Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Mengapa Kita Mengalami Kesempitan Hidup?

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/mengapa-kita-mengalami-kesempitan-hidup.html
seksimemek ~''Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta''. (QS 20:124)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud waman a'radla an dzikri yaitu sikap menolak perintah Allah dan apa yang diturunkan kepada Rasul-Nya, kemudian mengambil aturan/hukum selain dari petunjuk Allah. Sedangkan maisyatan dlanka adalah kesempitan hidup di dunia, tidak memperoleh kebahagiaan, dada mereka sempit karena kesesatannya.

Mungkinkah apa yang terjadi di negeri ini sekarang merupakan wujud nyata peringatan Allah itu? Yang jelas, krisis multidimensi seolah tak berujung. Nilai rupiah semakin terpuruk. Pengangguran semakin meningkat drastis. Utang menumpuk. Harga kebutuhan naik. Pendidikan semakin mahal dan sebagainya. Padahal negeri ini memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah ruah, dengan penduduk yang mayoritas Muslim.

Berkait dengan ayat di atas, jangan-jangan kesempitan hidup saat ini karena kita meninggalkan aturan Islam dalm seluruh aspek kehidupan. Dalam kehidupan politik, para elite mengikuti paradigma Machiavelli yaitu meraih tujuan dengan menghalalkan segala cara.

Mereka tidak lagi memikirkan kehidupan umat. Produk hukum Islam dilecehkan dan lebih senang dengan hukum buatan sendiri. Sistem ekonomi didasarkan atas riba. Dan sistem sosialnya mentah-mentah meniru sistem barat, dan sebagainya. Keadaan seperti ini yang pernah diungkapkan Sayyid Quthub: Al Islamu syaiun wal muslimu syaiun akhor (Islam adalah sesuatu dan kaum muslimin sesuatu yang lain, tidak menyatu).

Oleh karena itu, solusi terbaik untuk mengatasi kesempitan hidup ini adalah kembali menyatukan kaum Muslim dengan ajaran Islam. Kembali kepada Alquran dan Sunnah, serta mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tentu dalam seluruh aspek kehidupan, bukan hanya pribadi. Niscaya Allah akan menghilangkan kesempitan hidup ini, dan Dia akan melimpahkan keberkahan. ''Jika sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan limpahkan kepada mereka keberkahan dari atas langit dan dari perut bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.''(QS 7:96).

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/14/01/19/mzl5yj-mengapa-kita-mengalami-kesempitan-hidup

Di Australia Tidak Ada Tukang Parkir

seksimemek ~ Dimana mana di Indonesia kita menemukan tukang parkir kendaraan .Baik itu dipinggir jalan, depan toko ,maupun di Mall.Tidak jarang,mereka membiarkan kita memarkir kendaraan kita ,tanpa di tuntun,tapi begitu kita selesai belanja dan menyalakan mesin kendaraan,maka tukang parkir meniup peluitnya dan menadahkan tangan untuk meminta uang parkir.Tidak jarang kita harus membayar uang parkir sebanyak 2 kali,karena yang menerima pertama sudah pergi entah kemana,kemudian digantikan oleh temannya. Entah ini memang sudah permainan mereka,tentunya hanya mereka yang tahu. Tidak jarang,karena merasa dibodohi,pengendara mobil tidak mau membayar 2 kali. Akibatnya, sering kali terjadi keributan yang mengakibatkan korban berdarah

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/di-australia-tidak-ada-tukang-parkir.html
Kendaraan parkir dipinggir jalan( Doc pri.)

