Keajaiban Hormon | Dua Pemimpin Tubuh Kita

! seksimemek | DUA PEMIMPIN TUBUH KITA: KELENJAR HIPOTALAMUS DAN KELENJAR PITUITARI-Kenyataan bahwa Anda dapat duduk dengan nyaman di kursi Anda dan membaca kalimat-kalimat ini disebabkan sistem yang mengatur keseimbangan dalam tubuh Anda demi kepentingan Anda. Misalnya, tak peduli berapa pun suhu di luar, tubuh Anda harus selalu dijaga pada suhu tetap, biasanya antara 36,5 dan 37,5 derajat. Penurunan dan kenaikan suhu tubuh secara tiba-tiba dapat menyebabkan kematian. Suhu tubuh orang sehat, berkat sistem ini, berubah paling banyak 0,5 derajat. Dengan cara yang sama, tekanan darah dalam pembuluh darah, jumlah cairan di dalam darah, dan kecepatan fungsi sel harus cermat diukur, serta keseimbangan yang ada dijaga setiap saat.

Mari kita bayangkan usaha-usaha yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan ini secara buatan. Pertama, bayangkan adanya termometer- termometer peka di beberapa tempat dalam tubuh, peranti-peranti untuk mengukur kekentalan darah dalam pembuluh darah, dan laboratorium mini untuk mengendalikan kecepatan fungsi sel. Lalu, bayangkan ribuan perlengkapan yang berada di berbagai titik dalam tubuh ini harus setiap detik mengkaji secara tepat dan menyampaikan informasi yang diterimanya ke sebuah komputer yang sangat canggih.

Namun, tidak cukup cuma kajian-kajian ini dibuat; pada saat yang sama, harus juga diketahui, berdasarkan data yang ada, tindakan apa yang perlu diambil dan perintah seperti apa yang perlu diberikan ke sel yang mana.

Tentunya, bahkan dengan teknologi masa kini, masih tak mungkin menaruh ribuan thermometer, laboratorium mini, dan alat pengukur tekanan di kedalaman tubuh manusia. Namun, sebuah sistem khusus dengan rancangan tercanggih yang mungkin ada telah diletakkan di kedalaman tubuh manusia sejak lahir.

Ribuan pos penerima mengukur hal-hal seperti suhu tubuh dan tekanan pembuluh darah. Pos-pos ini mengirim informasi itu ke sebuah komputer khusus. Komputer ini ada di bagian otak yang disebut hipotalamus.

Manajer Tersembunyi Tubuh Anda: Kelenjar Hipotalamus

Hipotalamus adalah pemimpin umum sistem hormon; ia memiliki tugas penting memastikan kemantapan dalam tubuh manusia. Setiap saat, hipotalamus mengkaji pesan-pesan yang datang dari otak dan dari dalam tubuh. Setelah itu, hipotalamus menjalankan beberapa fungsi, seperti menjaga kemantapan suhu tubuh, mengendalikan tekanan darah, memastikan keseimbangan cairan, dan bahkan pola tidur yang tepat.

Hipotalamus terletak langsung di bawah otak dan ukurannya sebesar biji kenari. Sejumlah besar informasi sehubungan dengan keadaan tubuh dikirim ke hipotalamus. Informasi ini disampaikan ke sana dari setiap titik dalam tubuh, termasuk pusat indra dalam otak. Kemudian hipotalamus menguraikan informasi yang diterimanya, memutuskan tindakan yang mesti diambil dan perubahan yang harus dibuat dalam tubuh, serta membuat sel-sel tertentu menjalankan keputusannya.

Hal mendasar yang harus diperhatikan di sini adalah: hipotalamus itu sebuah organ yang terdiri dari sel-sel tak sadar. Suatu sel tak mengetahui berapa lama manusia harus tidur; ia tak dapat menghitung berapa seharusnya suhu tubuh. Sel tak dapat mengambil keputusan terbaik berdasarkan informasi yang ada, dan tak dapat membuat sel lain yang berjauhan letaknya dalam tubuh menjalankan keputusan itu. Namun, sel-sel dalam hipotalamus bertindak dalam cara yang luar biasa sadar demi menjamin bahwa keseimbangan yang dibutuhkan dalam tubuh terjaga. Pada halaman-halaman selanjutnya, kita akan menelaah secara rinci kegiatan luar biasa yang diperlihatkan oleh sel-sel tak sadar ini.


Sebagian besar informasi tentang tubuh manusia ada di hipotalamus.  Hipotalamus menerjemahkan informasi ini, mengambil keputusan penting,  dan memerintahkan sel-sel menjalankan keputusannya.  Pada gambar, terlihat letak hipotalamus di otak.  Kekuasaan maha hebat Allah yang menyebabkan hipotalamus mampu membuat keputusan penting.


Salah satu fungsi terpenting hipotalamus adalah menjembatani sistem hormon dan sistem lain yang mengatur dan memelihara tubuh—yaitu sistem syaraf. Hipotalamus bukan saja mengatur sistem hormon, namun juga sistem syaraf dengan tingkat keahlian yang tinggi.

Hipotalamus memiliki pembantu yang sangat penting dalam perannya mengatur tubuh; pembantu ini menyampaikan kepada bagian-bagian tubuh tertentu tentang keputusan yang telah diambil. Misalnya, ketika terjadi penurunan tiba-tiba tekanan darah, potongan-potongan informasi dikirimkan, dan mengabari hipotalamus tentang perubahan tekanan ini; lalu hipotalamus memutuskan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk menaikkannya dan menyampaikan keputusannya kepada pembantu-pembantunya.

Untuk menjalankan keputusan, pembantunya mengetahui sel-sel yang mana yang harus menerima perintah itu. Ia menulis pesan-pesan dalam bahasa yang dimengerti sel-sel ini dan segera menyampaikan segenap pesan itu. Sel-sel tujuan mematuhi perintah yang diterima dan melakukan tindakan yang tepat untuk menaikkan tekanan darah.

Pembantu hipotalamus adalah kelenjar pituitari, yang juga berpengaruh amat penting dalam sistem hormonal.

Antara kelenjar hipotalamus dan pituitari terdapat sistem komunikasi yang mengagumkan. Kedua potong daging ini sebenarnya berkomunikasi bagai dua manusia yang sadar. Hipotalamus memiliki kendali menyeluruh atas kelenjar pituitari dan pelepasan penting beberapa hormon.

Misalnya, hipotalamus seorang anak dalam masa perkembangan mengirim pesan ke kelenjar pituitari dengan perintah, “lepaskan hormon pertumbuhan” dan kelenjar pituitari lalu melepaskan hormon pertumbuhan tepat seperti yang dibutuhkan.

Sesuatu yang mirip terjadi saat sel-sel tubuh harus bekerja lebih cepat; di sini terdapat dua tingkat komando. Hipotalamus mengirimkan perintah ke kelenjar pituitari yang pada gilirannya meneruskan perintah itu ke kelenjar tiroid. Kelenjar pituitari melepaskan hormon tiroid dalam jumlah yang tepat dan sel-sel tubuh mulai bekerja lebih cepat.


Letak kelenjar-kelenjar hormon di dalam tubuh yang di bawah kendali hipotalamus.

Saat kelenjar adrenal (yang menghasilkan beberapa hormon yang sangat penting) harus diaktifkan atau organ reproduksi harus menghasilkan hormon-hormonnya, hipotalamus lagi-lagi mengirimkan pesan ke kelenjar pituitari, yang mengarahkan pesan itu ke daerah yang sesuai dan memastikan bahwa hormon-hormon yang dibutuhkan di bagian tubuh itu dilepaskan.

Hormon-hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus untuk mengatur kelenjar pituitari antara lain:

Hormon pelepas hormon pertumbuhan
Hormon pelepas tirotropin
Hormon pelepas kortikotropin
Hormon pelepas gonadotropin

Dalam beberapa hal, untuk ikut serta dalam kegiatan sel, hipotalamus menggunakan dua hormon yang dihasilkannya sendiri. Untuk menyimpan hormon-hormon ini, hipotalamus lebih dulu mengirimkannya ke kelenjar pituitari, kemudian, saat dibutuhkan, memastikan bahwa hormon-hormon ini dilepaskan oleh kelenjar pituitari. Hormon-hormon tersebut adalah:

Vasopresin (sebuah hormon antidiuretik, yaitu hormon penahan air)
Oksitosin
Kedua molekul hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus ini sangat kecil. Salah satunya hanya sebesar tiga asam amino. Hormon hipotalamus berbeda dari hormon-hormon lainnya bukan hanya karena kecil, namun juga karena jarak tempuhnya dalam tubuh. Hormon biasanya bergerak ke daerah yang jauh dari kelenjar tempat ia dihasilkan menuju organ-organ yang ditentukan. Namun, hormon hipotalamus mencapai kelenjar pituitari hanya dengan menembus pembuluh kapiler setebal beberapa milimeter. Hormon ini tak pernah memasuki sistem peredaran umum.

Hipotalamus menghasilkan hormon yang mengaktifkan kelenjar pituitari, dan saat dibutuhkan, menghasilkan juga hormon yang menghentikan kelenjar pituitari di saat yang tepat sehingga tak melepaskan hormon tertentu. Dengan cara ini, hipotalamus mengatur sepenuhnya kegiatan kelenjar pituitari.


Hipotalamus, yang terletak tepat di bawah otak dan seukuran biji kenari, mengatur berbagai fungsi penting, seperti pengaturan metabolisme tubuh, pengendalian kelenjar adrenal, produksi susu, dan pengaturan pertumbuhan tubuh.  Saat menjalankan semua kegiatan ini, hipotalamus memerintahkan kelenjar-kelenjar hormon lain yang di bawah kendalinya.  Pada gambar di atas, kita melihat hormon-hormon yang bekerja sama dengan hipotalamus.  Membayangkan bahwa kerat-kerat daging ini dapat saling berkomunikasi bak manusia yang sadar dan menjalankan kegiatannya bersama-sama, dapat membantu kita memahami kemuliaan Allah.

Dirijen Orkestra Hormon: Kelenjar Pituitari

Kelenjar pituitari adalah sekerat daging kecil berwarna merah jambu sebesar kacang buncis, dengan berat setengah gram dan dihubungkan ke hipotalamus dalam otak oleh sebuah batang. Berkat hubungan inilah, pituitari menerima perintah dari hipotalamus untuk menghasilkan hormon yang diperlukan.

Kelenjar pituitari sebesar buncis ini berpengaruh besar pada tubuh manusia dan menunjukkan fungsi yang mengagumkan sehingga telah (dan masih) menjadi bahan penelitian ilmiah selama bertahun-tahun. Sekerat daging kecil ini telah menerima banyak perhatian di dunia ilmiah. Kelenjar pituitari juga dikagumi karena sifat-sifatnya yang luar biasa. Misalnya, kelenjar pituitari disebut sebagai “dirijen orkestra endokrin (hormon)”. Kelenjar ini juga dipuji sebagai “kelenjar utama”. Pada saat yang sama, kelenjar pituitari juga dikenal sebagai sebuah “keajaiban biologi yang luar biasa”.

Kelenjar pituitari berhak menerima pujian-pujian ini karena ke-12 hormon berbeda yang dihasilkannya dan kendali yang dilakukannya terhadap sistem hormon. Kelenjar ini tidak saja menghasilkan hormon yang mempengaruhi sel-sel jaringan tertentu, tetapi juga mengatur kerja kelenjar-kelenjar hormon lain yang jauh letaknya.

Jika kita mengingat bahwa kelenjar hormon adalah organ yang mengatur kegiatan sel-sel di dalam tubuh dengan memberi perintah tertentu, pentingnya kelenjar pituitari kian jelas. Karena tak berhenti memberikan perintah ke berbagai sel di dalam tubuh, kelenjar pituitari juga memberikan perintah pada kelenjar-kelenjar hormon yang lalu meneruskan perintah itu ke sel-sel lain dalam tubuh. Dengan demikian, pituitari berfungsi sebagai pemimpinnya para pemimpin.

Misalnya, pituitari mengirimkan perintah pada kelenjar tiroid saat pelepasan hormon tiroid dibutuhkan. Dengan cara yang sama, pituitari memberikan perintah pada kelenjar adrenal, zakar di tubuh laki-laki, serta indung telur dan kelenjar susu pada tubuh perempuan.

Sebuah pertanyaan penting adalah: bagaimana kelenjar pituitari dan sel-sel yang membentuknya mengetahui “fungsi kelenjar adrenal”, cara “kelenjar itu menjalankan fungsinya”, dan “tanda yang dibutuhkan untuk mengaktifkannya”?

Bagaimanakah sel-sel yang membentuk kelenjar adrenal memahami dan menerjemahkan perintah yang dikirim kelenjar pituitari, dan mengapa mematuhinya?

