan.

Contohnya, Widada menyebutkan, suhu esktrem di Vietnam pernah berdampak bagi Indonesia. Pada Desember lalu, di Vietnam turun salju. Di sana terdapat tekanan udara dari utara ke selatan. Akibatnya, cuaca di sana dingin.

"Cuaca dingin di sana memberi dorongan massa udara dingin ke selatan sehingga cuaca kita relatif banyak hujan," terang dia.

Ia menyebutkan, dampak suhu ekstrem Vietnam beberapa waktu lalu membawa peningkatan curah hujan dan banyaknya petir di wlayah Indonesia.

"Dampak suhu di Vietnam itu hanya angin kencang, hujan lebat," tegasnya.

Ia menambahkan, pada bulan Januari, untuk beberapa wilayah yang mengalami cuaca ekstrem rata-rata mengalami penurunan suhu dari rata-rata suhu ektrim.

Misalnya, Desember lalu, Vietnam mengalami penurunan suhu 3 derajat Celcius dari rata-rata suhu semestinya. Sedangkan, wilayah AS memang memasuki puncak musim dingin.

Biasanya, kata Widada suhu ektrem mencapai -15 derajat Celcius. "Tapi, yang kemarin itu cukup ekstrem, sebanyak -9 derajat Celcius dari rata-rata suhu pada bulan Januari," jelasnya. (adi)

Sumber: http://us.teknologi.news.viva.co.id/news/read/472412-daratan-as-membeku--apa-dampak-ke-iklim-indonesia-