Sama halnya kalau memakir di Mall,kita bayar tiket parkir resmi pada petugas di pintu masuk. tetapi di dalam ditagih lagi oleh orang yang menunjukkan tempat buat kita pakir.Hal ini sudah menjadi kebiasaan.Malahan didepan toko kita sendiri. kita harus membayar juga uang parkir. Kalau kita bersikeras tidak mau bayar,karena merasa di peras,akibatnya sudah bisa di duga,mobil kita bakalan di pukul sampai peot. Mau mengadu ke Polisi? Semua oramg tahu,hal ini akan mempersulit diri sendiri Nah,akhirnya ,sejak mulai parkir kendaraan,perasaan kita sudah tidak nyaman. Inilah agaknya sepotong cermin kehidupan warga kota di tanah air kita

13897051972068572740
itempat pembayaran dan tiket Parkir(doc.Pri.)
Membuka Mata Untuk Belajar

Di Australia, kalau mau parkir, kita hanya melihat kepalang yang bertuliskan :PARKIR- P ticket 7.00am-12am.dan 02.00pm-05,00pm. Ini berarti kita harus membayar parkir antara jam yang tertulis. Diluar jam tersebut gratis.

Bila tertulis P 07.00am-22.00pm/2 Hours, berarti boleh parkir kendaraan disana pada jam yang tertera, paling lama 2 jam. Bila kita tidak mematuhi hal-hal tersebut akan diberi Surat Tilang,yang ditempelkan dikaca mobil.Yang besar dendanya antara 40 – 100 dollar. 

Bila kita hanya berhenti dalam waktu singkat,maka bisa membayar parkir dengan membayar uang parkir ,melakui mesin parkir yang ada disetiap lokasi perparkiran. Dimulai dari 10 sen hingga beberapa puluh dollar,tergantung lokasi dan lamanya.

Karcis parkir ini bisa ditambah beli. Misalnya pada awalnya kita hanya membayar ticket senilai 50 sen.Tapi ternyata urusan belum selesai,maka kita bisa menambah jam parkir,tentunya dengan memasukkan sejumlah coin lagi kedalam mesin parkir. Kalau kelupaan atau pura pura tidak tahu dan bertepatan petugas melihat jam kita sudah lewat,maka kita kena denda.Biasanya dendanya seratus dolar dan bila kita tidak mau membayar denda ,3 bulan kemudian mobil kita kena sita dan dilelang,Pada pelelangan tidak mau tahu berapa harga penawaran tertinggi dijual.Kemudian dipotong denda, sisanya dikembalikan kepada kita.
13897054221082848379tiket untuk satu jam parkir(doc.pri.)
Parkir Khusus.

Di tempat tempat parkir khusus,kita cukup menekan tombol dipintu masuk.Tiket keluar dan kita ambil.Sesudah selesai urusan ,baru parkir dibayar melalui mesin parkir. Tarif parkir beda disetiap kota,tergantung lokasinya.Di kota-kota kecil,biasanya 3 dolar perjam.Sedangkan dikota besar seperti di Perth 1 jam bisa 7 dolar dan di Sydney 1 jam 13 dolar.Jadi kalau kita mau ke kota besar,sebaiknya dipertimbangkan dulu biaya parkirnya. Karena bisa mencapai puluhan dolar. Kalau tidak terlalu mendesak, sebaiknya kita kekota, naik kereta api saja.Karena naik kereta api, irit,tidak ada pengeluaran untuk BBM dan tidak usah membayar parkir.
13897058101575656369
parkir ditempat khursus(doc.pri.)
Mobil biasa parkir didepan rumah.

Disini mobil biasa diparkir didepan rumah . Aman tidak usah kuatir dicuri karena disini tidak ada orang yang kehilangan mobil karena dipakir didepan rumahnya.Biasanya orang –orang disini mempunyai mobil lebih dari satu dalam setiap keluarga,jadi garasinya hanya muat satu atau dua mobil Yang selebihnya diparkir didepan rumah saja.Parkir didepan rumah tidak usah membayar karcis pakir Kecuali bila ada tanda garis kuning maka kita tidak boleh memarkir kendaraan kita disana.Yang lain bebas pakir
13897060429782882
mesin pembayar parkir khusus(doc.pri.)
Kelihatannya masalah perparkiran hanya masalah sepele,tapi dengan sistem begini,banyak masalah bisa diatasi:
  • Menguapnya uang parkir
  • Menghindari keributan
  • Melindungi warga dari stress ,akibat ulah tukang parkir
  • Mencegah timbulnya tempat parkir dadakan,yang bisa membahayakan pengguna lalu lintas.
Tulisan ini,di buat ,tentu bukan untuk mengagungkan sistem negara lain,tapi tidak ada salahnya kita belajar sesuatu yang bermanfaat,demi Indonesia yang lebih baik.