Saat merenungkan secara rinci masalah ini, kita akan melihat bahwa dimensi keajaiban ini makin luas. Sebuah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari dirancang agar sesuai dengan tempatnya melekat di sel tujuan. Namun, tidak ada sel pituitari yang pernah melihat kelenjar hormon ke mana pesan dikirim. Sel-sel pituitari tak mungkin mengetahui rancangan reseptor pada sel-sel yang membentuk kelenjar adrenal. Ini dapat disetarakan dengan seseorang yang pergi menuju sebuah rumah ribuan kilometer jauhnya di negara lain, yang lalu menemukan diri di depan pintu yang belum pernah dilihatnya, namun memiliki sebuah anak kunci yang cocok dengan gemboknya saat pertama dicoba. Bagaimanakah sel yang membentuk kelenjar pituitari dapat mengetahui cara membuat anak-anak kunci yang sesuai dengan gembok-gembok yang belum pernah sel-sel itu lihat?

Hal penting lainnya adalah tak boleh terjadi kesalahan dalam sistem ini. Jika anak kunci yang dibuat tak dapat membuka pintu yang dituju (yaitu, jika hormon yang dihasilkan tidak melaksanakan fungsinya di daerah yang ditetapkan), terjadilah kematian. Misalkan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari tak bekerja pada kelenjar adrenal, tubuh tidak dapat bertahan.


Kelenjar pituitari bekerja bak dirijen suatu orkestra yang memastikan keteraturan di dalam tubuh kita.

Untuk memahami lebih lanjut keajaiban sistem ini, kita dapat menggunakan cara berikut: berdirilah di depan sebuah cermin, letakkan jari Anda pada sebuah titik di antara kedua mata Anda. Lima sampai enam sentimeter di belakang titik ini, tepat dalam tengkorak Anda, ada sekerat daging, seukuran kacang buncis, yang disebut kelenjar pituitari.

Kemudian, letakkan tangan Anda yang lain di perut. Tepat di bawah tangan ini, di dalam perut, terdapat sepasang ginjal. Di atas setiap ginjal, ada sebuah kelenjar seukuran kenari dengan berat sekitar 4-5 gram yang disebut kelenjar adrenal.

Kedua potong daging ini dapat berkomunikasi satu sama lain. Keduanya bukan manusia sadar yang dapat bercakap-cakap satu sama lain, melainkan dua kelompok sel. Selanjutnya, sistem komunikasi ini, bersama dengan akibat-akibat yang dihasilkannya, adalah hasil teknologi maju yang bahkan tak dimiliki manusia.

Kenyataan bahwa dua potong daging jauh di dalam tubuh kita saling berkomunikasi dan memahami merupakan keajaiban yang patut direnungkan.

Di sisi lain, jika tidak mempelajari biologi, orang tak menyadari bahwa organ seperti ini ada di dalam tengkoraknya di bawah otak. Sebagian besar orang awam bahkan tidak mengetahui bahwa kelenjar pituitari adalah sekerat daging yang sangat kecil di bawah otak yang membuat kita tetap hidup dengan terus-menerus mengirimkan pesan dan memberikan perintah kepada tubuh. Selain itu, orang benar-benar tak menyadari bahwa semua itu terjadi. Jika kelenjar ini tak melaksanakan fungsinya, orang ini akan mati dalam waktu singkat. Jika Anda melihat sejenak dari sudut pandang ini pada orang di sebelah Anda, Anda akan semakin memahami betapa lemah dan bergantungnya manusia kepada Allah, Sang Pencipta kita.

“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS Fathir, 35: 15)

Hormon-Hormon yang Dihasilkan oleh Kelenjar Pituitari

Sebelum merenungkan lebih lanjut nama-nama hormon pituitari, ada baiknya mengulangi bahwa tujuan buku ini adalah melihat hal-hal menakjubkan yang terjadi dalam sistem hormonal yang mengejutkan bahkan dunia ilmiah, dan mengamati lebih dekat kehebatan ciptaan Allah. Karena alasan ini, lebih baik memusatkan perhatian pada bagaimana sistem berfungsi daripada pada nama-nama hormon. Istilah-istilah Yunani dan Latin yang digunakan dalam ilmu kedokteran dan biologi menjadi penghalang bagi banyak orang. Dan terkadang istilah-istilah Yunani dan Latin ini hanya membuat jalannya sebuah mekanisme lebih sulit dipahami (atau menghalangi kita menghargai keajaiban yang terjadi dalam proses-proses yang memukau). Kebanyakan pakar kedokteran dan biologi mungkin tak memahami keajaiban di dekat mereka justru karena pesona istilah-istilah itu. Misalnya, mereka mengetahui secara rinci cara kelenjar pituitari terbentuk dan berfungsi, namun tak pernah memikirkan sumber kesadaran cerdas yang ditunjukkan sepotong kecil daging ini. Karena alasan itu, kami ulangi bahwa tak perlu menakut-nakuti pembaca yang tidak akrab dengan bacaan-bacaan kedokteran dengan menyiapkan ruang khusus bagi arti istilah-istilah ini. Kami hanya akan menyebutkan secara singkat nama-nama hormon dan pada halaman-halaman selanjutnya kita akan melihat keajaiban besar yang diakibatkan hormon-hormon itu.

Kelenjar pituitari terdiri atas dua bagian: kelenjar depan (anterior) dan belakang (posterior). Setiap bagian menghasilkan hormon berbeda.

Kelenjar Pituitari Depan


Perintah-perintah datang terus-menerus ke seluruh bagian tubuh dari kelenjar pituitari.  Lewat perintah-perintah ini, sejumlah besar kerja yang sempurna di dalam tubuh terlaksana.

Kelenjar pituitari depan menghasilkan enam hormon berbeda yang fungsinya telah tertentu. Sebagian hormon yang bekerja pada kelenjar hormon lainnya disebut “hormon tropik”. Hormon ini dirancang untuk mengatur sistem hormon. Pada halaman berikut kita akan mempelajari fungsi-fungsi hormon tropik bersama dengan susunan dan fungsi kelenjar-kelenjar hormon yang dihasilkannya. Kelompok lain hormon-hormon ini merangsang jaringan tubuh. Nama-nama hormonnya sebagai berikut:

Hormon yang merangsang kelenjar endokrin/hormon lain (tropik):

1.Hormon perangsang tiroid (TSH)

2.Hormon perangsang kelenjar adrenal (ACTH, hormon adrenokortikotropik)

3.Hormon perangsang folikel (FSH)

4.Hormon Luteneizing (LH).

Hormon-hormon yang bekerja pada jaringan tubuh (non-tropik)

1.Hormon pertumbuhan (GH)

2.Hormon prolaktin (PRL).

Kelenjar Pituitari Belakang

Bagian belakang kelenjar pituitari adalah tempat menyimpan hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus. Pada keadaan yang sesuai, hormon-hormon ini dilepaskan dengan perintah dari hipotalamus. Hormon-hormon itu adalah:

1.Vasopresin (hormon antidiuretik)

2.Oksitosin

Keajaiban Pertumbuhan: Hormon Pertumbuhan

Seorang bayi usia setahun beratnya hampir dua kali dan panjangnya satu setengah kali saat ia dilahirkan. Dalam setahun, bobotnya naik dengan kecepatan yang mengagumkan. Ia juga tumbuh lebih panjang, dan tubuhnya tumbuh seimbang. Apakah yang menyebabkan bayi baru lahir yang beratnya 3 kilogram dan panjangnya 50 sentimeter dapat tumbuh menjadi orang dewasa berbobot 80 kilogram dan tinggi 1,80 meter dua puluh tahun kemudian?

Jawaban atas pertanyaan ini tersembunyi dalam hormon pertumbuhan yang ditemukan dalam molekul mengagumkan yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari.

Agar dapat menjadi orang dewasa, seorang bayi harus tumbuh. Proses pertumbuhannya terjadi dengan dua cara. Sejumlah sel mengalami pembesaran; sel-sel lain membelah dan berkembang biak. Yang mengatur dan memastikan kedua proses ini adalah hormon pertumbuhan.

Hormon pertumbuhan dilepaskan dari kelenjar pituitari dan mempengaruhi semua sel yang ada dalam tubuh. Setiap sel mengetahui arti dari pesan yang dikirim kepadanya dari kelenjar pituitari. Sesuai dengan pesan ini, ia tumbuh atau berkembang biak.

Contohnya, jantung bayi yang baru lahir berukuran sekitar seperenambelas ukuran jantung manusia, namun jumlah sel seluruhnya dalam jantung bayi sama dengan jantung orang dewasa. Dengan berkembangnya tubuh, hormon pertumbuhan mempengaruhi setiap sel jantung. Setiap sel berkembang sesuai dengan perintah yang diberikan kepadanya oleh hormon pertumbuhan. Akibatnya, jantungnya tumbuh menjadi jantung dewasa.


Hormon pertumbuhan bekerja seperti seorang pematung yang mahir.  Dalam satu rentang waktu, hormon ini mengubah bayi sepanjang 50 cm menjadi orang dewasa setinggi 180 cm.


Perkembangbiakan sel-sel syaraf berhenti saat janin berusia enam bulan dan masih tinggal dalam rahim ibu. Sejak saat itu hingga lahir dan sejak lahir hingga dewasa, jumlah sel-sel syaraf tetap sama. Hormon pertumbuhan memerintahkan sel-sel syaraf memperbesar ukurannya. Saat masa pertumbuhannya berakhir, sistem syaraf telah mencapai bentuk akhir.


Pada foto di samping, tampak jantung orang dewasa.  Saat masih di dalam tahap embrio, jantung bayi berkembang di bawah pengawasan hormon pertumbuhan.  Pada foto samping, tampak jantung yang sedang tumbuh yang terlihat seperti  titik berwarna merah.

Sel-sel lain dalam tubuh (misalnya, sel-sel otot dan tulang) membelah dan berkembang biak selama masa pertumbuhan. Lagi-lagi hormon pertumbuhanlah yang mengabari sel-sel ini berapa banyak harus membelah.

Berdasarkan hal ini, kita harus mengajukan pertanyaan ini:

Bagaimanakah mungkin kelenjar pituitari mengetahui rumus yang tepat yang menentukan pembelahan dan pertumbuhan sel? Menakjubkan bahwa sekerat daging ini, yang seukuran kacang buncis, mengatur semua sel di dalam tubuh dan membuatnya tumbuh dengan membelah atau memperbesar diri. Pertanyaan lain yang harus diajukan: siapa yang menugasi sekerat daging ini fungsi tersebut? Mengapa sepanjang hidupnya sel-sel ini mengirimkan pesan yang memerintahkan sel-sel lain membelah diri?

Di sini, lagi-lagi kita melihat kehebatan penciptaan Allah yang tanpa cacat. Sel-sel yang terletak di sebuah daerah kecil memastikan pembelahan teratur trilyunan sel-sel lain. Namun, tak mungkin sel-sel ini mengamati tubuh manusia dari luar untuk menentukan seberapa besar tubuh harus tumbuh dan kapan harus berhenti tumbuh. Sel-sel tak sadar, dalam kegelapan tubuh, bahkan tanpa mengetahui apa yang dilakukannya, menghasilkan hormon pertumbuhan (dan berhenti menghasilkannya) saat diperlukan. Sistem sempurna telah diciptakan untuk mengendalikan setiap tahap pertumbuhan dan pelepasan hormon ini.

Karena menaati hormon pertumbuhan, sel-sel kita membentuk wajah kita dengan keseimbangan dan simetri yang sempurna.  Sel-sel itu seksama menaati perintah yang diterima dan tumbuh saling seimbang.  Jika tidak, simetri wajah manusia tak mungkin terbentuk; jika hidung tumbuh terlalu besar, tulang pipi mungkin tak terbentuk.  Atau, jika mata terbentuk namun rongganya tidak, mata tak akan dapat melaksanakan fungsinya.

Merupakan salah satu keajaiban lagi bahwa hormon pertumbuhan memerintahkan sejumlah sel untuk meningkatkan ukurannya dan memerintahkan yang lain untuk berkembangbiak dengan pembelahan karena hormon-hormon yang mencapai setiap jenis sel serupa satu sama lain. Bagaimanakah sel yang menerima perintah harus bereaksi tertulis dalam kode genetikanya. Hormon pertumbuhan mengeluarkan perintah untuk tumbuh; bagaimana pertumbuhan tersebut dapat terjadi tercatat dalam sel. Ini menunjukkan kekuatan dan kebesaran penciptaan pada setiap titik dalam perkembangan tubuh manusia.

Namun, satu hal yang sangat penting adalah kenyataan bahwa hormon pertumbuhan mempengaruhi sebagian besar sel-sel tubuh. Jika sejumlah sel mematuhi hormon pertumbuhan dan yang lain tidak, akibatnya adalah bencana. Misalkan, sel-sel jantung mematuhi perintah hormon pertumbuhan, tetapi sel-sel tulang iga menolak menggandakan diri dan tumbuh, apa yang akan terjadi? Jantung yang sedang tumbuh akan tersesak dalam rongga dada yang terlalu kecil dan mati.


Hormon pertumbuhan memastikan bahwa semua organ tubuh tumbuh saling seimbang.  Misalnya, organ-organ di dalam rongga perut dan rongga dada berkembang seimbang.  Jika rongga dada berhenti tumbuh selagi jantung masih berkembang, tulang rusuk akan meremukkan jantung dan menyebabkan kematian.

Atau, tulang hidung tumbuh namun kulit di atasnya berhenti tumbuh, tulang hidung akan merobek kulit sehingga terbuka. Keselarasan pertumbuhan otot, tulang, kulit dan organ-organ lainnya dijamin oleh ketaatan setiap sel pada hormon pertumbuhan.

Hormon pertumbuhan juga memberikan perintah bagi perkembangan tulang rawan di ujung-ujung tulang.1 Tulang rawan ini seperti keadaan bayi baru lahir yang belum terbentuk; jika tulang ini tak tumbuh, bayi tak dapat tumbuh. Di sini, sel-sel menyebabkan tulang tumbuh menurut arah panjangnya, tetapi bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa tulang harus tumbuh ke arah tersebut? Jika tulang tumbuh ke samping, tungkai tak akan memanjang; bahkan bisa merobek kulit dan akan tampak. Namun, segalanya sudah direncanakan dan rencana ini tertulis dalam inti setiap sel.

Kenyataan menakjubkan lainnya tentang hormon pertumbuhan adalah kapan ia dilepaskan dan berapa jumlahnya. Hormon pertumbuhan dilepaskan dalam jumlah yang tepat dan pada saat masa pertumbuhan paling giat. Hal ini amat penting karena jika jumlah yang dilepaskan lebih atau kurang dari yang dibutuhkan, hasilnya tak akan seperti yang diinginkan. Jika terlalu sedikit hormon yang dilepaskan, kekerdilan terjadi, dan jika terlalu banyak, gigantisme (pertumbuhan raksasa) terjadi.2

Maka, karena alasan itu, sebuah sistem yang sangat khusus telah diciptakan untuk mengatur jumlah hormon yang dilepaskan dalam tubuh. Jumlah hormon yang dilepaskan ini ditentukan oleh hipotalamus, yang dikenal sebagai pengatur kelenjar pituitari. Pada waktu yang tepat untuk pelepasan hormon pertumbuhan, hipotalamus mengirimkan “hormon pelepas hormon pertumbuhan” (GHRH) ke kelenjar pituitari. Dan saat sudah terlalu banyak hormon pertumbuhan dilepaskan ke dalam darah, hipotalamus mengirimkan sebuah pesan (hormon somatostatin) ke kelenjar pituitari dan memperlambat pelepasan hormon pertumbuhan.3


Setiap sel tulang di dalam tubuh menyadari tempatnya akan berada, seperti apa bentuknya nanti, dan seberapa besar akan tumbuh.  Sel-sel ini menaati tanpa kesalahan segenap perintah yang diterima dari hormon pertumbuhan.  Komunikasi antarsel membuat tubuh tumbuh seimbang.

Tetapi, bagaimana sel-sel yang membentuk hipotalamus mengetahui berapa banyak hormon pertumbuhan yang seharusnya ada dalam darah? Bagaimanakah sel-sel itu mengukur jumlah hormon pertumbuhan dalam darah dan membuat keputusan berdasarkan jumlah itu? Untuk menjelaskan betapa besarnya keajaiban ini, mari kita pikirkan sebuah contoh:

Bayangkanlah bahwa kita telah menggunakan peralatan khusus dan mengecilkan ukuran tubuh seseorang menjadi sepersekian juta dari ukuran aslinya, yaitu ke ukuran sel manusia. Kita meletakkan orang ini dalam sebuah kapsul khusus di samping sebuah sel dalam hipotalamus.

Tugas orang ini adalah menghitung jumlah molekul hormon pertumbuhan dalam pembuluh kapiler yang melintas di depannya. Ia menentukan jika terdapat pengurangan atau penambahan jumlah molekul. Luas diketahui bahwa ada ribuan zat berbeda dalam darah. Tak mungkin seorang manusia (jika bukan ahli di bidang ini) dapat mengetahui dari susunan molekul apakah sesuatu di hadapannya itu hormon pertumbuhan atau zat lain. Namun, orang yang kita taruh dalam hipotalamus harus mengenali dengan pasti hormon pertumbuhan di antara jutaan molekul lainnya. Selain itu, ia harus selalu memeriksa jumlah hormon.

Bagaimanakah mungkin hipotalamus yang tak sadar menjalankan tugas ini, yang sepertinya sangat sulit bahkan bagi manusia? Bagaimanakah hipotalamus setiap saat mengukur jumlah hormon pertumbuhan dalam darah? Bagaimanakah hipotalamus membedakan hormon pertumbuhan dari molekul lainnya? Sel-sel ini tak bermata untuk mengenali molekul, atau berotak untuk menilai keadaan. Namun, hipotalamus menjalankan perintah yang diberikan kepadanya dalam suatu sistem sempurna ciptaan Allah.


Jika terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon dilepaskan, hasilnya beragam.  Jika terlalu sedikit dilepaskan, terjadilah dwarfisme (kekerdilan); jika terlalu banyak, terjadilah gigantisme (keraksasaan).  Karena itu, Allah menciptakan suatu sistem khusus untuk mengatur jumlah hormon pertumbuhan yang dilepaskan.

Hormon pertumbuhan tak hanya dilepaskan dalam masa perkembangan, namun berlanjut sampai dewasa. Dalam keadaan demikian, Anda akan berharap manusia akan terus tumbuh dan menjadi berukuran raksasa. Tetapi, hal ini tak terjadi.4 Saat manusia mencapai ukuran tertentu, sel-selnya tak lagi membelah dan tumbuh. Para ilmuwan masih belum mengetahui mengapa ini terjadi. Diketahui bahwa berkat sistem yang sangat khusus, sel-sel diprogram agar tidak lagi membelah dan tumbuh setelah masa tertentu. Dalam keadaan demikian, seseorang harus merenungkan Kekuatan yang menciptakan program sempurna itu. Ini memperlihatkan kepada kita satu lagi keajaiban ciptaan Allah.

Tidak begitu sulit untuk memahami betapa pentingnya trilyunan sel bersamaan berhenti membelah dan tumbuh pada waktu yang tepat. Jika beberapa sel tak berhenti membelah seperti sel-sel lainnya, hasilnya akan mengerikan. Misalkan, jika sel-sel mata terus-menerus membelah dan menggandakan diri setelah kelompok-kelompok sel lain berhenti, mata akan tersesak dalam rongganya dan pecah.

Setelah membahas tentang trilyunan sel yang tiba-tiba menghentikan kegiatannya, ada hal lain yang pantas diingat. Kanker adalah sebuah penyakit yang telah kita perangi selama puluhan tahun dan masih belum dapat ditaklukkan; ini disebabkan oleh sebuah sel yang terus-menerus membelah tanpa bisa dikendalikan. Contoh ini membuat kita dapat lebih memahami keseimbangan teliti yang ada dalam tubuh.

Pada usia dewasa, hormon pertumbuhan terus memberikan pengaruh pada beberapa sel khusus dan merangsang sel-sel ini agar membelah dan menggandakan diri. Inilah satu lagi keajaiban penciptaan yang bertujuan khusus. Pembelahan sel ini tidak lagi menyebabkan pertumbuhan tubuh, namun untuk memperbaiki dan memperbaharui tubuh. Misalnya, sel-sel kulit dan sel-sel darah merah terus-menerus membelah sehingga tubuh kita mendapatkan 200 juta sel baru setiap menitnya.5 Sel-sel ini menggantikan sel-sel lama dan rusak. Dengan cara ini, jumlah keseluruhan sel tetap sama.


Kita tak mungkin menghitung jumlah molekul hormon pertumbuhan di dalam pembuluh darah kapiler tubuh kita atau dengan mudah menentukan kenaikan dan penurunan jumlahnya.  Namun, sel-sel yang membentuk hipotalamus memilih hormon pertumbuhan dari ribuan zat yang beragam di dalam darah dan membuat penyesuaian yang dibutuhkan.


Hormon pertumbuhan memiliki rancangan khusus yang menghasilkan sejumlah faktor yang dimanfaatkan dalam pembelahan dan pertumbuhan sel. Untuk terjadinya pembelahan dan pertumbuhan sel, terlebih dulu penting bahwa sel-sel itu memperbesar ukuran, yang hanya mungkin terjadi melalui peningkatan jumlah protein. Oleh karena itu, hormon pertumbuhan ini berfungsi khusus mempercepat produksi protein dalam sel.

Pada foto-foto di atas, tampak seorang perempuan berusia 16, 33, dan 52 tahun yang mengalami keadaan akibat pelepasan berlebihan hormon pertumbuhan di masa dewasa.  Keadaan ini ditandai dengan pertumbuhan tak seimbang rahang, tangan, dan hidung.

Diketahui bahwa produksi protein terjadi sebagai hasil suatu proses yang rumit. Para ilmuwan baru dapat memahami sebagian unsur luar dalam proses ini setelah bertahun-tahun penelitian. Untuk menghasilkan sebuah molekul bagi peningkatan kegiatan sistem ini, penting sekali mengetahui semua seginya. Kenyataan bahwa hormon pertumbuhan memiliki rancangan yang membuatnya mampu mempercepat produksi protein adalah bukti bahwa sistem yang menghasilkan protein dan hormon pertumbuhan ini diciptakan oleh Allah sehingga bekerja saling serasi dan melaksanakan fungsi sesuai dengan perintahNya.

Hormon pertumbuhan bukan saja memastikan percepatan sintesis protein, tetapi juga memastikan bahwa bahan dasar dalam jumlah yang dibutuhkan bagi maksud itu masuk ke dalam sel. Bahan utama yang dibutuhkan sintesis protein adalah asam-asam amino, senyawa-senyawa penyusun protein. Seolah mengetahui informasi ini, hormon pertumbuhan merangsang sel membran agar menerima lebih banyak asam amino.

Untuk mempercepat sintesis protein, metabolisme sel harus dipercepat dan, hingga kini, hormon pertumbuhan bekerjasama dengan hormon-hormon lainnya. Hormon tiroid yang dilepaskan selama masa pertumbuhan mempercepat kegiatan metabolisme sel.


Inilah foto hormon pertumbuhan.  Hormon ini terlalu kecil untuk terlihat oleh mata telanjang, namun bekerja di dalam tubuh dengan kesadaran, kecerdasan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.  Bagaimana hormon ini mampu menyusun manusia dalam bentuk yang sempurna adalah suatu keajaiban.  Namun, Ia Yang sesungguhnya menciptakan keajaiban ini adalah Allah, Tuhan semesta alam.

Agar semuanya terjadi, satu hal sangat penting lainnya yang dibutuhkan adalah tenaga. Bahkan jika semua sistem yang telah kita sebutkan sejauh ini sempurna, semua itu tak berguna tanpa sumber tenaga. Tanpa tenaga, proses pertumbuhan tak dapat terjadi. Tetapi, tubuh manusia telah direncanakan dengan sangat sempurna sehingga kebutuhan ini juga telah tersedia. Selain semua fungsi rumit ini, hormon pertumbuhan menjalankan satu lagi tugas yang amat penting. Hormon ini memastikan pelepasan molekul lemak agar bercampur dengan darah. Dengan cara ini, setiap molekul akan berfungsi sebagai sumber bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan sel akan tenaga.


Saat mencapai sel, hormon pertumbuhan menempelkan diri ke reseptor yang tepat di membran.  Ketika reseptor ini terangsang, hormon pertumbuhan mulai melaksanakan fungsinya.

Saat membaca tentang kegiatan hormon pertumbuhan dalam tubuh, penting bagi kita mengingat bahwa yang melakukan semuanya ini adalah molekul-molekul tak bernyawa yang terbentuk dari gabungan beberapa atom yag tak bertangan, mata, atau otak. Menakjubkan bahwa benda tak bernyawa dapat mengetahui kapan dan ke mana harus pergi dalam tubuh, dan kapan, bagaimana, dan dengan cara apa merangsangnya. Atom-atom tak sadar tak dapat menulis dan saling mengirimkan pesan, namun kejadian menakjubkan ini terjadi ketika sejumlah molekul saling berinteraksi. Molekul-molekul itu segera mengetahui apa yang harus dilakukan dan lalu melakukannya. Contohnya, saat berinteraksi dengan hormon pertumbuhan, sejumlah molekul segera mulai membelah. Yang lain memutuskan untuk menyerap lebih banyak asam amino. Dan untuk itu, hanya perlu menanggapi hormon pertumbuhan. Bagaimanakah mungkin kegiatan yang terjadi secara sadar dan teratur seperti ini berjalan tanpa henti dalam tubuh?