Wollongong,14 Januari 2014.
Salam saya,

Roselina.

Sumber: http://peristiwa.kompasiana.com/luar-negeri/2014/01/14/tidak-ada-tukang-parkir-di-australia-624539.html

Orang Bijak Lebih Sering Bersyukur

http://seksimemek.blogspot.com/2014/01/orang-bijak-lebih-sering-bersyukur.htmlseksimemek ~ New York - Pada titik usia lanjut, kebijaksanaan dan rasa bersyukur tampaknya selalu hadir beriringan, khususnya pada wanita, demikian diungkapkan hasil riset terbaru di Austria.

Dalam sebuah riset, seseorang yang mengucapkan rasa syukur lebih sering dinilai lebih bijaksana. "Kebijaksanaan sangat kuat hubungannya dengan rasa syukur,"  ujar penulis hasil riset, Judith Gluck, dari Aplen-Adria Universitat Klagenfurt, melalui email kepada Reuters dan dipublikasikan pada 10 Januari 2014. "Mereka bersyukur untuk hal-hal yang berbeda-beda," kata Gluck.

Meskipun telah cukup banyak riset mengenai kebijaksanaan dan rasa syukur, namun hanya sedikit yang meneliti hubungan antara keduanya, ungkap Gluck dan rekannya, Susanne Konig dalam Journal of Gerontology, Series B : Psychological Sciences and Social Sciences.

Guna meneliti hubungan keduanya, para psikolog itu melakukan dua penelitian kecil. Untuk riset ini, mereka menggunakan iklan surat kabar dan radio dalam mencari orang yang dikategorikan sebagai bijaksana. Dari usaha itu, ditemukan 47 pria dan wanita berusia rata-rata 60 tahun, yang setuju untuk menjadi partisipan. Sebagai perbandingan, studi ini juga melibatkan 47 orang lainnya yang berpendidikan dan usia sama, secara acak.

Seluruh partisipan kemudian diwawancarai untuk mengetahui mengenai kesulitan terbesar dalam hidup mereka, serta pelajaran-pelajaran penting dalam hidup mereka. Secara keseluruhan, 29 partisipan (31 persen) mengungkapkan rasa syukur pada Tuhan, pada orang lain atau untuk pengalaman itu sendiri saat diwawancara mengenai kesulitan hidup terbesar seperti kematian orang yang dicintai, rasa sakit, perceraian atau pengalaman perang. Sebanyak 20 partisipan (21 persen) mengungkapkan perasaan bersyukur saat ditanya mengenai momen terbaik dalam kehidupan mereka.

"Rasa syukur di antara orang-orang bijak ini, meskipun untuk pengalaman negatif, menunjukkan bahwa mereka menyatu dengan pengalaman-pengalaman sulit dalam kisah hidup mereka sebagai sesuatu yang membuat mereka tumbuh," ujar Gluck.

"Dalam hal kualitas hidup, temuan ini menjelaskan bahwa kehidupan yang baik melibatkan kepedulian pada hal-hal yang baik dalam hidup seseorang, sumber dan kekuatan yang harus dikembangkan seseorang" Gluck melanjutkan.

Secara umum, semua partisipan di grup satu lebih bersyukur untuk keluarga mereka, termasuk orangtua dan saudara kandung, anak-anak mereka, kesehatan mereka, pekerjaan, kesejahteraan dan untuk orang lain seperti teman dan rekan kerja.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/01/13/060544306/Orang-Bijak-Lebih-Sering-Bersyukur