Pernyataan bahwa seluruh keseimbangan yang mengagumkan ini terbentuk seiring dengan waktu oleh kerja ketaksengajaan menguap di hadapan kenyataan dan logika ilmiah. Sebab, satu kekurangan dapat menghancurkan seluruh sistem. Agar dapat bertahan hidup, seluruh sistem dan seluruh organ suatu makhluk harus terbentuk sekaligus. Setiap hal mengenai hormon pertumbuhan dan keseimbangan teliti yang terkait, yang sejauh ini telah kita tinjau, menunjukkan kenyataan bahwa manusia diciptakan dengan sempurna sebagai makhluk hidup yang lengkap. Tentang kehebatan penciptaan, Allah menyatakan di dalam Al Qur’an:

“Dialah Allah Yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang membentuk rupa, Yang mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Hasyr, 59: 24)

Hormon Prolaktin

Hormon ini dilepaskan oleh kelenjar pituitari yang merangsang kelenjar susu dalam payudara perempuan sehingga menghasilkan susu. Produksi susu ini dikendalikan oleh hipotalamus. Bagaimanakah prolaktin menjalankan fungsi itu akan dijelaskan secara rinci dalam ruas “Keajaiban ASI.”

Hormon Oksitosin

Hormon ini dihasilkan oleh hipotalamus dan disimpan dalam kelenjar pituitari belakang. Saat diperlukan, oksitosin dilepaskan oleh kelenjar pituitari ketika menerima rangsangan syaraf dari hipotalamus. Fungsinya termasuk mengerutkan saluran susu. Fungsi-fungsi lain oksitosin dalam pembentukan susu dijelaskan secara rinci dalam “Keajaiban ASI.”


Hormon oksitosin dihasilkan oleh hipotalamus dan disimpan di kelenjar pituitari.  Pada saat yang tepat, sebuah isyarat syaraf dikirimkan oleh hipotalamus ke kelenjar pituitari agar melepaskan hormon ini.  Tujuannya adalah memastikan terjadinya pengerutan saluran-saluran susu dan otot-otot rahim ketika waktu kelahiran tiba.  Dengan cara ini, hormon memudahkan proses persalinan.

Selain perannya dalam pembentukan susu, hormon oksitosin memiliki tugas lain. Hormon ini memastikan terjadinya kerutan otot rahim saat persalinan sehingga memperlancar proses persalinan. Saat persalinan, produksi oksitosin meningkat cepat. Pada saat yang sama, otot rahim mengembangkan kepekaan terhadap hormon oksitosin.6 Di waktu proses persalinan, sebagian perempuan diberi suntikan oksitosin untuk membantu mengatasi rasa sakit dan mempercepat proses itu.

Agar produksi oksitosin wajar, sel-sel yang membentuk hipotalamus harus mengetahui semua unsur yang terlibat dalam proses persalinan yang terjadi di tempat yang jauh darinya. Sel-sel ini harus mengetahui bahwa persalinan adalah proses sulit dan bahwa otot rahim harus dikerutkan agar menekan si bayi keluar. Selain itu, sel-sel harus mengetahui bahwa diperlukan produksi kimiawi untuk mendorong kerutan ketegangan otot rahim, dan harus mengetahui rumus kimia yang benar.

Dia Yang membuat rencana produksi hormon oksitosin di dalam gen sel-sel hipotalamus, Yang menciptakan bayi yang akan lahir ke dunia, ibunya, rahim sang ibu, dan sel-sel hipotalamus, adalah Allah.

Kenyataan bahwa Allah adalah penguasa segala sesuatu yang terjadi di langit dan bumi, dan bahwa segala sesuatu terjadi dengan sepengetahuanNya diungkapkan di dalam Al Qur’an:

Dan kepunyaanNyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi; semuanya hanya kepadaNya tunduk. Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkannya kembali) itu adalah lebih mudah bagiNya. Dan bagiNyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi, dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” 
(QS Ar-Rum, 30: 26-27)

Keajaiban ASI: Kerja Hormon Prolaktin dan Oksitosin

Kebutuhan gizi bayi yang baru lahir sangat berbeda dengan orang dewasa. Karena sistem kekebalan bayi lemah daripada orang dewasa, diperlukan dukungan dari luar. Gizi ideal untuk memenuhi semua kebutuhan bayi yang baru lahir adalah ASI. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan ASI jauh lebih sehat dan tubuh mereka terbentuk lebih sempurna.7


Keajaiban lain ASI adalah bahwa susu ini mengubah susunannya sesuai dengan perubahan kebutuhan bayi di setiap tahap perkembangannya. Produsen raksasa makanan bayi telah membelanjakan jutaan dolar bagi penelitian yang mencoba menentukan campuran ideal bahan-bahan untuk pertumbuhan sehat bayi. Sejauh ini, mereka belum berhasil menemukan campuran yang sempurna, namun telah mengetahui bahwa khusus diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bayi di setiap tahap perkembangannya. Di dalam laboratorium-laboratorium yang dilengkapi dengan teknologi termutakhir, banyak upaya telah dilakukan untuk menghasilkan makanan bayi buatan yang mirip dengan susu ibu, namun belum ada gizi buatan dikembangkan untuk menggantikannya.

Inilah keajaiban yang sesungguhnya. Beberapa sel dalam payudara ibu menghitung semua kebutuhan bayi yang baru lahir dari luar; yaitu, kebutuhan yang belum pernah dilihat atau ditemuinya. Kemudian menghasilkan apa yang belum pernah berhasil dibuat oleh para ilmuwan di laboratorium — ASI dengan campuran gizi yang sempurna. Namun, sel-sel yang membentuk kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana sel-sel lainnya, tidak sadar, tanpa kecerdasan; tetapi mampu memperkirakan rumus yang dibutuhkan untuk menghasilkannya.

Bagaimanakah produksi ASI dimulai dan dikendalikan? Sejumlah keajaiban penciptaan tersembunyi dalam jawaban atas pertanyaan ini. Dalam produksi susu, sistem hormonal dan sistem syaraf bekerja bersama dan produksi terjadi setelah perencanaan yang berdasarkan pertukaran informasi

Hormon yang mengaktifkan kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana dikemukakan, adalah hormon prolaktin yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari. Pada masa-masa awal kehamilan, faktor-faktor tertentu menekan pelepasan prolaktin. Faktor-faktor itu seperti kaki yang menekan rem sebuah mobil yang menuruni bukit. Mobil cenderung menuruni bukit, namun saat remnya diinjak, mobil tak dapat bergerak. Produksi susu dalam tubuh ibu terhenti.

Menghentikan produksi prolaktin sangat penting, sebab saat bayi belum lahir, produksi susu ibu tak dibutuhkan. Bagaimanakah rem ini bekerja, dan bagaimana pelepasan dicegah di awal? Inilah keajaiban rancangan yang sesungguhnya. Hipotalamus dalam otak melepaskan sebuah hormon yang mencegah produksi prolaktin. Hormon ini, dikenal sebagai PIH (Prolactin Inhibiting Hormon — hormon penekan prolaktin), memperlambat produksi prolaktin atau, dengan kata lain, menjadi rem.

Siapakah yang memutuskan untuk menggunakan rem? Estrogen, sebuah hormon yang dihasilkan semasa kehamilan, memastikan bahwa rem digunakan dengan memproduksi PIH. Saat bayi dilahirkan, jumlah estrogen yang dilepaskan berkurang, yang berarti juga mengurangi jumlah PIH. Ini bagaikan kaki yang perlahan-lahan melepaskan rem dan lalu mobil bergerak menuruni bukit. Dengan cara ini, produksi prolaktin perlahan-lahan dimulai dan mengaktifkan kelenjar susu untuk menghasilkan susu.

Di sinilah kita melihat keajaiban penciptaan yang sesungguhnya. Karena rancangan seperti inilah, produksi susu dicegah di bulan-bulan pertama kehamilan. Pikirkan secara seksama keseluruhan sistem ini:


1. Dari mana sel-sel kelenjar pituitari yang menghasilkan prolaktin mengetahui tentang kelenjar susu? Dengan kecerdasan sadar apa sel-sel dapat memberikan perintah kepada sel-sel penghasil susu agar membuat susu?

2. Bagaimanakah hormon-hormon yang mencegah produksi prolaktin sebelum persalinan mengetahui bahwa saatnya belum tiba untuk menghasilkan susu?

3. Bagaimanakah hormon-hormon ini mengetahui bahwa prolaktin menyebabkan produksi susu dan bahwa, untuk mencegah produksi susu, produksi prolaktin harus ditekan?

Masih juga, sebuah sistem lain merangsang produksi ASI pada saat yang tepat; sistem ini menjadi bukti yang memperlihatkan bagaimana tubuh manusia diciptakan dengan sengaja.

Saat bayi mengisap susu, sel-sel syaraf di payudara ibu mengirim rangsangan syaraf ke hipotalamus. Rangsangan ini mempengaruhi dan memastikan hipotalamus agar membuang rem bagi prolaktin. Lewat cara ini, produksi prolaktin meningkat dan kelenjar susu dirangsang agar menghasilkan susu

Sejak persalinan, reseptor tertentu dirancang di payudara ibu untuk mengenali refleks isapan bayi. Indra reseptor ini terhubung lewat jalur-jalur neuron — mirip kabel-kabel listrik di sebuah bangunan — ke organ lain yang jauh, yaitu, daerah hipotalamus di dalam otak. Jadi, sebuah sistem khusus telah diciptakan untuk mengabari hipotalamus bahwa refleks isapan bayi telah bekerja. Namun, dari tak terhitung kemungkinan di dalam tubuh manusia yang terdiri dari daging dan tulang, isyarat-isyarat syaraf ini bergerak ke arah yang tepat. Isyarat-isyarat tak terhubung secara kebetulan ke pusat penglihatan di otak, lambung, atau usus; isyarat-isyarat ini terhubung ke tempat yang benar-benar tepat: hipotalamus.


1) Saat bayi mengisap, sejumlah sel syaraf di payudara ibu mengirimkan pesan ke hipotalamus.
2) Ketika menerima pesan itu, hipotalamus melepas ‘rem’ penahan prolaktin
3-4) Untuk mulai menghasilkan ASI, prolaktin yang dihasilkan kelenjar pituitari merangsang kelenjar-kelenjar susu di payudara ibu.

Saat menerima isyarat-isyarat listrik itu, sel-sel hipotalamus memulai pekerjaan yang dibutuhkan demi menghasilkan ASI. Namun, sel-sel ini tak berkecerdasan atau kesadaran sendiri. Sel-sel ini tak mungkin mengetahui bahwa isyarat-isyarat itu datang dari payudara ibu atau bahwa sel-sel ini telah dikabari tentang refleks isapan bayi dan, oleh karena itu, bahwa ASI harus dilepaskan; sel-sel ini tak mungkin mengetahui bahwa sebuah fungsi penting dalam produksi ASI telah diserahkan kepada sel-sel ini, atau bahwa sel-sel ini harus meningkatkan produksi prolaktin untuk mengaktifkan kelenjar susu. Jadi, apakah yang menyebabkan sel-sel tak sadar ini terlibat kegiatan tak sadar ini?

Siapakah yang meletakkan reseptor dalam payudara ibu?

Siapakah yang menyediakan kabel untuk membawa isyarat-isyarat yang dikirim oleh reseptor-reseptor itu?

Siapakah yang melekatkan ujung-ujung kabel itu ke hipotalamus?

Siapakah yang mengajari sel-sel hipotalamus agar merangsang kelenjar pituitari saat isyarat-isyarat tersebut datang?

Siapakah yang menuliskan rumus untuk mengaktifkan kelenjar susu di dalam sel-sel penyusun kelenjar pituitari?

Siapakah yang menciptakan sistem peredaran untuk memastikan bahwa hormon ini mencapai payudara ibu dari kelenjar pituitari di dalam otak?

Siapakah yang menciptakan sel-sel payudara sedemikian sehingga bekerja saat hormon tiba?

Siapakah yang mengajarkan sel-sel payudara rumus unik ASI, sebuah rumus yang bahkan para ilmuwan belum dapat menirunya?

Hanya ada satu jawaban untuk semua pertanyaan ini: Allah Yang Maha Besar, Tuhan semesta alam.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, orang mampu mempelajari tubuh manusia dengan lebih teliti. Kemampuan ini mengungkapkan derajat kecerdasan dan perencanaan yang digunakan dalam penciptaan tubuh manusia dan mengungkapkan kehebatan penciptaan Allah.

Bagi yang menolak keberadaan Allah, sebagaimana biasa, ada sebuah khayalan yang mereka gunakan sebagai naungan — waktu dan kebetulan.

Mereka ini hanya menerima kebetulan dan hasil kerja hukum alam sebagai asal-muasal rencana dan keindahan yang ditampilkan oleh makhluk hidup dan alam semesta secara keseluruhan. Namun, apa yang telah kita jelaskan di atas secara sepintas tentang ASI cukup untuk memperlihatkan betapa tanpa maknanya pernyataan tersebut.

Secara ilmiah, tak mungkin satu saja dari ribuan unsur berbeda dalam sistem ini, misalnya, payudara, kelenjar pituitari, seutas syaraf, atau sebuah sel di hipotalamus, atau bahkan sebuah hormon, dapat terbentuk lewat evolusi. Sangat penting bahwa setiap unsur dalam sistem ini, bersama dengan sistem-sistem pendukung yang dibutuhkan demi memastikan manusia bertahan hidup (misalnya, sistem peredaran dan pernapasan), terbentuk sekaligus dan di tempat unsur itu dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya yang khusus. Hanya satu penjelasan yang mungkin: sistem ini diciptakan oleh Allah.

Bukti lain penciptaan dalam keajaiban ASI adalah hormon oksitosin.

Sebelumnya, kami telah menjelaskan rancangan sempurna dalam produksi susu ibu. Tetapi, ada satu masalah: produksi susu oleh kelenjar susu saja belum cukup. Dengan kekuatannya sendiri, bayi tak dapat mengisap susu dari puting semudah minum dari botol; susu harus bergerak dari kelenjar susu ke puting. Jika tidak, sistem yang telah kami jelaskan sejauh ini tak akan berguna; susu ibu dari kelenjar susu tidak akan mencapai puting dan bayi yang baru lahir tak akan mendapatkan makanan apapun. Maka, bagaimana mungkin susu dapat mencapai puting dan bayi?

Manusia, yang tak terhitung jumlahnya sepanjang sejarah, yang telah disusui dengan ASI — termasuk diri kita —berutang budi pada hormon oksitosin.

Hormon ini memastikan terjadinya kerutan otot di sekitar saluran susu, menggerakkan susu dari kelenjar susu ke puting yang mudah dicapai oleh bayi saat disusui.

Baiklah. Bagaimanakah sel-sel yang menghasilkan hormon oksitosin mengetahui bahwa susu harus mencapai puting ibu sebelum dapat diisap, dan bahwa jika tidak demikian, bayi tak akan mendapat makanan? Bahkan seandainya mengetahui hal ini, bagaimana sel-sel itu mengetahui cara tepat untuk membuat sel-sel dalam saluran susu mengerut?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan oleh siapa pun yang ingin mengetahui lebih banyak kehebatan sistem ini. Kecerdasan sadar yang ditunjukkan oleh setiap sel di dalam tubuh manusia menjadi saksi ilmu abadi Allah Yang menciptakan segenap sel dari ketiadaan. Di dalam Al Qur’an, Allah mengungkapkan bahwa Dia Sendirilah yang memerintah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi.

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi… (QS As-Sajdah, 32: 5)

Sistem yang Mengatur Jumlah Cairan di dalam Darah: 
Hormon Antidiuretik

Tahukah Anda, berapa banyak cairan yang harus ada di dalam tubuh Anda agar Anda sehat? Dapatkah Anda menghitung berapa gram cairan yang Anda dapat dari makanan yang Anda makan dan cairan yang Anda minum setiap harinya? Atau, dapatkah Anda menentukan berapa banyak dari cairan ini yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh dalam jangka waktu yang sama? Dapatkah Anda menentukan berapa gram cairan yang ada dalam darah Anda setiap detiknya dalam sehari, atau kadar air dalam jaringan tubuh Anda, atau tekanan darah Anda?


Air adalah senyawa yang paling dibutuhkan tubuh manusia.  Jika kehilangan 10% saja dari cairannya, tubuh tak akan bertahan hidup.  Namun, seseorang tak akan mampu mengukur jumlah air di dalam tubuhnya atau melakukan sesuatu pun untuk mempengaruhinya, melainkan tubuhnya telah memiliki sistem sempurna untuk melakukan tugas itu.

Jika tugas menghitung angka-angka itu diberikan kepada setiap manusia, kita semua akan harus mencurahkan seluruh waktu untuk pekerjaan ini. Perhitungan-perhitungan ni sangat penting karena tubuh manusia harus dihindarkan dari terlalu banyak kehilangan cairan. Jika cairan tubuh yang hilang mencapai sekitar 10 persen kadarnya yang normal, maka akan berakibat kematian.

Tetapi, seseorang tak perlu mengukur jumlah cairan tubuhnya sendiri karena tubuhnya telah memiliki suatu sistem yang mengatur dan menentukan kadar cairan. Jika mengamati sistem ini secara rinci, Anda akan menemukan keajaiban teknik dan perencanaan yang menakjubkan.

Kehilangan cairan tubuh disebabkan berkeringat atau tak meminum cukup air. Jika tidak ada sistem khusus di dalam tubuh kita, tak peduli betapa rendahnya kekentalan cairan tubuh menurun, Anda tak akan menyadarinya dan akhirnya mati. Bagaimanakah penurunan jumlah cairan darah ini diketahui dan dengan cara-cara apa keadaan itu dipulihkan?

Ada indra-indra khusus di daerah hipotalamus di otak yang disebut osmoreseptor. Indra ini mengukur jumlah cairan di dalam darah Anda setiap saat sepanjang hidup. Jika menganggap bahwa jumlah cairan di dalam darah turun, osmoreseptor segera bertindak.

Air dan zat-zat ampas dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal, usus, paru-paru, hati dan kulit.

Jika kita mengganti salah satu reseptor di hipotalamus ini dengan seorang manusia, orang ini harus mengukur jumlah cairan di dalam darah selama 24 jam tanpa lelah dan tidur seumur hidupnya. Tentunya, tak mungkin seorang manusia mengemban tugas seperti itu, namun sekelompok sel mengabdikan seluruh hidupnya untuk menghitung jumlah cairan di dalam darah. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok sel ini menjalankan fungsi yang telah diserahkan kepadanya. Hipotalamus melakukan pekerjaannya dalam pengawasan Allah.

Mari kita andaikan bahwa jumlah cairan di dalam darah turun. Dalam keadaan seperti ini, apa yang harus dilakukan orang yang menggantikan salah satu sel reseptor ini? Jika tak meminum cairan, bagaimana Anda dapat menaikkan jumlah cairan di dalam darah?

Jika belum pernah belajar biologi, mungkin tak terpikir oleh Anda untuk memurnikan molekul-molekul air dalam air seni dan mengirimnya kembali ke dalam darah. Bahkan, sekalipun gagasan itu muncul di benak Anda, Anda tak akan mengetahui bagaimana melakukannya.

Pada saat sel-sel sensor hipotalamus mendeteksi turunnya kadar cairan darah, reaksinya sangat cerdas. Ia menggunakan sebuah hormon kurir (penyampai pesan) yang sangat khusus (hormon antidiuretik, ADH) yang tersimpan dalam kelenjar pituitari. Pesan ini tertulis dalam sel-sel yang mengelilingi jutaan tabung renik dalam ginjal. Pesan dikirimkan kepada sel-sel ini, memerintahkan sel-sel agar menyimpan molekul-molekul air dalam air seni.


Jika diharuskan mengukur jumlah cairan di dalam tubuhnya dan bertindak menurut hasil pengukuran itu, manusia akan membutuhkan laboratorium tercanggih.  Dan ia harus mengamati apa yang terjadi dalam darah siang-malam tanpa istirahat.  Ia akan mengalami amat banyak kesulitan memenuhi tugas ini (kalau saja mampu melakukannya), namun sel-sel kecil sangat ahli melaksanakannya.

Pada saat ini, sejumlah pertanyaan bermunculan: bagaimana sel-sel yang terletak di dalam kelenjar pituitari ini berkecerdasan untuk mengirimkan perintah kepada sel-sel ginjal yang jauh letaknya dan belum pernah dikunjungi? Bagaimanakah sel-sel dapat menulis pesan yang akan dipahami dan dipatuhi sel-sel ginjal?

Berkat sistem komunikasi ini, sel-sel ginjal menyaring sejumlah besar molekul air di dalam air seni dan mencampurnya lagi dengan darah. Akibatnya, jumlah air seni berkurang dan cairan dalam tubuh kembali ke kadar tertentu.

Dalam hal kita meminum terlalu banyak air, prosedur kebalikannya terjadi. Saat kadar cairan di dalam darah meningkat, indra-indra di hipotalamus memperlambat pelepasan hormon ADH. Saat itulah penyerapan cairan di ginjal menurun. Jumlah air seni meningkat dan jumlah cairan di dalam darah tetap seimbang.

Salah satu sifat hormon ADH adalah kemampuannya mengerutkan pembuluh darah sehingga menyebabkan kenaikan tekanan darah. Inilah sistem jaminan keamanan yang dirancang sangat baik dan satu lagi bukti nyata bahwa manusia diciptakan secara khusus. Agar sistem pengamanan ini berfungsi, sebuah rencana yang menyeluruh telah dijalankan. Di serambi atas jantung dan dalam pembuluh vena yang menuju jantung, peranti-peranti khusus telah diletakkan untuk mengukur tekanan darah. Kabel-kabel (syaraf) peranti-peranti ini terhubung ke kelenjar pituitari. Saat tekanan darah normal, peranti ini terangsang dan terus-menerus mengirimkan isyarat-isyarat listrik ke kelenjar pituitari untuk mencegah pelepasan hormon ADH.8

Sistem ini mirip sistem alarm yang bersinar inframerah. Jika seorang pencuri tanpa sadar menghalangi salah satu bilah sinar ini, hubungan antara sumber dan penerima cahaya terputus dan alarm pun berbunyi.

Sebagaimana dalam contoh ini, saat pituitari menerima isyarat dari reseptor-reseptor di jantung dan pembuluh vena, artinya semuanya baik-baik saja.


Saat kadar cairan di dalam darah turun, sebuah pesan disampaikan ke hipotalamus.  Akibatnya, sel-sel syaraf hipotalamus mengirimkan pesan agar ADH dilepaskan.  Hormon ADH memastikan lebih banyak cairan akan diserap kembali dari ginjal.  Setelah darah terencerkan, pelepasan ADH berhenti.


Pada kasus perdarahan hebat, seseorang kehilangan banyak darah, dan jumlah darah dalam vena menurun. Sebagai akibatnya, tekanan darah menurun, satu keadaan yang berbahaya.

Saat tekanan darah turun, isyarat yang dikirimkan ke kelenjar pituitari dari reseptor di jantung dan pembuluh vena terputus, menyebabkan kelenjar pituitari dalam keadaan siaga dan melepaskan hormon ADH. Hormon ADH segera membuat otot di sekitar pembuluh vena mengerut sehingga menaikkan tekanan darah. Untuk memahami sistem yang sangat rumit, saling berhubungan, dan bersegi banyak ini, diperlukan sejumlah rincian.


Selama isyarat dapat mencapai kelenjar pituitari dari reseptor-reseptor di jantung dan pembuluh darah, segalanya berlangsung lancar.  Namun, saat tekanan darah menurun, isyarat berhenti.  Ini menyebabkan kelenjar pituitari mengambil tindakan yang diperlukan.  Sistem ini menyerupai sistem alarm inframerah.  Selama isyarat inframerah berlanjut, tiada masalah.  Namun, saat isyarat itu terpotong karena alasan apa pun (sebagaimana pada foto), alarm berbunyi.

1. Bagaimanakah sel-sel hipotalamus, yang menghasilkan hormon ADH, mengetahui susunan sel-sel yang mengelilingi pembuluh vena, sel-sel yang terletak jauh darinya?

2. Bagaimanakah sel-sel itu mengetahui bahwa otot-otot ini harus mengerut agar tekanan darah meningkat?

3. Bagaimanakah sel-sel ini dapat menghasilkan zat-zat kimia agar pengerutan itu terjadi?

Dari manakah asalnya “kabel penyalur” syaraf di dalam jaringan komunikasi antara jantung dan kelenjar pituitari yang menghasilkan sistem alarm sempurna ini?

Tentunya, di sini kita memiliki rancangan yang sesungguhnya, yang menunjukkan manusia tak muncul dari kegiatan tak sadar yang melibatkan kebetulan, namun hasil sebuah tindakan penciptaan yang sempurna. Pernyataan para evolusionis bahwa sistem komunikasi dan alarm tubuh adalah hasil kebetulan dan kebutuhan, bahwa sel-sel itu membuat, merancang dan merakit sendiri sistem ini, bertentangan dengan akal sehat. Pernyataan seperti itu bagai mengatakan bahwa setumpuk semen, batu bata, dan kabel listrik diletakkan di sebidang tanah dan tiga kali badai terjadi: setelah badai pertama, bahan-bahan bangunan ini membentuk gedung pencakar langit; setelah yang kedua, bahan-bahan itu melengkapi pencakar langitnya dengan sistem listrik; dan setelah yang ketiga, memasang sistem keamanan di dalam bangunan itu. Tak seorang pun dengan pikiran sehat akan menerima pernyataan yang begitu tak masuk akal. Tetapi, kaum evolusionis membuat pernyatan-pernyataan yang bahkan lebih tidak masuk akal. Kaum evolusionis, yang secara taklid bertahan untuk tidak menerima keberadaan Allah, membela teori evolusi tanpa memikirkan betapa penolakan mereka bertentangan dengan akal sehat.


Peristiwa alam yang tak sengaja terjadi tak dapat mengubah setumpuk semen, bata, dan kabel listrik menjadi kota yang maju dengan gedung-gedung pencakar langit (atau bahkan sebuah jaringan komputer sangat canggih).

Bersikeras bahwa susunan-susunan di dalam tubuh yang lebih rumit adalah hasil waktu, hukum alam, dan kebetulan, sama tak masuk akalnya dengan menyatakan bahwa kota pencakar langit terbentuk oleh kekuatan-kekuatan tersebut.


Tetapi, sangat terbukti bahwa Allah itu ada dan bahwa Ia telah menciptakan segala sesuatu di langit dan bumi menurut sebuah rancangan yang sempurna:

… bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepadaNya. Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia. (QS Al-Baqarah, 2: 116-117)

Hormon-Hormon yang dapat Mengatur Waktu dan Menghasilkan 
Perbedaan di antara Kedua Jenis Kelamin

Kita semua memiliki jam biologis dalam diri kita—ini menyatakan bahwa terdapat sejumlah jam renik (mikroskopik) di berbagai bagian tubuh kita yang disetel untuk mengatur waktu. Salah satu jam renik ini ada di daerah hipotalamus di dalam otak.9

Antara masa anak-anak dan dewasa, manusia melalui masa remaja, saat tubuh mengalami berbagai perubahan tertentu. Para gadis memasuki kedewasaan antara umur 8 dan 14 tahun; para pemuda antara 10 dan 16 tahun.

Jam yang tak pernah salah ini telah diletakkan dalam tubuh tak terhitung manusia yang telah diciptakan hingga hari ini. Bagaimanakah jam ini dapat memahami tanpa salah bahwa seseorang telah mencapai usia remaja?

Salah satu daerah hipotalamus di otak telah menunggu selama bertahun-tahun sejak saat hari kelahiran untuk menjalankan fungsi yang sangat khusus ini. Pada waktu yang tepat, yakni, saat tibanya perubahan dari anak-anak ke dewasa, sebuah jam weker berbunyi di hipotalamus. Ini menandakan bahwa hipotalamus harus memulai sebuah tugas baru.

Sebenarnya, para ilmuwan menggunakan perbandingan dengan jam untuk menggambarkan proses ini dengan cara yang lebih mudah dimengerti. Tentunya, tiada jam di hipotalamus, namun membandingkannya dengan jam adalah cara terbaik untuk menggambarkan bagaimana sel-sel telah menunggu bertahun-tahun agar dapat bertindak di saat yang tepat.

Bagaimanakah sel-sel yang membentuk hipotalamus mengetahui bahwa waktu yang tepat telah tiba? Dunia ilmu pengetahuan belum dapat menjelaskan bagaimana sepotong kecil daging dapat bertindak begitu penuh kesadaran dan terprogram.10 Sangat mungkin bahwa rincian sistem ini akan dapat dipahami seiring dengan waktu, dan pada saat telah dimengerti, sistem ini akan memberikan lagi bukti akan kesempurnaan ciptaan Allah.

Dengan membunyikan alarm, hipotalamus melepaskan hormon GnRH khusus. Hormon ini mengirimkan perintah ke kelenjar pituitari untuk menghasilkan dua hormon: hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon Luteinizing (LH).

Kedua hormon ini berfungsi sangat khusus dan berkemampuan menakjubkan. Keduanya memulai proses pembedaan dan perkembangan fisik tubuh laki-laki dan perempuan. Hormon FSH dan LH telah dirancang untuk bertugas di daerah tempat perubahan akan terjadi dan bekerja seolah-olah mengetahui dengan baik apa yang harus dilakukan.


Karena jam “rahasia”nya, daerah hipotalamus di otak “memahami” kapan masa remaja seseorang dimulai.  Dan jam ini bekerja di setiap tubuh manusia tanpa pernah rusak atau berhenti.

Di dalam tubuh perempuan, homon FSH menyebabkan pematangan dan perkembangan telur di indung telur dan memastikan pelepasan hormon estrogen yang sangat penting di daerah ini.

Hormon FSH dilepaskan di dalam tubuh laki-laki berdasarkan rumus yang sama, namun akibat yang dihasilkannya benar-benar berbeda; hormon ini merangsang sel-sel di dalam zakar dan mengawali produksi sperma.

Di dalam tubuh perempuan, hormon LH memastikan bahwa telur yang mulai dewasa dilepaskan dan bahwa sebuah hormon lain yang disebut progesteron dilepaskan.

LH melakukan berbagai fungsi di dalam tubuh laki-laki. Hormon ini merangsang sekelompok sel tertentu di dalam zakar yang disebut sel-sel leydig dan memastikan terjadinya pelepasan testosteron.

Menarik sekali membayangkan semua hormon ini dihasilkan dengan rumus yang sama di dalam tubuh kedua jenis kelamin, namun memberikan akibat yang benar-benar berbeda. Bagaimanakah hormon-hormon ini mengetahui perbedaan tubuh laki-laki dan perempuan? Bagaimanakah mungkin suatu hormon yang yang terbentuk dari rumus yang sama menyebabkan pembentukan testosteron pada laki-laki dan progesteron pada perempuan? Bagaimanakah mungkin hormon dengan rumus yang sama, di satu sisi mengenali tubuh laki-laki dan memastikan pembentukan suara dan susunan otot laki-laki, dan di sisi lain, mengetahui susunan kimiawi dan ciri-ciri khusus tubuh perempuan dan membuat perubahan yang sesuai? Siapakah yang meletakkan program genetis yang hebat ini di dalam sel sehingga suatu hormon berakibat berbeda dan menyebabkan pembentukan jenis kelamin yang berlainan?


Pengendalian hormon pada perempuan: LH yang dilepaskan kelenjar pituitari memastikan bahwa telur dikeluarkan dan progesteron dilepaskan.  FSH memastikan pembentukan dan perkembangan sel telur di indung telur.

Pengendalian hormon pada laki-laki: LH yang dilepaskan dari kelenjar pituitari merangsang sekelompok sel khusus pada zakar (sel leydig) dan memastikan pelepasan testosteron.  Pada laki-laki, FSH merangsang sel-sel zakar dan memulai pembuatan sperma.


Siapakah yang berkecerdasan sampai merumuskan rencana seperti ini? Apakah peristiwa kebetulan berkecerdasan seperti ini? Apakah sel-sel yang tak sadar memilikinya? Atau, apakah atom-atom pembentuk sel-sel ini memilikinya?

Buktinya nyata bahwa kecerdasan ini tak terjadi karena kebetulan, sel-sel, atau atom-atom yang membentuk sel. Perkembangan ini diatur sesuai dengan kekhususan laki-laki dan perempuan dan menunjukkan kepada kita adanya rancangan dan rencana yang disengaja. Semoga Artikel Ini Bermanfaat.......
(Sumber)

Sifat Apakah Yang Di Kehendaki Allah Swt

! seksimemek | Sifat Apakah Yang Di Kehendaki Allah Swt-Al Qur'an, yang merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia, merupakan perkataan Allah. Kita bisa mencapai sifat yang diridhai oleh Allah dengan membaca ayat-ayat Al Qur'an dan hidup dengan itu. Ini sangat mudah. Namun, meskipun demikian, sebagian besar manusia melakukan kesalahan karena menjauhi sifat-sifat yang diridhai oleh Allah. Jika suatu hari, semua orang di sekitarmu patuh pada keinginan Allah dan mengamalkan sifat-sifat yang dituntut oleh Allah dari manusia, maka dunia ini akan menjadi tempat yang lebih baik. Sekarang, mari kita lihat secara singkat tentang hal ini.

Kita semua tahu bahwa Allah telah menciptakan manusia. Dengan begitu, Allah-lah Yang Maha Mengetahui akhlak terpuji dan tercela yang dimiliki manusia. Seseorang mungkin bisa menipu orang lain, tetapi dia tidak akan pernah menyembunyikan apa pun dari Allah. Hal ini karena, tidak seperti kita, Allah mengetahui apa yang dipikirkan seseorang. Oleh sebab itu, seseorang harus selalu ikhlas dan jujur kepada Allah. Salah satu ayat menyebutkan:

Katakanlah, ”Jika kalian menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kalian melahirkannya, pasti Allah mengetahuinya.” Allah mengetahui apa pun yang ada di langit dan apa pun yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS Ali-Imran: 29)

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dan jika kalian melahirkan yang ada di dalam hatimu atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang di kehendaki-Nya, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS Al-Baqarah: 284)

Orang yang sadar bahwa Allah Maha Mendengar segala kata yang ia ucapkan, mengetahui segala tindakan yang dia perbuat dan setiap pikiran yang melintas di pikirannya, tidak akan pernah berani melakukan perbuatan jahat, meskipun tidak terlihat oleh orang lain. Artinya, agar menjadi orang terpuji, kita harus benar-benar beriman pada adanya Allah dan keesaan-Nya, mengetahui sifat-Nya yang Mahakuasa dan sadar bahwa Dia Maha Melihat dan Mendengar segala sesuatu. Ini adalah salah satu syarat untuk mencapai sifat yang dikehendaki Allah dari hamba-hamba-Nya.

Mencintai Allah dan Percaya kepada-Nya

Kalian tentu menghargai cinta yang ditunjukkan oleh orang tua kepada kalian, bukan? Kalian juga mencintai mereka. Mereka melindungi dan mencintai kalian dan memenuhi kebutuhan kalian. Kalian mempercayai mereka. Jika kalian menghadapi kesulitan, kalian mengetahui bahwa mereka akan selalu siap membantu kalian.

Pernahkah kalian memikirkan seberapa besar cinta dan rasa percaya kalian kepada Allah?

Allah memenuhi semua kebutuhan seluruh makhluk yang Dia ciptakan. Berkat kasih sayangnya yang tak terbatas, kita hidup di dunia ini dalam damai dan menikmati karunia yang tak terbatas.

Allah telah menciptakan matahari sehingga kita bisa hidup di bumi. Allah juga telah menciptakan sayur-sayuran, buah-buahan, dan hewan untuk kita. Kita punya nasi, susu, daging, dan berbagai sayuran dan buah-buahan lezat karena Allah telah menciptakan itu semua untuk kita.

Allah telah menciptakan hujan sehingga kita bisa memiliki air yang segar untuk diminum. Allah telah menciptakan lautan, tempat air asin yang selalu tersedia. Tanpa hujan, tidak akan pernah ada air atau air garam di bumi. Air itu sangat penting untuk kita. Seperti yang kalian ketahui, manusia tidak bisa bertahan hidup tanpa air selama beberapa hari.

Allah memberi kita sistem kekebalan dalam tubuh kita untuk melindungi kita dari penyakit. Berkat sistem kekebalan ini, kita tidak mati karena makhluk-makhluk kecil (virus atau bakteri) yang menyebabkan flu.

Di samping semua ini, Allah membuat jantung kita terus berdetak tanpa henti sepanjang hidup. Jika jantung kita memerlukan istirahat selama jangka waktu tertentu, seperti halnya mesin, kita pasti akan mati. Tetapi jantung kita berdetak tanpa henti selama berpuluh tahun tanpa istirahat sehingga kita tetap hidup.


Allah telah menciptakan mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, dan lidah untuk mengecap. Semua ini baru sedikit dari nikmat yang Allah berikan untuk kita. Kita tidak bisa menghitung semua nikmat yang Allah berikan untuk kita. Dalam satu ayat, Allah, Yang Maha Penyayang kepada kita, menyampaikan kepada kita hal berikut ini:

Dan Dia telah memberikan untukmu keperluanmu dari segala yang kalian mohon kepadanya. Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kalian memperkirakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan mengingkari nikmat Allah. (QS Ibrahim: 34)

Seperti yang kalian telah pahami dalam Al Qur'an, tidak bersyukur atas nikmat-nikmat ini, melupakan bahwa seluruh nikmat itu berasal dari Allah, dan tidak bersyukur kepada-Nya atas segala yang telah Dia berikan bagi kita, adalah perilaku yang tercela. Allah tidak mencintai orang-orang yang tidak bersyukur.

Sebagai balasan atas nikmat-Nya, Allah hanya menginginkan agara kita mencintai-Nya, bersyukur kepada-Nya, yakni berterima kasih kepada-Nya. Perintah-Nya difirmankan dalam ayat sebagai berikut:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari rahim ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu hal pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur. (QS an-Nahl: 78)

Maka makanlah yang halal dan baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika memang hanya kepada-Nya saja kamu menyembah. (QS an-Nahl: 114)

Dan Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian: pendengaran, penglihatan, dan hati. Amat sedikit kamu bersyukur. (QS Al-Mu’minun: 78)


Dalam ayat lainnya, difirmankan bahwa orang-orang yang beriman mencintai Allah di atas segala-galanya:

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah. Mereka mencintainya seperti mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman sangatlah cinta kepada Allah. Dan seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu adalah milik Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS Al-Baqarah: 165)


Allah melindungi dan memelihara ibu dan ayah kalian serta semua orang lain. Kita semua butuh Allah. Baik orang tua kita maupun kita sendiri tidak dapat memenuhi kebutuhan kita. Untuk itu, kita harus mencintai Allah dan percaya kepada-Nya.
Mencintai Allah lebih dari siapa pun dan di atas segalanya, percaya kepada-Nya dan mengakui bahwa Dia telah memberi kita segalanya merupakan ciri utama sifat yang diridhai Allah.

Bagaimana Kita Bersikap pada Orang Lain?

Allah melarang manusia bersikap sombong, berbohong, memperolok-olok orang lain dan angkuh. Jujur dan rendah hati adalah sifat-sifat yang diridhai oleh Allah.

Dalam kehidupannya, manusia sering dipengaruhi oleh orang-orang di lingkungannya. Jika mereka menyakiti teman-temannya, mungkin ia telah mendapat pengaruh jelek dari lingkungannya itu. Tetapi, seseorang yang beriman kepada Allah dan mengakui bahwa Allah selalu melihatnya tidak pernah meninggalkan jalan yang benar, meskipun keadaan memaksanya untuk melakukan itu. Dia menjadi teladan yang baik bagi orang-orang yang tidak jujur dan sesat.

Allah mencintai orang yang sabar. Istilah ”kesabaran” dalam Al Qur'an tidak hanya berarti sabar menghadapi musibah, melainkan juga berarti sabar di setiap saat dalam kehidupan. Kesabaran seseorang yang beriman tidak berubah karena orang lain atau suatu kejadian. Misalnya, orang yang tidak begitu takut kepada Allah mungkin akan berlaku baik pada seseorang yang bisa memberinya keuntungan, tetapi tidak bisa selalu menunjukkan sikap terpuji ini. Begitu ia merasa bahwa kepentingannya diganggu, dia mungkin saja tiba-tiba berubah. Namun, orang yang beriman dengan seksama menghindari melakukan perbuatan tercela. Dia menunjukkan sikap yang baik kepada setiap orang dan beriktikad baik untuk tetap melakukan itu, apa pun keadaannya atau bagaimanapun sikap orang lain kepadanya. Meskipun ia marah, ia berhasil mengendalikan dirinya dan menunjukkan kesabaran.

Dalam satu ayat, Allah memerintahkan manusia untuk berlomba-lomba dalam kesabaran:

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian, dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu), dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung. (QS Ali-Imran: 200)

Kesabaran orang-orang yang disebutkan dalam Al Qur'an adalah teladan buat kita. Seperti yang kalian ketahui, penderitaan Nabi Ayub AS berlangsung sangat lama. Tetapi hamba Allah yang mulia ini menunjukkan kesabaran dan berdoa kepada Allah. Allah menjawab doanya dan menunjukkan jalan keluar kepadanya.


Qarun adalah orang yang sangat kaya dan sombong.
Nabi Nuh AS menunjukkan kesabarannya ketika orang-orang menertawakannya karena bahtera yang dibangunnya. Ia tetap tenang dan menasihati mereka. Semua ini adalah contoh yang luar biasa mengenai kesabaran yang ditunjukkan oleh orang-orang mulia. Allah berfirman dalam banyak ayat bahwa Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang sabar.
Sebaliknya, Allah tidak mencintai orang-orang sombong yang suka membanggakan diri. Tidak semua orang menikmati keberuntungan harta benda yang sama di dunia ini. Ada orang yang mempunyai rumah dan mobil yang indah, sedangkan orang lain tidak memiliki apa-apa. Akan tetapi, yang penting adalah bahwa kita bisa berlaku benar. Misalnya, menganggap bahwa seseorang lebih baik dari orang lain karena ia punya paakaian yang lebih bagus merupakan sikap yang tidak disukai oleh Allah. Hal ini karena Allah memerintahkan kita untuk menilai manusia atas dasar keimanan mereka, bukan penampilan mereka.

Bagi Allah, yang menentukan kelebihan seseorang bukanlah kekayaan, kekuasaan, kecantikan, atau kekuatannya. Allah menilai manusia menurut takwa (rasa takut kepada Allah) mereka, cinta yang mereka rasakan terhadap-Nya, ketaatan mereka, dan keteguhan hati mereka untuk hidup berdasarkan nilai-nilai Al Qur'an. Inilah ukuran penilaian kelebihan seseorang dalam pandangan Allah.

Qarun adalah orang yang sangat kaya. Ia begitu kaya sehingga kunci-kunci harta bendanya harus dipikul oleh beberapa orang. Orang-orang bodoh di sekelilingnya berkhayal ingin menjadi Qarun dan ingin memiliki apa yang dimiliki oleh Qarun. Tetapi Qarun adalah orang yang sombong dan sangat angkuh, yang tidak patuh kepada Allah. Ia mengingkari bahwa Allah telah memberinya seluruh kekayaannya itu. Karena itu, Allah menimpakan azab yang pedih untuk Qarun: Ia dan seluruh harta bendanya lenyap dalam satu malam saja. Melihat azab yang pedih itu, orang-orang yang pernah berkhayal ingin menjadi Qarun merasa bahagia tidak menjadi Qarun. Mereka semua mengakui bahwa ini adalah hukuman dari Allah.

Qarun dijadikan sebagai contoh dalam Al Qur'an sebagai berikut:


Karena keingkarannya kepada Allah, bumi menelan Qarun sekaligus harta bendanya.
Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa. Ia melakukan kezaliman terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah kamu terlalu berbangga, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” (QS Al-Qasas: 76)

Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dengan kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, ”Semoga kita mempunyai (harta) seperti yang telah diberikan kepada Qarun. Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.”
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu, ”Kecelakaan besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan pahala itu tidak diperoleh, kecuali oleh-orang-orang yang sabar.

Maka kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang menolongnya dari azab Allah. Dan ia tidak dapat membela diri.
Dan orang-orang yang kemarin bercita-cita mendapat kedudukan Qarun pun berkata, ”Sungguh, memang benar Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan menyempitkannya. Seandainya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita, tentu Dia telah membenamkan kita juga. Sungguh benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari nikmat Allah.” (QS Al-Qashash: 79-82)

Al Qur'an memberi tahu kita bahwa menyebarkan gosip dan bergunjing termasuk perilaku yang juga tidak disukai oleh Allah. Mencari-cari kesalahan seseorang, bergunjing, dan menjadikan orang lain sasaran tertawaan adalah perilaku yang harus selalu dihindari oleh orang-orang yang takut kepada Allah. Dalam Al Qur'an Allah melarang menyebarkan gosip dan bergunjing. Ayat yang menyebutkan ini berbunyi:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak berprasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah kalian saling bergunjing satu sama lain. Adakah di antara kalian yang suka memakan daging saudaraanya yang sudah mati? Tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha penyayang. (QS Al-Hujurat: 12)

Juga bisa dilihat dari ayat tersebut, Allah mengatakan kepada kita dalam Al Qur'an bahwa bergunjing sama menjijikkan dengan memakan daging saudara sendiri yang telah mati.

Allah menyuruh kita untuk berbuat baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kehidupan adalah kesempatan yang dikaruniakan oleh Allah untuk mengikuti jalan-Nya yang benar. Saat ini, sebagian besar manusia tidak sadar tentang hal ini. Bukannya mematuhi perintah dan anjuran Allah, mereka justru mencari petunjuk lain. Karena terpengaruh oleh film-film yang mereka tonton atau lagu-lagu yang mereka dengarkan, mereka menganut ajaran-ajaran yang salah. Misalnya, para pemuda yang menonton tokoh kejam dan tak kenal kasihan dalam sebuah film sering mencoba untuk menirunya, setelah mereka meninggalkan bioskop.

Akan tetapi, seseorang yang bijaksana dan jujur selalu menunjukkan sifat yang diridhai oleh Allah. Para nabi adalah manusia yang harus kita teladani langkahnya. Sifat-sifat yang harus kita miliki adalah sifat-sifat yang diridhai oleh Allah. Sifat ini meliputi pengasih, pemaaf, rendah hati, sederhana, sabar, dan taat kepada Allah dan rasul-Nya. Seseorang yang menjalankan ajaran mulia ini tidak terpengaruh untuk ikut-ikutan dalam pertengkaran. Ia justru melerainya dan menunjukkan sikap tenggang rasa. Al Qur'an memerintahkan kita untuk hormat dan patuh kepada orang tua, bukan malah durhaka dan melawan mereka. Dalam Al Qur'an, Allah menegaskan pentingnya hormat kepada kedua orang tua:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kalian berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kalian mengatakan kepada keduanya perkataan, ”Ah!” Dan janganlah kalian membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh rasa sayang, dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik aku sewaktu kecil.”(QS Al-Israa: 23-24)

Patuh kepada kedua orang tua, tidak menyakiti mereka walau sekecil apa pun dengan mengatakan, “Ah,” dan selalu sayang dan lemah-lembut terhadap mereka adalah sifat-sifat penting yang dituntut oleh Allah dari kita. Menunjukkan sifat-sifat ini akan mendatangkan cinta Allah kepada kita dan menjadikan kita lebih bahagia dan damai dalam hidup sehari-hari.

Kita hanya bisa menunjukkan sifat yang terpuji dalam Al Qur'an bila kita hidup menurut Islam. Orang-orang yang tak beriman hampir tidak mampu menjalankan nilai-nilai mulia ini. Kamu harus menghindar dari menjadi orang seperti itu dan selalu mencamkan ayat yang berbunyi, “Apakah kalian mengira kalian akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar?”(QS Ali-Imran: 142). Jangan pernah lupa bahwa Allah akan lebih mencintai kalian dan memberikan nikmat-Nya yang lebih banyak kepada kalian jika kalian sabar, rendah hati, rela berkorban, dermawan, dan jika kalian berlaku baik. Semoga Artikel Ini Bermanfaat.......
Sumber

Kekuatan Do'a

! seksimemek | Kekuatan Do'a-Dan Berdo’a merupakan hubungan yang penting dengan Allah Yang Maha Besar, hal diperlukan guna menunjukkan kelemahan kita di hadapan Allah. Tuhan kita menunjukkan bahwa do’a merupakan tindakan yang penting atas bentuk penyembahan kepada-Nya berdasarkan ayat “Katakanlah: Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya, padahal kamu sungguh mendustakan-Nya “(Surat al-Furqan, 77).

Sebenarnya, kebutuhan untuk menjalin hubungan dengan Allah ada pada setiap karakter manusia, merupakan syarat penciptaan. Akan tetapi, di lain hal berdo’a merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan bagi orang beriman, namun untuk beberapa orang hal itu merupakan bentuk tindakan penyembahan yang hanya perlu diingat di waktu mereka berhadapan dengan kesulitan atau situasi yang membahayakan kehidupan mereka. Hal ini merupakan kesalahan besar karena yang paling baik adalah memohon kepada Allah Yang Maha Besar pada kedua kondisi tersebut, baik dalam kesulitan dan kemudahan untuk memohon ampunan-Nya.

Bersungguh-sungguh dalam Berdo’a.

Allah telah mempermudah hambanya untuk menemukan apapun yang ia lihat sebagai hal yang baik dan indah. Akan tetapi, fokus dalam berdo’a yang dilakukannya adalah sepenting do’a itu sendiri. Berdo’a dengan kesabaran seperti suatu kebutuhan dan harapan untuk berdoa, ketidaknyamanan akan hal tersebut dan yang paling penting dalam berdoa; bahwa kedekatan kepada Allah semakin meningkat. Semakin bersungguh-sungguh dalam berdoa membuat hamba yang berdo’a tersebut memiliki karakter dan keinginan yang semakin kuat. Orang beriman yang menunjukkan kesungguhan dalam berdoa mendapatkan banyak keuntungan seperti keyakinan yang semakin dalam, ini jauh lebih bernilai dibandingkan dengan apa yang ia inginkan/ minta. Hal ini tertulis dalam Al-Qur’an bahwa diperlukan kesungguhan dalam do’a seperti:

 “ Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh  berat, kecuali bagi orang –orang yang khusyu “ (Surat Al-Baqarah:45).

Rasulullah (SAW) telah menyatakan betapa Ia membutuhkan Allah terkadang dengan terus berdo’a bertahun-tahun dan Tuhan kita, Allah Yang Maha Pengasih,  telah memberikan apa yang ia inginkan pada di saat yang terbaik. Fakta bahwa Allah menerima semua do’a, baik itu yang terang-terangan maupun yang tersembunyi, merupakan bentuk ke-agungan-Nya dan Kerahiman-Nya. Allah tidak pernah meninggalkan sebersit apapun pemikiran yang terlintas di kepala hamba-Nya tanpa kembali lagi kepadanya, Akan tetapi “ menerima do’a” tidak berarti sesuatu terjadi seperti yang diminta karena terkadang seseorang mungkin saja meminta sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri. Allah SWT mengungkapkan hal tersebut sebagai berikut:

“Dan manusia mendo’a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo’a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.”
(Surat Al-Isra:11).

Allah mengetahui yang terbaik dan apa yang terburuk untuk orang tersebut karena Ia lah yang memiliki segalanya. Atas segala ciptaan-Nya, ada banyak sekali hal-hal yang tersembunyi dalam cara Ia menerima do’a. Sebagai contoh, Nabi Yakub (as) bergabung kembali dengan anaknya nabi Yusuf (as) setelah menunggu dalam waktu tahunan yang panjang, Nabi Yusuf mendapatkan kekuatan dan kekuasaan setelah dipenjara selama beberapa waktu. Nabi Ayub (as), diselamatkan dari syetan, semua ini terjadi setelah mendapat kesabaran dan do’a yang berkelanjutan. Allah Yang Maha Besar, telah menerima do’a dari kepatuhan yang tulus dari waktu terbaik-Nya. Allah  SWT, telah menerima do’a hamba yang tulus untuk waktu terbaiknya, dan telah membuat mereka matang, mendidik, meningkatkan kesetiaan dan ketulusan dan mengubah mereka menjadi hamba yang bernilai dan memiliki derajat yang tinggi di surga.

Bagaimana Allah menerima do’a

Ketika orang  beriman berdoa,  ia tahu bahwa Allah mendengarnya dan akan selalu menerima do’anya kapan pun. Ini karena ia menyadari bahwa sesuatu tidak terjadi secara kebetulan, tapi berdasarkan atas ketentuan yang ditentukan oleh Allah dan sebagaimana yang diinginkan-Nya. Untuk itu, ia tak memiliki keraguan bahwa ia tidak akan mendapatkan kembali do’anya. Berdo’a dengan jiwa yang tulus menghasilkan kebaikan. Dalam satu ayat, hal itu diperlihatkan bahwa Tuhan kami akan selalu menerima do’a sebagai manifestasi dari nama “Al-Mujib” (Ia yang menerima permintaan dari mereka yang meminta pada-Nya).

“ Dan apabila  hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. Maka (jawablah) bahwasannya  Aku adalah  dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yangberdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran..” (Surat al-Baqarah, 186).

Alasan bahwa sesuatu yang diminta dalam do’a ditunda, atau diterima dengan cara yang berbeda, dapat juga merupakan ujian Tuhan kepada hamba-Nya. Allah memberikan berkah-Nya setelah beberapa periode untuk  kemudian diuji kesabaran hamba-Nya dan untuk membuat mereka matang dengan alasan tertentu.

Berdasarkan alasan serupa, ia tak dapat diduga bahwa setiap do’a terwujud seperti saat ia diminta dan sesegera mungkin. Seperti apa yang diutarakan oleh cendikiawan Islam Bediuzzaman, Allah mungkin memberikan sedikit dari sesuatu yang diminta dalam do’a atau sesuatu yang lebih dari yang dihadiahkan karena alasan tersebut yang disebut di atas. Ia mungkin tidak mengabulkannya sama sekali. Akan tetapi, pada setiap kondisi, Allah menerima do’a dari mereka yang berdo’a kepada-Nya.


Bagaimana Para Nabi  berdo’a?

11(1)
Berdo’a merupakan bentuk kepatuhan kepada Allah dan semua orang membutuhkan do’a. Hal yang merupakan contoh paling rasional dalam hal ini adalah bahwa semua Nabi yang berdo’a kepada Allah dengan menyerahkan diri kepada-Nya dalam segala hal yang terdapat di Al-Qur;an. Dalam do’a nabi Muhammda SAW, dan para nabi-nabi, kita melihat penyerahan diri mereka kepada Allah, fakta bahwa mereka melihat Allah, dan sebagai teman sejati mereka serta pihak yang membantu mereka dan bahwa mereka dan berdo’a memuja Tuhan kita dengan nama-Nya yang indah.

Do’a dari Nabi Muhammad (SAW)

Dalam do’a dari Nabi Muhammad SAW, hal yang terindah dari mengutip Allah dengan nama-Nya disebutkan. Salah satu do’a dari nabi kita (SAW) disebutkan sebagai berikut:

Katakanlah “ Wahai Tuhan Yang Maha mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Egkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan otang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Surah Al ‘Imran, 26).

Dalam narasinya, terlihat bahwa nabi Muhammd (SAW) berdo’a kepada Tuhan untuk diberikan moral yang baik dan perilaku yang baik.

O Allah! perteballah kebaikan dan etika! Wahai Yang Maha Agung! Pindahkanlah moral yang buruk (Tirmidhi, Imam Ahmad dan Haqim; Hujjat al-Islam Imam Gadhali, Ihyau Ulum id-din, volume 2, Terjemahan : Dr. Sitki Gulle, Huzur Publishing, Istanbul 1998, p.789)

Do’a dari nabi Nuh (as),

Kesabaran dari nabi Nuh (as) yang menyerukan umatnya kepada agama yang baik selama beberapa tahun dengan kesungguhan, dipuji dalam Al-Qur’an. Nabi Nuh (as) berjuang melawan umatnya yang bertindak dengan memusuhinya  dan orang-orang  beriman yang bersamanya. Faktanya adalah nabi Nuh kembali kepada Allah WT dalam berbagai situasi, dan  berdo’a dengan mengharapkan bantuan-Nya secara tulus merupakan contoh yang baik bagi orang beriman. Dalam satu ayat, terlihat bahwa Allah mengetahui kondisi dari Nabi nuh (as), bahwa ia berdo’a sebagai berikut:

“Maka ia Mengadu kepada Tuhannya: “bahwasannya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)”
(Q.S Al-Qamar : 10).

Allah menerima do’a nabi Nuh (as) dan memerintahkannya agar bersiap-siap menghadapi banjir, yang akan terjadi di masa depan. Nabi Nuh (as) mulai membangun kapal yang sangat besar atas perintah Allah, meskipun tidak ada laut ataupun danau di sekitarnya. Dalam masa pembangunan kapal tersebut, ia secara terus-menerus menjadi pihak yang dicemooh oleh  umatnya. Pada saat tiba waktunya, janji Allah SWT terwujud dan banjir tersebut terjadi.

Do’a dari nabi Yunus (as):

Dalam Al-Qur’an, disebutkan bahwa Nabi yang mulia ini memisahkan diri dari umatnya, karena mereka tak merespon seruannya (Surat As-Safaat: 139-142). Seperti yang tertulis pada ayat berikut ini, terdapat gambar di kapal tersebut di mana nabi Yunus (as) berkelana dan akibat dari gambar tersebut nabi Yunus (as) dilemparkan ke laut. Puncak dari kejadian tersebut, nabi Yunus (as) berserah diri kepada Allah dan berdo’a kepada-Nya. Allah mencatat peristiwa ini dalam Al-Qur’an :

Dan ingatlah kisah Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu  ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak di sembah ) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. ”(Surat al-Anbiya’,ayat: 87–88).

Seperti yang tertulis pada ayat Nabi Yunus (as) bersaksi/ mengaku kondisinya secara tulus dalam do’anya. Ia berdo’a kepada Allah dan menantikan bantuan-Nya. Tuhan kita, yang Maha Pengampun, menerima penebusan dan menyelamatkannya dari perut ikan dengan menerima do’anya.

Do’a Nabi Yakub (as)

Dalam Al-Qur’an, kesabaran nabi Yakub (as) disebutkan sebagai salah satu contoh bagi orang beriman. Nabi Yakub (as) yang menerima wahu dari Allah dan merupakan hamba terpilih (Q.S An-Nisa :163), merasakan permasalahan yang serius  dan melewati masa sulit. Akan tetapi, meskipun segala penderitaan yang dialaminya, Ia selalu menjadikan hal tersebut sebagai contoh bagi orang beriman dengan kesabaran dan penyerahan diri kepada Allah (Q.S Sad, 44). Do’a yang tulus dari nabi suci kita tersebut dinyatakan dalam salah satu ayatnya sebagai berikut:

dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru kepada Tuhannya: (Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang ”(Surat al-Anbiya’, 83)

Hal ini tercatat dalam Al-Qur’an bahwa Allah Yang Maha Besar menerima semua do’a dari Nabi Yakub (as) sebagai salah satu hambanya yang tulus”

Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan utuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Surat al-Anbiya’, 84)

Do’a, merupakan alat terpenting dalam mencapai ke agungan Allah, Yang Maha Mengetahui dan Maha Mendengar, yang lebih dekat dari urat nadi manusia ( Surah Qaf, ayat 16), merupakan bentuk penghambaan bagi orang beriman di segala kondisi dan kesempatan. Akan tetapi, setiap orang beriman melakukan ini, seperti yang ditulis dalam ayat :  Dan kamu tidak mampu kecuali bila dikehendaki Allah…”(Surat al-Insan, 30). Mereka berperilaku dalam kesadaran bahwa faktanya segala sesuatu selalu di bawah kontrol Tuhan kita dan semuanya terwujud karena kehendak-Nya.

Akan selalu ada jawaban dari do’a yang tulus di dunia dan di akhrat.

Do’a membimbing seseorang atas apa yang akan terjadi dalam nasibnya” Allah adalah satu-satunya yang menentukan nasib dan menciptakan do’a. Akan tetapi berkah yang datang dari do’a mengandung kemakmuran di dunia ini dan sekembalinya ke akhirat. Seluruh kehidupan sesorang merupakan hasil dari do’a yang diucapkan dari do’a yang sebelumnya diminta, apakah ia merasa sadar atau tidak. Do’a aktif  berupa tindakan dan usaha yang diajukan dari doa dan kehendak Allah. Ketika usaha tersebut ridha Allah hal tersebut masih menjadi cara  bagi tiap pribadi untuk meraih harapannya, sesuai dengan ridha Allah.

Manusia yang tidak beriman namun membawa  do’a aktif mereka dengan ambisi yang besar, sebagai contoh, mereka yang bekerja dan mendapatkan banyak keuntungan, menjadi kaya atau menjadi pakar tentang sesuatu hal dan menjadi terkenal, telah mencapai derajat tersebut melalui perjuangan aktif mereka dengan berpedoman pada akibat, dan lagi lagi kehendak Allah. Akan tetapi, do’a yang aktif yang tidak digunakan untuk ridha Allah tak akan memberikan keuntungan terhadap orang tersebut di akhirat meskipun orang tersebut mencapai tujuan tujuannya dari waktu ke  waktu di dunia ini.

dua6Tak ada selain Allah yang kita Mohon Do’a

Dengan ayat yang tertulis dalam Al-Qur’an:

”Hai Nabi! cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang orang mu’min yang mengikutimu,  (Q.S Al-Anfaal, 64)

Allah merupakan yang paling sempurna, Pemilik kekal Kekuasaan. Semua kekuatan di dunia ini ada di tangan_nya. Jadi permohonan bantuan dan permohonan maaf harusnya ditujukan hanya kepada Allah, di mana semua orang butuh dan Allah tidak memerlukan sesuatu pun. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwasannya salah apabila berdo’a selain kepada Allah dan Allah merupakan satu-satunya pemilik do’a :

Maka jangalah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang di’azab (Surat  ash-Syu‘araa’, 213)

Kesimpulan

Do’a merupakan contoh dari kemurahan Allah dan kasih sayang-Nya terhadap hamba-Nya, Orang-orang beriman dapat berdo’a kepada Allah setiap saat dan di setiap kondisi apapun dan mereka merasa damai karena Allah akan menerima do’a-do’a mereka di saat yang tepat. Dalam hal ini, mereka dapat menceritakan rahasia terpendam mereka dan keinginan terdalam mereka kepada Allah, dan hidup dalam kebaikan, kesejahteraan dan keindahan yang datang dari pemahaman bahwa Allah-lah satu-satunya teman, petunjuk dan yang akan membantu mereka.

Kita dapat melihat bahwa rahasia terbesar dalam Allah mewujudkan do’a dalam kehidupan para Nabi seperti yang telah dikisahkan dalam beberapa contoh. Terdapat hubungan dalam berdo’a dan menjalankan perintah Allah. Usaha nyata yang ditunjukkan untuk ridha Allah, belas kasihan dan surga-Nya merupakan bentuk  pengambaan sepenting seperti berdo’a. Allah menunjukkan dalam Al-Qur’an mengenai pentingnya usaha tersebut:

“Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang dia adalah mu’min, maka mereka adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik” (Surat al-Isra’, 19)

Ulama Imam Rabbani menjelaskan hal ini sebagai berikut :

Menginginkan sesuatu berarti mencapai hal tersebut,  Memang, Allah yang Maha Kuasa tidak membuat hambanya berdo’a untuk sesuatu yang tidak diterima-Nya. Hambanya yang beriman tahu bahwa usahanya juga merupakan sebuah do’a tidak hanya berdoa pada saat kesulitan tetapi pada setiap saat oleh perasaan keberadaan dan ke-Agungan Allah. Mereka memelihara kedekatan hubungan  dengan Allah Yang Maha Kuasa di setiap saat hidup mereka.Semoga Artikel Ini Bermanfaat.......
sumber